Gunung Tangkubanparahu Kembali Erupsi dan Statusnya Waspada, Begini Kata Ridwan Kamil

Meski kembali erupsi pada Kamis (1/8/2019) malam hingga Jumat (2/8/2019) pagi, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengatakan bahwa Gunungapi

Gunung Tangkubanparahu Kembali Erupsi dan Statusnya Waspada, Begini Kata Ridwan Kamil
Tribun Jabar/ Daniel Andreand Damanik
Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil, Atalia Kamil, dan Kadisbudpar Jabar Dedy Taufik saat diwawancara wartawan seusai parade AAF di Jalan Asia Afrika, Bandung, Sabtu (29/6/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Haryanto

BANDUNG - Meski kembali erupsi pada Kamis (1/8/2019) malam hingga Jumat (2/8/2019) pagi, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengatakan bahwa Gunungapi Tangkubanparahu tidak bisa ditutup dalam waktu lama.

Bahkan karena erupsi tersebut, status gunung yang terletak di Kabupaten Bandung Barat dan Subang itu dinaikkan.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVBMG) menyatakan statusnya kini berada di level II atau waspada.

"Kan enggak bisa juga ditutup selamanya atau dibuka terus-terusan, semuanya menyesuaikan situasinya," kata pria yang akrab disapa Emil saat ditemui di Gedung Sate, Bandung.

Hal itu karena situasi di gunung Tangkubanparahu masih sangat fluktuatif. Dengan demikian situasinya harus menyesuaikan sesuai dinamika yang terjadi.

Gunung Tangkubanparahu Terjadi Erupsi Susulan, Wisatawan Diminta Pulang Lagi

Status Gunungapi Tangkuban Perahu Dinaikkan Jadi Waspada, Kepala PVMBG: Ada Peningkatan Ancaman

Saran pembukaan Tempat Wisata Alam (TWA) Tangkubanparahu pada Kamis pagi pun bukan tanpa alasan. Emil mengaku pembukaan TWA itu berdasarkan data-data yang dijelaskan beberapa pihak dari hasil rapat koordinasi yang telah digelar pada Selasa (30/7/2019).

Hasil rakor bersama sejumlah pihak termasuk pengelola TWA Tangkubanparahu itu menghasilkan bahwa gunungapi dinyatakan sudah aman.

"Hasil rapat mengindikasikan bahwa semuanya sudah aman dan clear. Nah kalau sekarang ada dinamika fluktuatif lagi, ya menyesuaikan," ucapnya.

Menurut Emil, erupsi yang terjadi tidak berdampak terlalu luas sebab erupsinya bersifat freatik kecil yang mengeluarkan uap magma.

Namun erupsi freatik di Tangkubanparahu itu frekuensinya akan sering terjadi, namun dengan dampak yang tidak besar.

Dia meminta pihak pengelola untuk mengikuti aturan dan arahan dari pihak terkait, dalam hal ini PVMBG untuk melakukan pembukaan atau penutupan TWA Tangkubanparahu.

"Kalau rekomendasinya seperti itu (ditutup), silahkan menyesuaikan. Jika sudah kembali aman, buka lagi. Ini hanya masalah kewaspadaan saja dalam merespon," ujar dia. (*)

Editor: Muhamad Nandri Prilatama
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved