Abdul Latief Ciptakan Produk Kecantikan dari Mangrove, Lihat Usaha Perjuangannya
Bagi sebagian orang mungkin hutan mangrove hanya dipandang sebagai destinasi wisata untuk melebur penat dari rutinitas
Penulis: Handhika Rahman | Editor: Muhamad Nandri Prilatama
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman
TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Bagi sebagian orang mungkin hutan mangrove hanya dipandang sebagai destinasi wisata untuk melebur penat dari rutinitas sehari-hari.
Sebagian lagi menganggap hutan mangrove sebagai ekosistem penunjang bumi, baik sebagai paru-paru alam maupun penangkal abrasi.
Namun, berbeda jika dilihat dari sudut pandang sosok pria asal Desa Karangsong Kecamatan/Kabupaten Indramayu ini. Bagi Abdul Latief, hutan mangrove adalah napas hidupnya.
Ia menceritakan, dari dan dengan mangrove dia bisa memberi kontribusi lebih, khususnya kepada masyarakat sekitar.
Di sebuah workshop atau tempat biasa ia berkreasi di Rumah Berdikari Karangsong Indramayu, Abdul Latief menciptakan berbagai manfaat dari tanaman mangrove.
Ada banyak sekali ragam olahan yang bisa ditemukan, mulai dari olahan makanan seperti urab mangrove, peyek mangrove, dodol mangrove, kecap mangrove, sirup mangrove, dan masih banyak lagi.
Selain itu, dia juga menciptakan kerajinan lain yang mana semua bahannya itu berasal dari tanaman mangrove, seperti batik, anyaman, dan kerajinan-kerajinan lainnya.
Olahan-olahan itu ia ciptakan dari berbagai jenis tanaman mangrove. Ada yang berasal dari daun, buah mangrove, bahkan ada juga yang berasal dari dahan tanaman mangrove.
Semua produk olahan itu rupanya tidak ia kelola sendiri, melainkan ia dedikasikan untuk dapat memberdayakan masyarakat sekitar.
"Ada yang buat peyek karena sudah ahlinya, ada yang membuat kecap juga, jadi macam-macam," ujar dia kepada Tribuncirebon.com di Rumah Berdikari Indramayu, Minggu (29/9/2019).
Yang terbaru, ia menciptakan sebuah lotion atau cream kecantikan. Produk kosmetik itu ia buat dari tanaman mangrove dengan nama latin Xylocarpus sp.
"Tanaman mangrove jenis ini bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan kosmetik," ujar dia.

Adapun cara pengolahannya, dijelaskan Abdul Latief sangat sederhana. Mula-mula yang perlu dilakukan ialah mengupas buah mangrove Xylocarpus sp untuk diambil bagian dagingnya saja.
"Buahnya itu besar, seperti buah jeruk bali," ucap Abdul Latief.