Blanko e-KTP di Cirebon Langka Sejak Pekan Lalu, Sehari Hanya Cetak 500 Keping

Permohonan pembuatan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) di Kabupaten Cirebon setiap harinya cukup tinggi

Blanko e-KTP di Cirebon Langka Sejak Pekan Lalu, Sehari Hanya Cetak 500 Keping
WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN
Ilustrasi - Warga mengurus e-KTP di kantor kelurahan 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNCIREBON.COM - ‎Permohonan pembuatan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) di Kabupaten Cirebon setiap harinya cukup tinggi, namun jumlah ketersediaan blanko e-KTP tidak dapat memenuhi permintaan tersebut.

Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk (Dafduk) Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Cirebon, Sardar Ernedin, mengatakan, blanko e-KTP kosong sejak Kamis pekan lalu dan pemohon hanya diberikan surat keterangan.

"Sejak beberapa bulan terakhir ini dan pengiriman dari kementerian cuma satu bulan sekali, biasanya lebih," kata Sardar di Komplek Perkantoran Disdukcapil Kabupaten Cirebon, Kecamatan Sumber, Selasa (24/9/2019).

Disdukcapil Kabupaten Cirebon, setiap bulannya mampu mencetak 1500 e-KTP, ‎namun karena adanya kelangkaan blanko, pencetakan KTP hanya sebanyak 500 keping, sesuai distribusi dari pihak Kementerian Dalam Negeri.

Hingga Selasa (24/9/2019) ini, kata Ernedin, pihaknya sudah melakukan perekaman e-KTP sebanyak 28 ribu, namun pemohon hanya menerima surat keterangan dan bisa digunakan untuk kebutuhan layanan.

"Mudah-mudahan blanko kembali tersedia," katanya.‎

Dalam surat edaran yang diterbitkan oleh Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Republik Indonesia,‎ hasil pengadaan e-KTP tahun anggaran 2019 hanya sebanyak 16 juta keping, sehingga dibeberapa kota/kabupaten mengalami kekurangan.

Disdukcapil Kota Cirebon Gandeng Puskesmas untuk Rekam Data KTP-el ODGJ

Jemput Bola, Disdukcapil Kota Cirebon Datangi ODGJ untuk Perekaman KTP Elektronik

500 Blangko KTP di Kota Cirebon Bisa Habis Hanya Dalam 2 Hari

Di poin kedua disebutkan, setiap Disdukcapil harus memprioritaskan hal mendesak dan perekaman baru.

Namun untuk pencetakan e-KTP yang rusak, hilang, penggantian elemen data, agar diterbitkan surat keterangan pengganti, sesuai dengan aturan di Pasal 59 ayat 2 huruf M dan putusan MK 26 Maret 2019. (*)

Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Muhamad Nandri Prilatama
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved