Lansia Yang Sakit Stroke Terperangkap dan Terbakar di Dalam Kamar, Ini Kesaksian Saksi Mata

Seorang warga lanjut usia bernama Otijah (65) meninggal akibat terbakar saat berada di kamar tidur kediamannya di Kampung Sukamulya RT 3/6

Tribun Jabar/Ery Chandra
Menantu korban meninggal, Cecep Suryana tengah menunjuk lokasi emak tengah berada di kamar tidur, di Kampung Sukamulya RT.3/06, Kelurahan Ciseureuh, Kabupaten Purwakarta, Senin (5/8/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, ery chandra

PURWAKARTA - Seorang warga lanjut usia bernama Otijah (65) meninggal akibat terbakar saat berada di kamar tidur kediamannya di Kampung Sukamulya RT 3/6, Kelurahan Ciseureuh, Kabupaten Purwakarta.

Korban diduga tidak bisa menyelamatkan diri karena terperangkap, juga faktor fisik yang tengah sakit. Berdasarkan pantauan Tribun Jabar, tempat tidur yang berada di rumah tersebut tampak hangus terbakar. Bahkan, sisa air untuk memadamkan api masih tergenang di kamar tersebut.

Menantu korban, Cecep Suryana (30) membenarkan musibah yang menimpa orangtuanya sekitar pukul 21.00 WIB itu.

"Emak lagi sakit stroke. Jalannya memang agak sulit. Sebelum kejadian saya di rumah. Yang tinggal di rumah cuma bertiga," ujar Cecep, kepada Tribun Jabar, di lokasi, Kelurahan Ciseureuh, Kabupaten Purwakarta, Senin (5/8/2019).

3 Rumah di Indramayu Ludes Terbakar Saat Pemadaman Listrik, Ini Penyebabnya

Listrik Padam & Stok Lilin Habis? Kalian Jangan Khawatir, Nih Cara Membuat Penerangan Seperti Lilin

Saksi mata, Undang Safei (36) menceritakan tengah berkunjung ke rumah orangtuanya malam itu yang berada tepat depan lokasi kejadian.

Saat itu, kondisi listrik sedang padam. Dirinya pun mengaku sedang santai sambil meminum kopi. Lantas ketika jongkok di depan rumah, tiba-tiba dirinya melihat seperti cahaya dari dalam rumah Otijah yang terkunci.

"Saya langsung berlari dan sempat memanggil emak yang ada di dalam, tapi enggak menyaut. Saya pecahkan kaca kamar depan karena ada api. Ternyata emak cuma sendiri di dalam. Emak dikelilingi api," katanya.

Undang mengatakan tidak mendengar suara apapun dari dalam rumah. Dirinya pun sempat memadamkan api menggunakan air comberan.

"Saya teriak sambil lari ke sana kesini sampai suara serak. Baru ngumpul warga bantu padamkan pakai air seadanya," ujarnya.

Menurutnya, kondisi tubuh emak sudah dalam keadaan kaku sembari memegang senter. Api yang berada di bawah tempat tidur sulit dipadamkan. Sehingga nyawa emak tak tertolong. Ditambah karena kondisi kamar yang banyak kain menumpuk di kasur.

"Kami memadamkan sekitar satu jam. Saat Damkar datang sudah padam," katanya. (*)

Editor: Muhamad Nandri Prilatama
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved