Breaking News:

Berkah dari Waduk Saguling yang Kering, Warga Ciminyak Bisa Panen Padi Hingga 3 Ton

padi yang ditanam merupakan padi pendek yang bisa dipanen dengan waktu 3 hingga 4 bulan.

Editor: Machmud Mubarok
Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
Warga Ciminyak dan sekitarnya memanfaatkan lahan Waduk Saguling yang mengering karena kemarau sebagai sawah dan menanaminya dengan padi dan palawija, Rabu (25/9/2019). 

Laporan Wartawan Tribun, Hilman Kamaludin

TRIBUNCIREBON.COM, CILILIN - Mengeringnya Waduk Saguling di wilayah Kampung Ciminyak, Desa Rancapanggung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB) ternyata bisa bermanfaat bagi sebagian warga setempat.

Pasalnya, sekitar 40 hektare lahan yang kini sudah mengering itu dimanfatkan oleh warga sebagai lahan pertanian untuk bercocok tanam, seperti menanam padi dan sayuran seperti mentimun dan jagung.

Pantauan Tribun Jabar, Rabu (25/9/2019), tanaman itu tampak tumbuh subur dan terlihat ada sejumlah warga yang tengah membersihkan rumput di lahan yang digunakan untuk menanam padi.

Maryati (51), warga Kampung Ciminyak, RT 6/5, mengatakan, selama Waduk Saguling mengering ia bisa bekerja untuk menggarap lahan yang dijadikan lahan pertanian oleh orang lain.

"Kalau yang memanfaatkan lahan ini sebagai pertanian bisa siapa saja yang penting punya modal. Saya bekerja disini sudah hampir 5 bulan jadi penggarap lahan orang lain," ujarnya.

Ia mengatakan, padi yang sudah ditanam itu saat ini baru berumur 2 bulan dan nantinya bisa dipanen pada bulan Desember, karena padi yang ditanam merupakan padi pendek yang bisa dipanen dengan waktu 3 hingga 4 bulan.

"Untuk musim kemarau tahun ini belum pernah panen, tapi kalau tahun lalu ada yang bisa panen hingga 3 ton, tapi kalau di lahan ini paling hanya 500 kuintal saja," katanya.

Disebut Najwa Sihab Muter-muter Dalam Beri Jawaban, Fahri Hamzah: Muter-muter Itu Kan Lebih Romantis

Najwa Shihab Tantang Ketua DPR RI Berdebat dengan Mahasiswa di Acara Mata Najwa, Beri Sindiran Pedas

Setiap petak lahan tersebut memang tidak memiliki ukuran luas yang pasti, sehingga warga yang ingin mendapatkan panen yang banyak tinggal menyiapkan modal yang cukup besar.

"Sambil menunggu padi bisa dipanen, kalau saya menggarap lahan juga membersihkan lahan dengan upah berbeda. Saya dibayar Rp 40 ribu sehari, tapi tergantung pemilik lahannya," ucapnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved