Breaking News:

Prada DP Simpan Potongan Tubuh Vera di Koper, Mutilasi Pakai Gergaji, Sempat Ingin Membakarnya

Prada DP Simpan Potongan Tubuh Vera di Koper, Mutilasi Pakai Gergaji, Sempat Ingin Membakarnya

ISTIMEWA
Vera Oktaria dan Prada DP 

TRIBUNCIREBON.COM- Terungkap jika usai mendapatkan masukan dari Imam Satria untuk membakar mayat korban Vera Oktaria, Prada DP dengan tenang meninggalkan penginapan Sahabat Mulia Sungai Lilin.

Sebelumnya Prada DP sempat panik karena bingung membuang mayat Vera Oktaria, bahkan sempat membeli tiga tas dan satu koper, untuk membawa mayat tersebut dan membuangnya satu tempat.

Namun karena di penginapan itu banyak orang dan resepsionis serta security berjaga 24 jam, membuat Prada DP makin panik, terlebih lagi mayat Vera Oktaria yang sudah dimutilasi itu memang tidak muat masuk dalam satu atau dua tas saja.

Makanan yang Sering Dikonsumsi Ini Bikin Gula Darah Naik, Begini Cara Ampuh Mengontrol Gula Darah

Namun setelah bertemu Imam Satria, maka Prada DP merasa lega dan dengan tenang meninggalkan kamar.

Sebelum menginap Prada DP ternyata sudah mengaburkan identitas baik itu masuk ke penginapan maupun menyewa mobil dengan menggunakan nama Doni.

Terungkap dalam sidang ke-3 di Pengadilan Militer Prada DP, Kamis (8/8/2019) itu, bahwa Saksi pertama yang diperiksa adalah Arifik seorang penjaga malam yang bekerja di Sahabat Mulia tak banyak informasi yang diketahui. Namun hal-hal penting tentang keberadaan Prada DP di hotel tersebut benar adanya.

Namun, pada saksi kedua yang  memberikan kesaksian dalam sidang tersebut ialah Wiwin Safitri. Istri dari Nurdin tersebut  yang berhadap langsung dengan Prada DP pada saat memesan.

Prada DP dikawal oleh anggota TNI saat akan menjalani sidang perdana kasus pembunuhan dan mutilasi Vera Oktaria, Kamis (1/8/2019)
Prada DP dikawal oleh anggota TNI saat akan menjalani sidang perdana kasus pembunuhan dan mutilasi Vera Oktaria, Kamis (1/8/2019) (ISTIMEWA)

"Datang langsung bertemu saya menggunakan pakaian abu-abu (Prada DP) dan saya tawar brosur. Dia langsung membayar kepada saya, karena harga kamar 150.000 rupiah dan uangnya 200.000 rupiah saya bilang kembaliannya besok saja. Namun saat memberikan identitas nama dan alamatnya. Ia mengaku bernama Doni yang pulang ke B13 Karang Agung,"ujarnya saat memberikan kesaksian.

Kemudian mereka diberikan kunci kamar bernomor 06 yang fasilitasnya tanpa AC atau memakai kipas angin. Saat itu dirinya bertindak sebagai kasir sampai saat kejadian. Karena kasirnya tersebut sedang pulang kampung.

Dari keterangannya pada saat Prada DP memesan kamar hanya satu yang tak terisi dari 15 kamar yang ada dan gudang yang berada didekatnya tak ada alat pemotong. Hanya ada perlengkapan kebersihan beserta pembersihnya.

Inilah Sosok Serli, Sempat Bermalam Bersama di Kamar Kos Sebelum Prada DP Mutilasi Vera Oktaria

Halaman
1234
Editor: Mutiara Suci Erlanti
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved