HEADLINE - Cintanya Ditolak, Pria Psikopat Tusuk Siswi SMKN 1 Bandung

Nasib malang menimpa ZPD (16), siswi SMKN 1, Jalan Wastukancana, Kota Bandung, Selasa (10/9) pagi. Seorang penguntit tiba-tiba menusuknya

shutterstock
Ilustrasi pisau 

TRIBUNCIREBON.COM -- Nasib malang menimpa ZPD (16), siswi SMKN 1, Jalan Wastukancana, Kota Bandung, Selasa (10/9) pagi. Seorang penguntit tiba-tiba menusuknya dengan menggunakan pisau dapur. Penusukan terjadi tepat di depan gerbang sekolah sekitar pukul 07.30.

Beruntung, siswi cantik itu masih bisa meloloskan diri. Sambil memegangi perutnya yang berlumuran darah, ia masih bisa berlari menuju gerbang sekolah dan menyelamatkan diri. Pelaku yang berusaha kabur akhirnya berhasil ditangkap. Ia sempat berusaha melawan hingga terpaksa dilumpuhkan.

Very Nurmansyah (39), petugas Satuan Pengamanan SMKN 1, mengatakan penusukan siswi jurusan Pemasaran itu terjadi saat suasana di depan sekolah sedang ramai. Saat itu, ia sedang berjaga di posnya. Tiba-tiba ia mendengar ZPD berteriak-teriak minta tolong sambil menuju ke arahnya.

"Sambil memegangi perutnya yang berdarah, dia bilang, 'Pak, tolong saya, saya takut, saya ditusuk sama yang pakai jaket putih itu'," kata Very saat ditemui di SMKN 1.

Melihat pelaku berlari, Very pun berusaha mengejar. Namun, karena pelaku sudah berlari jauh, ia pun berteriak-teriak agar orang-orang ikut menghentikan pelaku.

"Saat berlari itu, pelaku masih memegang pisau yang berlumuran darah. Beruntung petugas Dishub Kota Bandung yang kebetulan sedang berada di depan Masjid Ukhuwah berhasil mengadangnya," kata Very.

Meski sudah dikepung beberapa orang, pelaku masih berusaha menghindar dan melawan sambil terus menghunus pisaunya.

"Dia baru melepaskan pisaunya saat dipukul kepalanya. Kami juga takut karena pelaku melawan menggunakan pisau," ujarnya.

Dalam keadaan tak berkutik, pelaku kemudian dibawa ke Mapolsek Sumur Bandung. "Saat penggeledahan diketahui, pelaku tak cuma membawa satu pisau, tapi dua. Satu pisau dapur, satu pisau cukur," ujarnya.

Belakangan diketahui, pelaku penusukan bernama Ravindra Giantama (22). Ravinda mengaku mengenal ZPD sejak 2015  melalui instagram. Sejak itu, ia pun kerap menguntitnya.

"Saya tahu dia dari temen nongkrong saya. Terus follow instagramnya. Stalking juga melalui instastory-nya. Saat tahu (dari instastory) dia ada di Braga, saya ikutin dia ke Braga," kata Ravindra di Mapolsek Sumur Bandung.

Ravinda juga mengaku sempat mendapat kesempatan untuk berbincang dengan siswi kelas 11 tersebut. Menurutnya, RVD adalah sosok yang ramah, karena itu ia sangat menyukainya.

Setelah pertemuannya yang pertama itu, kata Ravinda, ia sempat berupaya untuk kembali menemui ZPD.

"Saat itu, dia posting (unggah) sedang berada di acara Korea. Lalu saya samperin ke acara itu. Tapi, di sana dia sudah berubah, jadi jutek, enggak kayak pas di Braga," ujarnya.

Cinta Ditolak Terus oleh Pujaan Hati, Cowok Tusuk Cewek SMK karena Sakit Hati: Saya Dibilang Jelek

Cinta Bertepuk Sebelah Tangan, Ravi Nekat Tusuk Gadis Pujaan Hati, Sakit Hati Terus-terusan Ditolak

Usai Tenggak Pil Koplo, Dua Pelaku Ini Tega Tusuk Seorang Santri Hingga Tewas Kehabisan Darah

Bahkan, kata Ravinda, ZPD pun tak lagi ramah kepadanya di media sosial.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved