Rumah Kontrakannya Terbakar Saat Ditinggal Jualan Martabak, Runadi Merugi Rp 50 Juta
Runadi (40) hanya dapat pasrah meratapi rumah kontrakannya yang hanya menyisakan puing-puing arang pascakebakaran
Penulis: Handhika Rahman | Editor: Muhamad Nandri Prilatama
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman
TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Runadi (40) hanya dapat pasrah meratapi rumah kontrakannya yang hanya menyisakan puing-puing arang pascakebakaran yang terjadi pada Minggu (4/8/2019) sekitar pukul 22.15 WIB kemarin malam.
Rumah kontrakan tersebut berlokasi di Blok Bungkul Barat, Rt 01/03 Kelurahan Bojongsari, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu.
Runadi menceritakan awal mula terjadinya kebakaran, menurutnya munculnya api disebabkan oleh kelalaiannya ketika menyalakan lilin saat kondisi rumah sedang dalam keadaan kosong.
Pantauan Tribuncirebon.com di lokasi, jelas terlihat kesedihan yang teramat dari sorot mata sayu Runadi saat memeriksa harta benda miliknya yang hangus terbakar.
Kini harta benda, seperti dua unit sepeda motor, surat-surat berharga, dan parabotan rumah tangga lainnya yang selama ini dia kumpulkan dari hasil jualan martabak seluruhnya sudah berubah menjadi tumpukan arang dan tidak ada yang tersisa.
Runadi mentaksir, kerugian yang dialami akibat kebakaran ini mencapai Rp 50 juta.
• 3 Rumah di Indramayu Ludes Terbakar Saat Pemadaman Listrik, Ini Penyebabnya
• Lansia Yang Sakit Stroke Terperangkap dan Terbakar di Dalam Kamar, Ini Kesaksian Saksi Mata
• Gara-gara Mati Lampu, Pengantin Baru Ini Justru Habiskan Malam Pertama Bukan Dengan Suaminya
"Ini materinya saja, tidak sama rumah, kalau rumah kan ini saya ngontrak," ujar dia saat ditemui Tribuncirebon.com di lokasi rumah kontrakannya yang terbakar, Senin (5/8/2019).
Sebelum kebakaran, kata Runadi, dirinya tengah berjualan martabak di Desa Pabean Udik. Kemudian di tengah-tengah waktu berjualan sekitar pukul 18.30 WIB, Runadi pulang dahulu ke rumah untuk mandi, salat, dan lainnya. Karena saat itu kondisi listrik sedang padam, Runadi menyalakan tiga buah lilin sebagai alat penerangan.
Dua buah lilin di simpan Runadi di dapur rumah dan satu buah lilin di letakkan di ruang tengah.
"Kalau yang belakang rumah itu saya simpan di bata-bata, kalau yang di ruang tengah langsung di lantai," ujar dia.
Dicerirakan Runadi, dirinya hendak berangkat kembali berjualan pada pukul 19.00 WIB, sebelum berangkat dirinya sempat memadamkan dua buah lilin yang berada di dapur rumah. Namun lilin yang berada di tengah rumah dia biarkan menyala kemudian berangkat berjualan.
"Di rumah kan banyak tikus, kemungkinan jatuh oleh tikus lalu menyambar ke kertas-kertas nasi itu," ucap dia.
Runadi mengaku dirinya mengetahui rumah kontrakannya terbakar sekitar pukul 22.00 WIB dari tetangganya. Saat tiba di lokasi api sudah membesar dan petugas pemadam kebakaran tengah berusaha menjinakan kobaran api tersebut.
Saat ini Runadi beserta istri mengungsi ke rumah kontrakan lainnya yang berada di belakang rumah kontrakan yang terbakar itu. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/kebakaran-lilin.jpg)