FAKTA Fatir Ahmad Bocah yang Meninggal Karena Dibully, Arwahnya Datang Hingga Permintaan Terakhirnya

FAKTA Fatir Ahmad Bocah yang Meninggal Karena Dibully, Arwahnya Datang Hingga Permintaan Terakhirnya

Facebook/Fatir Ahmad
Kolase foto Fatir Ahmad dan kuburannya. 

TRIBUNCIREBON.COM- Fatir Ahmad, Bocah warga Kecamatan Leuwimunding, Kabupaten Majalengka meninggal dunia karena menjadi korban bullying oleh teman sepermainannya di Bekasi.

Fatir Ahmad meninggal dunia pada 30 Agustus 2019 lalu.

Diduga, korban dibully dengan cara dipukul dan ditendang oleh temannya.

Fatir Ahmad sempat dirawat di Rumah Sakit Polri. Namun, sayangnya nyawa korban tidak dapat diselamatkan.

Tribuncirebon.com telah merangkum fakta-fakta mengenai kasus Fatir Ahmad, bocah korban bullying oleh teman sepermainannya.

1. Fatir Ahmad diduga dipukul oleh bocah berinisial I

Sri Ani, ibunda Fatir Ahmad menceritakan, saat Fatir sedang bermain, dirinya menginstruksikan kepada korban bahwa menginginkan anaknya tersebut untuk masuk ke dalam rumah untuk mandi.

Sebelum Meninggal Dipukul Temannya, Fatir Ahmad Sempat Minta Hal Ini ke Orang Tuanya

Arwah Fatir Ahmad Korban Bullying Merasuki Tetangga Bilang Sang Ibunda Jangan Nangis Terus

"5 menit sebelum kejadian pemukulan, saya nyuruh Fatir mandi, tapi dia menolak. Saat saya ingin masuk ke dalam rumah karena Fatir masih ingin bermain, belum sempat masuk alias masih di teras, saya mendengar Fatir menangis. Sontak saya langsung menghampiri dan mempertanyakan apa yang terjadi," ujar Ani saat ditemui Tribuncirebon.com, Senin (9/9/2019).

Ani mendapatkan informasi oleh teman korban, bahwa anaknya tersebut telah dipukul oleh teman sepermainannya yang berinisial I.

2. Fatir Ahmad alami luka di rahang, benjolan, dan kejang-kejang

Sri Ani Lestari (38) mengungkapkan, pascapemukulan yang terjadi oleh anaknya, hari demi hari kondisi korban semakin memburuk.

"Saya awalnya tidak berpikir anak saya muntah efek tonjokan, jadi saya hanya memberi tolak angin dan minyak kayu putih di badan Fatir," ujar Ani saat ditemui rumahnya, Senin (9/9/2019).

9 Permintaan Para Tokoh Papua ke Presiden Jokowi Usai Bertemu, Jokowi Setuju Bangun Istana Negara

Lanjut di hari kedua pascapemukulan, kata Ani, lengan atau ketiak korban sudah tidak bisa diangkat.

Hal itu diketahui, setelah korban memberitahukan bahwa ketiaknya sudah tidak dapat digerakkan.

"Setelah saya cek, ternyata ada 3 benjolan di ketiaknya, saya langsung oleskan freshcare untuk menghilangkan benjolan tersebut," ucap dia.

Fatir Ahmad, korban bulllying dan sang ibunda
Fatir Ahmad, korban bulllying dan sang ibunda (Kolase Tribun Cirebon/Facebook Fatir Ahmad dan Tribuncirebon.com/Eki Yulianto)

Ani menambahkan, di hari ketiga pascapemukulan, mulut korban sudah tidak dapat terbuka atau menganga.

Diungkap dia, karena mulut tidak dapat terbuka, korban juga kata Ani tidak nafsu makan.

"Saya kira itu amandel, soalnya ada bengkakkan juga di rahangnya, saya juga sempat manggil tukang urut. Namun di tengah malam pukul 02.00 WIB anak saya makin parah dengan kondisi kejang-kejang," kata Ani.

3. Fatir Ahmad dimakamkan di Kampung halamannya di Majalengka

Fatir Ahmad mengalami perundungan oleh teman sepermainannya di Bekasi hingga menyebabkan dia meninggal dunia

Namun, Almarhum Fatir Ahmad dimakamkan di Majalengka.

4. Fatir Ahmad sempat ditolak dirawat di dua rumah sakit

Setelah melihat kondisi anaknya yang kejang-kejang, Ani beserta suaminya langsung membawa anaknya ke tukang spesialis syaraf.

Namun usahanya, langsung ditolak oleh pihak tersebut.
Dikarenakan ditolak, Ani pun membawa anaknya di rujuk ke Rumah Sakit Bekasi.

Lagi-lagi, usahanya sia-sia karena pihak Rumah Sakit pun menolak untuk merawat bocah berusia 6 tahun itu.

Meninggalnya Fatir Ahmad Bocah Korban Bully, Tetangga Kontrakan Sebut Fatir Sakit Infeksi Tetanus

"Yaudah karena ditolakin semua, saya langsung bawa ke Rumah Sakit Polri di Kramat Jati, Jakarta Timur. Di sana Fatir dirawat dan akhirnya menghembuskan nafas terakhir pada tanggal 30 Agustus 2019 atau sekitar pukul 12.00 WIB," ujarnya.

5. Orang Tua terduga pelaku mengelak

Sri Ani Lestari (38), Ibunda Fatir Ahmad korban bullying oleh teman sepermainannya, mengaku sempat meminta pertanggungjawaban kepada keluarga terduga pelaku inisial I.

Apalagi, saat dirinya mengetahui bahwa sakit pada bagian rahang yang diderita anaknya akibat dipukul oleh teman sepermainannya yang berinisial I itu.

"Ketika anak saya menceritakan di Rumah Sakit bahwa telah dipukul rahangnya oleh inisial I itu, saya langsung telepon orang tua I itu," ujar Ani, saat ditemui Tribuncirebon.com, Senin (9/9/2019).

Wanita yang sering disapa Ani itu menceritakan, saat ia menelepon orang tuanya bahwa anaknya telah memukul korban, orang tua inisial I mengelak.

Diceritakan dia, alasan mengelak karena orang tua I merasa bahwa yang memukuli korban tidak hanya anaknya.

"Ngelaknya ya gitu, merasa bahwa bukan cuma anaknya yang mukuli anak saya, harusnya kalau sudah sering melihat anak-anak berantem ya dipisahkan, jangan diam saja," ucap dia.

6. Kontrakan Fatir dan keluarga sebelahan dengan rumah terduga pelaku

Sri Ani Lestari mengatakan, dirinya beserta suami baru saja tinggal di Kota Bekasi sekitar 2 bulan.

Di Bekasi, ia mengontrak di Kecamatan Pondok Melati.

"Ya baru sekitar 2 bulanan lah, saya ikut suami di sana bersama Fatir karena suami punya usaha di sana," ujar Ani, Senin (9/9/2019).

Dia menyampaikan mereka tinggal di Kecamatan Pondok Melati di rumah milik saudara terduga pelaku bullying, yang berinisial I.

Lucinta Luna Salto Jumpalitan di Gurun Pasir & Ngaku Langsung Keguguran, Memang Pernah Hamil?

Kontrakan tersebut, kata Ani, persis di sebelah rumah orangtua inisial I tersebut.

"Rumah kami di sebelahnya persis, satu tembok sama mereka, sebelahan," ucap dia.

7. Tetangga sebut Fatir pernah alami sakit Infeksi Tetanus

Suparno warga yang tinggal bersebelahan dengan kontrakan korban mengatakan, Ahmad Fatir sebelum meninggal dunia sempat dirawat di RS Polri Kramat Jati Jakarta.

Sepengetahuannya sebelum dirawat, bocah berusia enam tahun itu diurut oleh orangtuanya.

"Itu saya tahunya dia sakit diurut 2 kali di sini (dikontrakan) manggil tukang urut, saya tahunya itu doang. Nah kata tetangga sini pas abis diurut itu anaknya sempet kejang-kejang terus baru dibawa ke RS Polri Kramat Hati," jelas dia dilansir dari Tribun Jakarta.

Anjing Pitbull Terkam Kemaluan Pemerkosa yang Kabur Dikejar Warga, Alat Vital Digigit Sampai Putus

Suparno mengaku sempat berbincang dengan ayah tiri FA yang menyebutkan, bocah berusia enam tahun itu menderita sakit tetanus hingga membuatnya kritis detik-detik sebelum dibawa ke rumah sakit.

"Itu saya sempet nanya ke suaminya (ayah tiri korban, suami sambung dari ibu korban), saya nanya katanya sakit infeksi di tenggorokan tetanus langsung ke saraf, saraf kejepit, dibawa ke rumah sakit itu badannya udah kaku," jelas dia.

8. Arwah Fatir Ahmad pernah merasuki tetangganya

Pascameninggalnya Fatir Ahmad yang menjadi korban bullying oleh teman sepermainannya, Ibunda Fatir, Sri Ani Lestari (38) menyebut arwah anaknya pernah datang.

"Beberapa hari lalu, arwah anak saya datang, masuk ke tubuh tetangga saya, Juan masih bocah juga. Fatir bilang, kalau saya jangan nangis terus, dan dia janji bakal terus ikutin dia (inisial I) biar ngaku," ujar Ani saat ditemui tribuncirebon.com Senin (9/9/2019).

Ibu Syok Saat Buka Pintu Kamar Anak Perempuannya, Sedang Ditindih Laki-laki Muda: Kamu Lagi Ngapain?

Menyikapi kejadian seperti itu, Ani langsung mengambil sisi positifnya. Ia pun sudah tidak terlalu sering menangis dan sudah berusaha menerima kepergian putranya itu.

"Insya Allah saya sekarang sudah bisa menerima, ini demi anak saya untuk tidak lagi menangisi kepergiannya," ucap dia.

Arwah Fatir Ahmad Korban Bullying Merasuki Tetangga Bilang Sang Ibunda Jangan Nangis Terus

Sri menyampaikan, dengan datangnya arwah Fatir Ahmad ke tubuh tetangganya itu, merupakan sebuah petunjuk.

Ia menilai, Fatir Ahmad bakal membantu mengungkap peristiwa yang menimpanya itu.

"Ya pas kemarin merasuki tubuh tetangga, dia bilang bakal ngikutin inisial I, yang terduga pelaku pemukulan anak saya, ya semoga saja permasalahan ini cepat selesai, yang tenang di sana ya dek," kata Ani.

9. Orang tua Fatir masih Rundingkan Akan Tempuh Jalur Hukum Atau Kekeluargaan

Ruhiyat (38), ayah Fatir Ahmad, korban bullying oleh teman sepermainannya mengatakan pihaknya belum ingin memperkarakan kasus tersebut.

Ruhiyat beserta keluarga ingin menenangkan suasana terlebih dahulu khususnya Ibu Fatir Rahmad, Sri Ani Lestari (38) yang sangat terpukul atas kepergian anaknya.

"Masih mau diobrolkan lagi dengan keluarga, keluarga saya dan keluarga istri, baiknya kedepan seperti apa," ujar Ruhiyat, saat ditemui Tribuncirebon.com di kediamannya, Selasa (10/9/2019).

Ruhiyat dan Sri Ani Lestari, ayah dan bu dari almarhum Fatir Ahmad.
Ruhiyat dan Sri Ani Lestari, ayah dan bu dari almarhum Fatir Ahmad. (Tribuncirebon.com/Eki Yulianto)

Ruhiyat mengaku, jangan sampai pihaknya salah langkah dalam menyikapi kasus tersebut.

Oleh karena itu, keluarga kecil tersebut ingin menenangkan suasana terlebih dahulu atas kepergian Fatir Ahmad.

Orang Tua Fatir Ahmad Sebut Pihak Terduga Pelaku Tidak Ada Itikad Baik untuk Minta Maaf

"Saya takutnya kalau sekarang, takut salah langkah, saya akan diskusikan terlebih dahulu, khususnya menenangkan terlebih dahulu keluarga kami yang sedang berkabung," ucap dia.

10. Pesan Terakhir Fatir Ahmad ke Sang Ibunda

Ibunda fatir, Ani mengatakan beberapa hari sebelum kejadian pemukulan, Fatir Ahmad pernah meminta ingin dibelikan sebuah sepeda.

Sesaat pascakejadian tersebut, Ani langsung merespon dan menjanjikan ingin membelikan sepeda kepada anaknya.

HEADLINE - Cintanya Ditolak, Pria Psikopat Tusuk Siswi SMKN 1 Bandung

"Saya ingat, waktu sebelum kejadian dia ingin banget sepeda, makanya kemarin pas kejadian si Fatir sakit, saya mengatakan 'nak, sembuh yak, kalau sembuh ayo kita ke pasar beli sepeda'," ujar Ani, Selasa (10/9/2019).

Selain itu, disampaikan dia, selain sepeda dirinya juga sangat menyukai permainan PlayStation.

Namun, setelah dibelikan oleh Bapaknya, Fatir terlebih dahulu meinggal dunia.
"Bapaknya juga sudah membelikan PS, tapi belum sempat dimainkan oleh Fatir, keburu meninggal," ucap dia. (Tribuncirebon.com)

Sumber: Tribun Cirebon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved