7 Rekomendasi Destinasi Wisata di Majalengka yang Wajib Dikunjungi Saat Liburan

7 Rekomendasi Destinasi Wisata di Majalengka yang Wajib Dikunjungi Saat Liburan

7 Rekomendasi Destinasi Wisata di Majalengka yang Wajib Dikunjungi Saat Liburan
Tribuncirebon.com/Eki Yulianto
Cadas Gantung 

Rumah kayu untuk kapasitas 5 orang, jineng untuk 4 orang, dan gazebo untuk 6 orang atau lebih.

Harga yang ditawarkan untuk libur Lebaran seperti sekarang ini, yaitu 600 ribu yang termurah sedangkan yang termahal sekitar 800 ribu.

Fasilitas untuk setiap tipe kamar sama, yaitu TV, AC, air hangat dan lain-lain.

3. Goa Lalay

 Indonesia memiliki wisata green canyon yang tidak kalah dengan yang ada di Amerika.

Indonesia setidaknya memiliki tiga Green Canyon yang berada di Pangandaran, Bogor dan Majalengka.

Mungkin sebagaian besar traveler masih asing dengan Green Canyon yang ada di Majalengka ini.

Goa Lalay, Pesona Wisata Green Canyon di Majalengka

Dilansir dari Tribun Travel, Memiliki nama Goa Lalay, di sini traveler bisa menjumpai Green Canyon yang dihuni oleh lalai atau kelelawar.

Goa Lalay mempunyai struktur sungai dengan alirana ir yang kehijauan yang bersumber dasri cilongkrang.

Goa Lalay
Goa Lalay (Instagram/Mtma_majalengka)

Aliran air sungai ini diapit oleh tebing bebatuan kehijauan yang nampak memesona.

Goa Lalay Majalengka ini berada di Desa Sukdana, Argapura Kabupaten Majalengka Jawa Barat.

Di dalam Goa Lalay terdapat air terjun yang oleh awarga sekitar disebut dengan air terjun pelangi.

Dinamakan air terjun pelangi, karena air terjun yang tersorot matahari memberikan efek warna warni.

Seperti tempat wisata pada umumnya, Goa Lalay mempunyai mitos yang beredar di masyarakat sekitar.

Konon, Goa Lalay ini memiliki seorang penunggu berupa 'Oray Lalaki' atau Ular laki-laki.

Di mana sosok ini memiliki kepala manusia dan bertubuh ular.

Lucinta Luna Gigit Telinga Sang Kekasih, Abash Meringis Kesakitan, Kenapa?

Terlepas dari mitos yang beredar, Goa Lalay ini tetap menarik untuk dikunjungi.

Bagi traveler yang penasaran dan ingin berkunjung ke Goa Lalay tidak perlu khawatir, pasalnya tempat wisata di Majalengka ini sudah dilengkapi dengan beberapa fasilitas penunjang.

Mulai dari area parkir kendaraan, Mushola, kamar mandi hingga penginapan sudah tersedia di sekitar kawasan Goa Lalay.

4. Situ Janawi

Situ Janawi merupakan satu dari sekian banyak situ di Majalengka yang menawarkan pesona alam yang asri, indah dan unik di dalamnya.

Di Situ ini terdapat danau dan kolam yang dikelilingi permukiman di sebelah selatan yang dibatasi perbukitan.

Di danau tersebut, pengunjung diperbolehkan untuk mandi yang airnya langsung dari mata air.

Mandi di kolam yang langsung dialiri mata air jauh lebih menyehatkan.

Kolam dari mata air itu memiliki kandungan senyawa yang bisa mengobati beberapa penyakit ringan. Misalnya pegal-pegal, encok dan rematik.

Situ Janawi, pemandian alami yang sejuk dan segar di Desa Payung, Kabupaten Majalengka.
Situ Janawi, pemandian alami yang sejuk dan segar di Desa Payung, Kabupaten Majalengka. (TribunCirebon.com/Eki Yulianto)

Wisata air yang berada di Desa Payung, Kecamatan Rajagaluh, Kabupaten Majakengka ini memiliki kandungan yang dapat menyembuhkan penyakit.

Menurut Kepala Desa Payung, Jamsa air di Situ Janawi airnya tidak panas cenderung dingin.

Dengan kondisi air yang dingin alami itulah, disampaikan Jamsa konon bisa dapat menyembuhkan penyakit ringan.

"Penyakit gatal-gatal, panu atau yang berhubungan dengan kulit," ujar Jamsa.

5. Situ Cipanten

Situ Cipanten merupakan salah satu dari beberapa situ di Majalengka yang terus diperhatikan oleh kalangan wisatawan dan traveller.

Banyak pengunjung yang penasaran dengan situ yang berada di kaki gunung Ciremai ini untuk dikunjungi.

Oleh sebab itu, untuk terus memikat daya tarik pengunjung, Situ Cipanten terus dierpcantik wajah dan wahana yang ada di kawasan tersebut.

Selain itu, dalam waktu dekat, situ yang berada di Desa Gunungkuning, Kecamatan Sindang, Kabupaten Majalengka ini akan menambah wahana yang terbilang ekstrem.

Situ Cipanten, Sabtu (7/9/2019).
Situ Cipanten, Sabtu (7/9/2019). (Tribuncirebon.com/Eki Yulianto)

Wahana yang dimaksud yakni Sky Bike atau sepeda gantung.

Ketua Karang Taruna Maung Jaya, Yosep Hendrawan mengatakan, di tahun 2019 ini Siti Cipanten telan mendapatkan bantuan dari dana desa.

Dikatakan dia, dana desa tahap dua itu dialokasikan untuk wahana Sky Bike.

"Saat ini sedang tahapan pemasangan lintasan tali baja untuk dua unit sepeda gantung yang telah dipersiapkan," ujar Yosep saat ditemui Tribuncirebon.com, Sabtu (7/9/2019).

Lanjut Yosep menyampaikan, wahana tersebut pada pekan depan sudah bisa diefektifkan bagi pengunjung.

Oleh karena itu, disampaikan dia, untuk memenuhi target tersebut, wahana Sky Bike akan diujicobakan terlebih dahulu.

"Minggu depan akan kami mulai operasionalkan, semoga semakin banyak pengunjung," ucap dia.

Sementara itu, wahana wisata yang sudah ada di Situ Cipanten yaitu, sepeda air, arena outbond, dan berbagai fasilitas lainnya yang menarik.

Harga tiket masuk juga terbikang murah, hanya dengan Rp 5 ribu untuk motor dan Rp 10 ribu untuk mobil, Anda sudah dapat menikmati suguhan wisata alami Situ Cipanten.

6. Curug Tonjong

Pengelola Curug Tonjong Majalengka keluhkan sepinya pengunjung di lokasi wisata alam tersebut.

Hal ini disampaikan langsung  pengelola Curug Tonjong, Dodi Supardi saat ditemui di lokasi, Sabtu (7/9/2019).

Menurut Dodi,sepinya pengunjung di Curug Tonjong, setidaknya sudah terjadi sejak 2 tahun terakhir.

Penurunan jumlah wisatawan itu, kata dia, disebabkan bermunculannya lokasi-lokasi wisata yang baru di wilayah Majalengka khususnya di Rajagaluh.

Jembatan di Curug Tonjong sering dipakai pengunjung untuk berfoto selfie.
Jembatan di Curug Tonjong sering dipakai pengunjung untuk berfoto selfie. (TribunCirebon.com/Eki Yulianto)

"Dulu saat weekend yang datang ke sini bisa sampai ratusan, namun 2 tahun terakhir hanya puluhan. Di hari biasa malah beberapa kali tidak ada pengunjung," ujar Dodi, Sabtu (7/9/2019).

Pria yang sekaligus sebagai Ketua RW Blok Senin Desa Teja itu menyebutkani, selain faktor banyaknya wisata baru bermunculan, hal yang membuat turunnya persentase pengunjung yakni akses jalan.

Disampaikan dia, akses menuju ke Curug Tonjong hanya bisa dilalui oleh roda 2, dikarenakan sempitnya medan jalan yang harus dilalui kendaraan roda 4.

"Sebenarnya bisa roda 4, hanya saja tidak sampai masuk ke halaman parkir Curug Tonjong, cuma sampai rumah warga nanti ke sininya jalan," ucap dia.

Pintu masuk Curug Tonjong
Pintu masuk Curug Tonjong (Tribuncirebon.com/Eki Yulianto)

Sementara, Dodi menyampaikan, untuk mengatasi permasalahan tersebut, dirinya beserta para pengelola Curug Tonjong akan melakukan beberapa berkembangan untuk menambah daya tarik pengunjung.

Hal yang dilakukan yaitu, menambah beberapa sarana dan fasilitas untuk kenyamanan wisatawan.

"Kami juga sudah mengobrol dengan Bu Kuwu, hanya saja sampai sekarang belum terealisasi terkait permodalan dana untuk diajukan ke Pemerintah Majalengka, yang mana bisa membantu ikut mengembangkan potensi wisata yang sudah berdiri sejak 2015 ini," kata Dodi. 

7. Cadas Gantung

 Cadas Gantung berada di Desa Mirat, Kecamatan Leuwimunding, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

Sebuah destinasi wisata yang disekelilingnya dihiasi bebatuan besar ini memang tidak mudah untuk dijangkau.

Anda harus berusaha dengan keras untuk bisa mencapai Cadas Gantung.

Pasalnya, untuk mencapai puncak wisata tersebut atau dari loket tiket masuk, Anda harus menaiki puluhan anak tangga.

Cadas Gantung
Cadas Gantung (Tribuncirebon.com/Eki Yulianto)

Namun, Anda akan disuguhi dengan pemandangan yang menawan.

Persawahan terasering akan mendominasi sepanjang perjalanan.

Jika sudah capai puncak Cadas Gantung, Anda akan disuguhi keindahan alam yang berada di bawah.

Cocok untuk mengambil foto dengan mode landscape karena langsung disuguhi pemandangan tegalan, persawahan dan perkebunan.

Beberapa fasilitas juga tersedia untuk mendukung kenyamanan para pengunjung, seperti Toilet, saung untuk berteduh, musola, beberapa warung yang menjajakkan makanan dan minuman dan lain-lain.

Tak hanya itu, di Cadas Gantung ini ada beberapa spot foto selfie yang sengaja dibuat oleh pengelola wisata alam ini.

Cari Tempat Wisata untuk Liburan? Yuk Coba Kunjungi Goa Lalay, Wisata Green Canyon di Majalengka

Menurut Ketua Lembaga Desa Hutan (KLDH), Sunarta daya tarik wisata Cadas Gantung ini dapat melihat view dari ketinggian 700 MDPL.

Dikatakan dia, para pengunjung akan dimanjakan dengan view yang sangat cantik dan bisa berswafoto dengan latar belakang daratan Kabupaten Majalengka.

"Wisata ini dikelola oleh KLDH bermitra dengan Perhutani, d sini memang tempatnya panas tapi ketika sudah sampai atas, pasti semuanya terbayar ketika melihat hamparan daratan yang luas," ujar Sunarta, saat ditemui tribuncirebon.com didampingi oleh Oco Carsa Gautama, petugas Perhutani, Minggu (15/9/2019) 

Menurut salah satu pengunjung asal Sumedang, Seli Suliawati (20) wisata Cadas Gantung ini merupakan wisata yang memiliki spot foto yang apik.

Wanita yang baru pertama kali mengunjungi Cadas Gantung ini, mengatakan dapat melihat pemandangan daratan Majalengka merupakan daya tarik tersendiri di wisata tersebut.

"Bagus sih tempatnya, pemandangannya bagus, cuma tempatnya panas, gersang," ucap Seli.

Hal serupa juga disampaikan pengunjung asal Gegesik, Kabupaten Cirebon, Yue Elin (21).

Pantai Rembat Indramayu Lama Tak Terurus Kini Disulap Jadi Tempat Wisata Yang Instagramable

Menurutnya, wisata yang berada di Leuwimunding ini tak jauh dengan awal ia pertama kali berkunjung.

Disampaikan Elin, perubahan terletak pada sarana yang lebih lengkap dibanding beberapa waktu lalu.

"Dulu spot-spot foto belum begitu banyak, sekarang bagus bisa bikin pengunjung betah karena banyaknya spot foto yang perlu di coba," kata Elin.

Sementara itu, ternyata Tebing Cadas Gantung memiliki bukit perkemahan yang bisa dijadikan sebagai tempat kemping atau berkemah.

Lokasinya cukup landai karena berada di tempat yang dulunya digarap sebagai lahan pertanian.

Luasnya kurang lebih sekitar 5 hektar. Bahkan posisinya pun sangat strategis untuk mengeksplorasi lebih jauh lagi daerah wisata seputar Cadas Gantung.

Sensasi Liburan ke Chinatown Bandung, Tempat Wisata Berkonsep Pedesaan Tiongkok

Bagi Anda yang ingin berkunjung ke sini, tiket masuk wisata Cadas Gantung sangat murah, yakni hanya Rp 10 ribu di hari biasa maupun weekend.

Jam operasional wisata ini, Anda dapat mengunjungi pada pukul 07.00 WIB sampai pukul 17.00 WIB di akhir pekan dan pukul 08.00 WIB sampai 16.00 WIB di hari biasa.

Tips dan cara menuju ke Cadas Gantung Leuwimunding, Majalengka: 

- Lokasinya berada di kaki gunung Sanghiangdora.

- Siapkan kendaraan dengan prima karena jalan menantang.

- Dari Majalengka, arahkan kendaraan menuju Desa Mirat Leuwimunding. Patokannya dekat dengan SD Negeri 3 Mirat.

- Lakukan persiapan fisik dengan berolahraga agar terbiasa jalan kaki jauh sebelum ke Cadas Gantung.

- Dari tempat parkir akan memakan waktu selama antara 15 hingga 30 menit dengan kecepatan normal dan cuaca baik.

- Siapkan bekal makanan dan minuman. Namun, jangan lupa agar membawa sampahnya kembali turun karena fasilitas di Cadas Gantung tidak ada tempat pembuangan sampah.

- Gunakan alas kaki yang nyaman seperti sandal gunung atau sepatu. Hati-hati jalan licin saat musim hujan (Tribuncirebon.com)

Penulis: Mutiara Suci Erlanti
Editor: Mutiara Suci Erlanti
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved