Breaking News:

Kasus Video Vina Garut

Rayya Meninggal Kena HIV & Stroke, Rumahnya Sepi Pelayat, Vina Ingin Melayat tapi Tidak Memungkinkan

Budi menyebut, V sebenarnya ingin datang ke pemakaman Rayya. Namun keinginan itu tak terlaksana karena V masih ditahan.

Tribun Jabar/Firman Wijaksana
Jenazah Rayya dibawa pihak keluarga dari rumah duka untuk disalatkan di Masjid Al Kautsar, Desa Sirnajaya, Kecamatan Tarogong Kaler, Sabtu (7/9/2019). 

Jenazah A alias Rayya dikebumikan di pemakaman Desa Sirnajaya, Kecamatan Tarogong Kaler.

Hingga pukul 09.30, jenazah Rayya masih dimandikan pihak keluarga.

Cicih mengatakan sebelum meninggal almarhum sempat dirawat di rumah sakit selama dua hari.

Almarhum baru kembali ke rumah pada Jumat (6/9/2019) sore.

"Baru kemarin pulangnya juga. Hari Rabu ke rumah sakitnya. Dari rumah sakit enggak ke rumahnya. Tapi ke rumah kakaknya. Cuma beda blok rumahnya," ucap Cicih, Sabtu (7/9/2019).

Cicih menyebut kondisi Rayya mulai memburuk pada bulan Juli.

Almarhum mulai mengalami stroke dan anggota badannya tak bisa digerakkan.

"Sebelumnya masih biasa. Juli kemarin baru agak parah. Agustus malah ramai banyak orang ke rumahnya," katanya

Di rumahnya, Rayya tinggal bersama ibu dan bapaknya.

Sedikit warga bantu yang urus jenazah Rayya

Keluarga almarhum Rayya memandikan jenazah di rumah duka, Desa Sirnajaya, Kecamatan Tarogong Kidul, Sabtu (7/9/2019).
Keluarga almarhum Rayya memandikan jenazah di rumah duka, Desa Sirnajaya, Kecamatan Tarogong Kidul, Sabtu (7/9/2019). (Tribun Jabar/Firman Wijaksana)

Ada pemandangan yang cukup memprihatinkan saat proses pengurusan jenazah Rayya sebelum dikebumikan.

Dalam tampak tayangan video yang direkam jurnalis Tribun Jabar, hanya terlihat sedikit warga yang ikut membantu mengurus jenazah almarhum Rayya, tersangka kasus video Vina Garut.

Pada tayangan video tersebut, tetangga pun seperti tak banyak yang keluar rumah saat jenazah Rayya dimandikan.

Tiba saat jenazah Rayya digotong pun, hanya terlihat beberapa warga yang baru muncul batang hidungnya.

Meski begitu, dalam tayangan video tersebut, ada 5 orang yang menggotong jenazah Rayya kemudian dibawanya jenazah tersebut ke sebuah Masjid di sekitar tempat tinggal Rayya.

Jenazah Rayya dibawa pihak keluarga dari rumah duka untuk disalatkan di Masjid Al Kautsar, Desa Sirnajaya, Kecamatan Tarogong Kaler, Sabtu (7/9/2019).
Jenazah Rayya dibawa pihak keluarga dari rumah duka untuk disalatkan di Masjid Al Kautsar, Desa Sirnajaya, Kecamatan Tarogong Kaler, Sabtu (7/9/2019). (Tribun Jabar/Firman Wijaksana)

Tak terlihat ada tangisan saat prosesi pengurusan jenazah Rayya.

Bahkan, sesekali warga yang membantu menggotong jenazah Rayya yang ditempatkan di dalam keranda itu tampak terlihat tertawa.

Tak hanya itu, dalam proses pengurusan jenazah Rayya, tampak ada seorang petugas kepolisian dan seorang anggota TNI yang terlihat menggunakan peci berwarna hitam.

Selain seorang anggota polisi yang ikut mengawal proses pengurusan jenazah Rayya, tampak beberapa wartawan yang bertujuan untuk meliput.

Vina Ingin Melayat

Tersangka V (paling kiri) menunjukkan kamar hotel tempat satu adegan video Vina Garut diambil di kawasan Cipanas, Kecamatan Tarogong Kaler, Kamis (22/8/2019).
Tersangka V (paling kiri) menunjukkan kamar hotel tempat satu adegan video Vina Garut diambil di kawasan Cipanas, Kecamatan Tarogong Kaler, Kamis (22/8/2019). ((Tribun Jabar/Firman Wijaksana))

Mantan istri Rayya yang juga tersangka video 'Vina Garut' berinisial V telah mengetahui kabar meninggalnya Rayya. Kabar duka tersebut disampaikan oleh ibu V.

Pengacara V, Budi Rahadian, mengatakan, V yang menjadi tahanan titipan di Rutan Garut sudah mendapat informasi kematian mantan suaminya. Budi menyebut, V bersedih atas kematian Rayya.

"Tadi pagi ibunya V telepon ke saya untuk memastikan kabar kematian Rayya. Setelah saya kroscek, kabar itu benar dan saya sampaikan kepada ibunya V," ucap Budi saat dihubungi, Sabtu (7/9/2019).

Budi menyebut, V sebenarnya ingin datang ke pemakaman Rayya. Namun keinginan itu tak terlaksana karena V masih ditahan.

"Inginnya datang ke pemakaman. Cuma harus ada izin dari penyidik dulu," katanya.

Jika diizinkan oleh penyidik, V akan melayat ke keluarga dan datang ke makam mantan suaminya itu. Namun pihaknya belum memastikan pengajuan izin karena masih menunggu keputusan dari keluarga.

"Keluarga mau diskusi dulu. Inginnya memang bisa melayat ke sana. Sekalian saya juga akan konsultasi dulu ke penyidik," ujarnya.

 Mantan Istri Farhat Abbas, Nia Daniaty Alami Kecelakaan Mobil, Selamat, tapi Terluka Parah

 TERUNGKAP, Mayat Berkaus Merah di Cimanggis Ternyata Sopir Taksi Online, Ditembak Oknum Anggota TNI

 Rayya Meninggal Setelah Kasus Video Vina Garut Terbongkar, Kena Stroke & HIV, Pemakamannya Sepi

Sebelumnya diberitakan, seorang pelaku di video Vina Garut berinisial A alias Rayya meninggal dunia, pada Sabtu (7/9/2019) dini hari.

Kematian salah satu pelaku di kasus video yang menghebohkan itu dibenarkan kuasa hukumnya.

"Iya, betul meninggal dunia. Jam 03.00 dikabarkan meninggal," ucap Soni Sanjaya, pengacara Rayya saat dihubungi.

Soni mengatakan jenazah Rayya masih berada di kediamannya.

Namun belum diketahui lokasi pemakaman Rayya karena masih didiskusikan keluarga.

Kasat Reskrim Polres Garut, AKP Maradona Armin Mappaseng melalui Kanit PPA, Aiptu Cecep Wawan Rustandi belum mengetahui penyebab kematian Rayya.

"Kami baru dapat informasi saja kalau dia meninggal dunia tadi subuh," ujarnya.

Cecep mendapat informasi Raya meninggal dari ketua RT tempat Raya tinggal.

"Belum tahu dimakamkan di mana. Soalnya di sekitar rumahnya belum ada pemakaman," katanya.

A alias Rayya jadi salah satu tersangka dan pemeran video Vina Garut.

Ia merupakan mantan suami V, pemeran wanita di video tersebut.

Video Vina Garut menghebohkan warga usai tersebar di media sosial Twitter.

Meski menjadi tersangka, Rayya tak ditahan karena menderita sejumlah penyakit.

Pekan lalu Raya baru saja menjalani perawatan di RSUD dr Slamet Garut selama empat hari.

Selama di RSUD dr Slamet, Rayya yang merupakan mantan suami pemeran wanita, V itu menjalani perawatan penyakit stroke dan penyakit lainnya.

Namun, Humas RSUD dr Slamet Iwa Kartiwa mengatakan Rayya tidak berobat untuk penyakit khusus.

Iwa mengatakan Rayya dipulangkan karena kondisinya telah membaik pada Jumat (30/8/2019).

Sebelum dirujuk ke RSUD dr Slamet, Rayya sempat dirawat di RS Guntur.

Selama menjalani perawatan, Rayya ditangani oleh tim dokter.

Ia juga menempati ruangan isolasi karena termasuk pasien yang memiliki penyakit khusus.

"Jadi kemarin berobatnya untuk penyakit stroke dan beberapa penyakit lainnya. Bukan untuk penyakit khususnya itu," ucapnya ketika dihubungi, Selasa (3/9/2019).

Sebelumnya, kuasa hukum Rayya, Soni Sonjaya mengatakan kesehatan Rayya terus memburuk.

Kini, Rayya kesulitan untuk bergerak.

Bahkan, untuk duduk pun sulit.

Soni mengatakan Rayya kembali ke rumah setelah empat hari dirawat.

Pihak rumah sakit kebingungan karena tak mempunyai ruangan khusus untuk penanganan penyakit Rayya.

"Kondisinya terus memburuk. Sekarang juga tidak bisa duduk. Tertidur saja di rumah. Paling beribat jalan ke rumah sakit," katanya.

Saling Tuduh Vina dan Rayya

Sebelumnya, tersangka A alias Rayya dalam kasus video Vina Garut sebelum meninggal dunia sempat membantah jika dirinya memaksa tersangka V untuk melakukan hubungan seks 3 lawan 1 atau satu wanita dengan tiga pria.

Adapun Rayya menyebut aksi mesum 3 lawan 1 pada video Vina Garut itu juga atas permintaan V.

Hal itu diungkapkan kuasa hukum Rayya, Soni Sonjaya.

Unsur pemaksaan yang dilontarkan oleh V disebut kliennya tidak benar.

Bahkan V yang meminta agar fotonya dipajang di akun twitter Rayya.

"Tidak benar kalau ada anggapan dipaksa. Saat pemeriksaan pertama itu dijelaskan jika V yang minta dibuatkan video Vina Garut dan disebar di twitter Rayya," ucap Soni melalui sambungan telepon, Senin (2/9).

Foto V yang dipajang di twitter Raya, lanjutnya, untuk menarik minat pelanggan. Nantinya Raya yang melakukan transaksi jika ada pelanggan yang menginginkan jasa V.

"Kata V itu bilang ke Rayya kalau ada tamu yang minat silakan saja. Transaksinya dengan Rayya yang saat itu berstatus suaminya. Bisa langsung atau ketemu di hotel," katanya.

Ia menambahkan, V juga meminta agar Rayya harus ikut dalam adegan itu.

Jadi bukannya Rayya yang meminta V untuk berbuat adegan mesum 3 lawan 1 dengan tiga pria seperti pada video Vina Garut.

"Tidak ada paksaan kepada V. Malah dia yang minta agar Rayya ikut. Apalagi uangnya juga semua diterima V. Rayya sama sekali tidak dapat uang," ujarnya.

Setelah menawarkan jasanya, kata Soni, V menerima upah antara Rp 500 ribu sampai Rp 700 ribu.

Ia juga membantah V tertekan karena dipaksa menjajakan jasanya ke pria hidung belang.

"Kalau klien saya dapat uang, bisa kena pasal penjualan orang. Tapi itu kan permintaan V," katanya.

Soni juga membantah jika V ditekan oleh kliennya untuk melakukan aksi tersebut.

Semua itu hanya alibi dari V untuk terbebas dari jeratan hukum.

"Masa tertekan tapi lebih dari satu kali melakukannya. Apalagi videonya juga banyak. Dia (V) sama-sama menikmati," ucapnya.

Adapun Rayya kini telah kembali ke rumah setelah empat hari dirawat di RSUD dr Slamet, Garut.

Pihak rumah sakit kebingungan karena tak mempunyai ruangan khusus untuk penanganan penyakit Rayya.

"Kondisinya terus memburuk. Sekarang juga tidak bisa duduk. Tertidur saja di rumah. Paling berobat jalan ke rumah sakit," ujarnya.

Tersangka Rayya idap penyakit mematikan

Tersangka A alias Rayya dalam kasus video 'Vina Garut' harus menjalani perawatan di RSUD dr Slamet, Garut.

Adapun Rayya dirawat usai kondisi kesehatannya terus menurun.

Soni Sonjaya, pengacara Rayya menyebut, kliennya telah empat hari dirawat. Semenjak ditetapkan menjadi tersangka, Rayya telah menderita sejumlah penyakit.

"Kondisinya semakin memburuk sehingga harus dirawat di rumah sakit. Apalagi dia juga terena stroke," ucap Soni saat dihubungi, Jumat (30/8).

Untuk sementara, Rayya juga tak ditahan kepolisian. Pihaknya telah meminta penangguhan penahanan karena kliennya harus menjalani pengobatan.

 Rayya, Lawan Main V di Vina Garut, Hampir Nangis Saat Dinyatakan Idap HIV, Alami Penyakit Ini juga

"Tadi juga ada petugas yang datang ke rumah sakit. Kepentingannya untuk pemeriksaan tambahan. Namun belum bisa disampaikan hasilnya," katanya.

Raya merupakan salah seorang pemeran dalam video 'Vina Garut'. Ia berperan menjadi penjual tersangka V kepada para pelanggannya. Raya merupakan mantan suami V.

Di kalangan penyanyi panggung, Raya dikenal sebagai pembawa acara.

Adapun Rayya juga dikenal sering bergonta-ganti pasangan.

 Aulia Sempat Ajak Pupung ke Ranjang untuk Berhubungan Badan Sebelum Bunuh & Hangus Suaminya

"Kalau soal video gangbang itu sih kurang tahu. Cuma dia suka memperlihatkan video ranjang ke penyanyi panggung," ujar salah seorang penyanyi yang enggan disebutkan.

Rayya juga memiliki salon di daerah Garut Kota. Namun salon itu sudah lama tutup. Saat salon masih dibuka, banyak penyanyi panggung yang menjadi pelanggan.

"Jadi si V itu istri keduanya. Sebelumnya dia juga sempat nikah dan bercerai. Dari pernikahan pertama, Raya memiliki seorang anak," katanya.

Saat ditanya terkait penyimpangan seks dari Raya, ia membenarkannya. Menurutnya, sudah bukan hal tabu jika ada yang menjadi homoseks atau biseks dalam pergaulan di dunia hiburan.

"Soal HIV memang juga sudah ramai di kalangan penyanyi ini. Soalnya banyak yang takut diperiksa soal HIV ini. Jadi perlu ada pendekatan sih dari pemerintah agar mereka mau diperiksa," ucapnya. (firman wijaksana)

V Bongkar kelakuan Rayya

Tersangka V menyebut tak mengenal para pria yang berada dalam video Vina Garut, 3 lawan 1.

Adapun menurut pemeran cewek pada video Vina Garut 3 lawan 1 itu, ia mengaku, bertemu semua lelaki itu di sebuah hotel.

Seingatnya, ia pernah tiga kali berhubungan dengan lebih dari dua pria.

Dilansir dari Tribun Jabar, Dua kali dilakukannya di sebuah hotel di kawasan Cipanas, Kecamatan Tarogong Kaler.

Pemeran wanita video mesum Vina Garut dibayar Rp 500 ribu
Pemeran wanita video mesum Vina Garut dibayar Rp 500 ribu (Kolase Tribun Jabar (Screenshot media sosial dan Indiatimes via Tribunnews))

Satu lagi dilakukan di sebuah tempat kos di Wanaraja.

"Ada yang dua orang (pria). Ada juga yang lebih dari dua (pria)," kata V di Mapolres Garut, Rabu (21/8/2019).

Pria-pria itu, katanya, mengenal suaminya melalui media sosial Twitter.

Tersangka A alias Rayya memasang fotonya di Twitter.

"Jadi ada yang ngontak ke messenger Twitter setelah suami pasang foto saya. Fotonya enggak ada muka saya. Cuma setengah badan," ujarnya.

Setelah bertransaksi dengan suaminya, V terpaksa harus melayani pria hidung belang itu.

Bayarannya pun tak besar

Ia hanya menerima uang sebesar Rp 500 ribu untuk sekali melakukan adegan tersebut.

"Saya sih dikasih sama suami Rp 500 ribu. Tapi mereka bayarnya berapa enggak tahu. Uangnya, kan, dikasih dari mereka langsung ke suami saya," ucapnya.

Dipaksa Suami

Adapun video Vina Garut menghebohkan publik usai ramai beredar pekan lalu.

Tersangka V pun buka suara terkait video Vina Garut yang beredar tersebut.

Perempuan yang baru berusia 19 tahun menikah dengan tersangka A alias Rayya pada 2015.

Ia mengaku diminta suaminya melakukan adegan itu.

 Sindir Nikita Mirzani Labrak Elza Syarief, Farhat Abbas Malah Ditantang Adu Tinju di Atas Ring

Alasannya untuk menjaga keutuhan rumah tangga.

Permintaan itu disampaikan A dengan alasan agar ia tak berhubungan dengan wanita lain.

V pun menuruti keinginan suaminya.

Ia takut ditinggalkan oleh suaminya.

Apalagi V sudah tak tinggal dengan orang tuanya.

 V, Pemeran Cewek di Video Vina Garut Bongkar Sifat Asli Rayya, Pria yang Memaksanya Main 3 Lawan 1

 BREAKING NEWS: Sekda Jabar Iwa Karniwa Resmi Ditahan KPK Kasus Suap Meikarta, Ucapkan Hal Ini

Rayya-lah yang menjadi tempatnya berlindung saat itu.

"Saya mikirnya kalau ditolak pasti dimarahi. Apalagi suami terus minta. Pertamanya saya tolak. Tapi dia mendesak terus," kata V di Mapolres Garut, Rabu (21/8/2019).

V tak terlalu ingat percis kapan ia pertama kali melakukan hubungan badan beramai-ramai.

Ia hanya mengingat di tahun 2017 atau 2018 aksinya itu dilakukan.

Secara batin V mengaku tak nyaman.

Apalagi menjadi tontonan beberapa orang.

 Aulia Sempat Ajak Pupung ke Ranjang untuk Berhubungan Badan Sebelum Bunuh & Hangus Suaminya

Namun ia harus bisa menikmati agar tak dimarahi suaminya.

"Jadi kepaksa seperti menikmati. Sebenarnya enggak nyaman cuma mau gimana lagi," ucapnya.

Kini V harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Ia pun menyesal telah melakukan perbuatan itu.

Apalagi videonya telah beredar di masyarakat.

Pelaku A positif HIV

Polisi memastikan tersangka A alias Rayya, lawan main V dalam video Vina Garut, 3 lawan 1 positif menderita HIV.

Hasil itu berdasarkan pemeriksaan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Garut.

Kasatreskrim Polres Garut, AKP Maradona Armin Mappaseng mengatakan, tersangka A alias Rayya telah dinyatakan positif HIV.

Namun pihaknya tetap meminta agar Dinkes kembali memeriksa virus yang diderita oleh A alias Rayya.

"Iya betul sudah positif. Untuk dua pelaku lain negatif," ujar Maradona saat dihubungi, Selasa (20/8/2019).

Tersangka A alias Rayya (jaket merah) diperiksa di Mapolres Garut, Selasa (20/8/2019).
Tersangka A alias Rayya (jaket merah) diperiksa di Mapolres Garut, Selasa (20/8/2019). (Tribun Jabar/Firman Wijaksana)

Tim dari Dinkes Garut telah mengambil sampel darag pada tiga hari lalu.

Adapun A alias Rayya kini belum ditahan Polres Garut.

 Video Vina Garut Ada 50 Episode, tapi yang Diproses Hanya 2, Vina Negatif HIV, Rayya Kena Stroke

 Rayya Simpan Puluhan Video Vina Garut di HP, Pernah Jajakan Istri Layani Beberapa Pria Sekaligus

 SESAAT LAGI, Persija Jakarta vs Kalteng Putra, Link Live Streaming Indosiar di Sini, Tonton di HP

Namun hari ini tersangka A alias Rayya dihadirkan ke Polres Garut.

"Belum kami tahan karena kondisinya sakit. Tidak mungkin juga melarikan diri. Tapi nanti kami akan melihat kemungkinannya bisa ditahan atau tidak setelah konsultasi dengan dokter," katanya.

Selain itu, tersangka A masih menjalani terapi sehingga tak ditahan.

Pihaknya pun terus memantau perkembangan dari tersangka A alias Rayya.

Adapun A alias Rayya merupakan mantan suami dari tersangka V.

Hasil pemeriksaan, A alias Rayya sengaja menjual V untuk melakukan adegan ranjang bersama tiga pria.

Vina Negatif HIV

Ilustrasi video mesum
Ilustrasi video mesum (Tangkapan layar video mesum (Twitter))

Polres Garut telah memeriksa kesehatan tiga tersangka kasus video Vina Garut.

Terutama adanya indikasi para pelaku menderita penyakit HIV.

Pemeriksaan dilakukan karena para pelaku melakukan adegan ranjang beramai-ramai.

Ditambah adanya satu tersangka yang sakit parah.

Kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wiguna menuturkan, hasil pemeriksan kepada tersangka V dan W alias Willy telah keluar.

Hasilnya kedua tersangka negatif HIV.

"Kami cek kesehatannya karena ada indikasi (HIV). Dipastikan saja soal kesehatan para tersangka," ujar Budi di Kantor Bupati Garut, Senin (19/8/2019).

Budi menyebut penyidik telah menemukan 50 video dari ponsel milik tersangka Rayya. Namun hanya dua video yang masuk dalam proses penyidikan.

"Kami hanya masukkan satu atau dua video. Yang tren hanya dua video sesuai laporan aduan," ucapnya.

Video mesum Vina Garut. Para pelaku sudah ditangkap polisi.
Video mesum Vina Garut. Para pelaku sudah ditangkap polisi. (screenshot)

Awal Mula Video Vina Garut

A, pelaku kasus video Vina Garut merupakan mantan suami V, pemeran wanita pada video mesum yang beredar.

Keduanya merupakan sama-sama orang Garut.

Saat mereka masih menjadi suami istri lah awal mula dibuatnya video Vina Garut yang bikin heboh itu.

Berdasarkan laporan wartawan Tribunjabar.id, A saat itu disebut membutuhkan uang.

Atas alasan finansial, sang suami pun tega menjual istrinya untuk beradegan panas dengan pria lain.

Melalui Twitter, ia pun mengkiklankan hal tersebut.

Tak hanya itu, ia pun menyebarkan tawaran jasa seksual itu dari mulut ke mulut.

 700 Karung Disiapkan untuk Angkut Sampah yang Menumpuk di Sungai Cipeujeuh Cimahi

Ia memasang tarif Rp 500 ribu.

Mau tak mau sang istri yang kini berprofesi sebagai penyanyi itu menuruti suaminya.

Ia bahkan sampai melakukan adegan panas dengan lebih dari satu pria.

Tak hanya sekali, V bahkan melakukan hal tersebut lebih dari dua kali.

"Sudah lebih dari dua kali V dan A melakukan aksi ramai-ramai itu. Tapi kalau yang ada video katanya cuma dua," kata Kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wiguna.

Kini diketahui, video Vina Garut yang beredar itu dibuat pada 2018.

Kepada polisi, A dan V mengaku, sadar perbuatan mereka itu direkam kamera.

Namun, keduanya tak tahu menahu soal video tersebut diperjualbelikan di Twitter.

 Tak Mampu Menahan Syahwat, Pria Ini Nekat Cabuli Wanita Pujaan Sehari Sebelum Wanita Dilamar Kekasih

"A juga ikut dalam video itu. Ada perilaku seks menyimpang dari A karena memperjualbelikan istrinya," ujar AKBP Budi.

Kini, saat video Vina Garut viral ternyata keduanya sudah cerai.

"Sekarang status A dan V sudah bercerai," ujarnya.

Mantan suami V memang tak bekerja.

Ia dikenal sebagai pengangguran.

Tangkapan layar video gangbang di Garut.
Tangkapan layar video gangbang di Garut. (Twitter)

Diketahui, kini A tengah sakit keras.

Belum diketahui penyakit apa yang dideritanya.

Namun, A disebut sudah sakit selama satu tahun terakhir.

 Terkini Kasus Video Vina Garut 3 Lawan 1, Polisi Buru Pembeli dan Penikmat Video Adegan Asusila

Saat ditemukan polisi, kondisi A disebut sangat memprihatinkan.

Hal itulah yang membuat polisi tak membawa pelaku video Vina Garut itu ke kantor polisi.

"A ada di rumahnya karena sakit. Anggota di lapangan menyebut kondisi A sangat memprihatinkan. Tapi sudah kami periksa," kata AKBP Budi.

Akibat perbuatannya, kini A dan V pun sudah dijadikan tersangka.

Video Vina Garut Direkam di Hotel

Kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wiguna mengungkapkan, perekaman video mesum Vina Garut dilakukan di salah satu hotel di Garut.

Hal ini senada dengan dugaan sebelumnya, di mana lokasi perekaman video mesum Vina Garut itu seperti di sebuah kamar hotel.

Berdasarkan laporan wartawan TribunJabar.id, video mesum Vina Garut itu diduga direkam di dua tempat berbeda. Namun, tak diketahui secara pasti hotel di Garut mana yang dimaksud.

Saat melakukan aksinya, V dan A sadar direkam namun mereka tak mengetahui jika videonya diperjualbelikan.

Kini, selain pemeran perempuan V (19) dan pemeran laki-laki, A (30), Polres Garut sudah mengamankan satu pelaku lainnya.

 Wali Kota Malang Minta Maaf soal Insiden yang Menimpa Mahasiswa Papua

 Materi Pemain PSIT Kota Cirebon Kombinasi Senior dan Junior, Siap Curi Poin di Sumedang

V dan A sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam video Vina Garut. Sementara itu, satu pelaku lainnya yang telah diamankan berinisial B, masih berstatus sebagai saksi.

"V warga Tarogong Kidul dan A warga Tarogong Kaler. Sudah kami tetapkan sebagai tersangka," ujar Budi Satria Wiguna di Mapolres Garut, Kamis (15/8/2019).

Ternyata, B menyerahkan diri ke Polres Garut pada Rabu (14/8/2019) malam.

Saat ini, polisi juga tengah mencari pelaku lain.

"Identitas yang lain sudah dikantongi dan sedang dikejar. B ini juga mengaku pernah bermain (dalam video)," katanya. 

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved