Kasus Video Vina Garut
Rayya Meninggal Kena HIV & Stroke, Rumahnya Sepi Pelayat, Vina Ingin Melayat tapi Tidak Memungkinkan
Budi menyebut, V sebenarnya ingin datang ke pemakaman Rayya. Namun keinginan itu tak terlaksana karena V masih ditahan.
Jenazah A alias Rayya dikebumikan di pemakaman Desa Sirnajaya, Kecamatan Tarogong Kaler.
Hingga pukul 09.30, jenazah Rayya masih dimandikan pihak keluarga.
Cicih mengatakan sebelum meninggal almarhum sempat dirawat di rumah sakit selama dua hari.
Almarhum baru kembali ke rumah pada Jumat (6/9/2019) sore.
"Baru kemarin pulangnya juga. Hari Rabu ke rumah sakitnya. Dari rumah sakit enggak ke rumahnya. Tapi ke rumah kakaknya. Cuma beda blok rumahnya," ucap Cicih, Sabtu (7/9/2019).
Cicih menyebut kondisi Rayya mulai memburuk pada bulan Juli.
Almarhum mulai mengalami stroke dan anggota badannya tak bisa digerakkan.
"Sebelumnya masih biasa. Juli kemarin baru agak parah. Agustus malah ramai banyak orang ke rumahnya," katanya
Di rumahnya, Rayya tinggal bersama ibu dan bapaknya.
Sedikit warga bantu yang urus jenazah Rayya

Ada pemandangan yang cukup memprihatinkan saat proses pengurusan jenazah Rayya sebelum dikebumikan.
Dalam tampak tayangan video yang direkam jurnalis Tribun Jabar, hanya terlihat sedikit warga yang ikut membantu mengurus jenazah almarhum Rayya, tersangka kasus video Vina Garut.
Pada tayangan video tersebut, tetangga pun seperti tak banyak yang keluar rumah saat jenazah Rayya dimandikan.
Tiba saat jenazah Rayya digotong pun, hanya terlihat beberapa warga yang baru muncul batang hidungnya.
Meski begitu, dalam tayangan video tersebut, ada 5 orang yang menggotong jenazah Rayya kemudian dibawanya jenazah tersebut ke sebuah Masjid di sekitar tempat tinggal Rayya.
