Macan Kumbang Itu Diberi Nama Slamet Ramadhan, Bakal Dilepasliarkan di Gunung Ciremai

pemindahan itu dilakukan dengan pertimbangan bahwa hewan liar tersebut akan dilepasliarkan di Taman Nasional Gunung Ciremai

Tribun Jabar/Syarif Pulloh Anwari
Macan kumbang yang ditangkap di Subang karena masuk rumah akan dibawa ke Pusat Penyelamatan Satwa Liar Cikananga sebelum dilepasliarkan di Gunung Ciremai. 

Kini, macan itu dipindahkan ke Cikananga untuk melakukan penyesuaian sebelum dilepasliarkan di Gunung Ciremai.

"Sebetulnya bukan hanya rehabilitasi juga ada nanti monitoring ya, di alamnya kan banyak faktor yang kami siapkan," katanya.

VIRAL Puisi Fahri Hamzah Berjudul Kan Kuhapus Air Matamu, Disebut-sebut Ditujukan untuk Prabowo

Beberapa faktor yang harus diperhatikan itu adalah faktor sosial kesiapan masyarakatnya.

"Jangan sampai kami memindahkan satwa ini dengan tujuan yang baik untuk melepasliarkan tapi nanti timbul konflik baru di sana. Itu juga tidak kita harapkan. Sama saja dengan kita memindahkan konflik baru seperti itu kan," tuturnya.

Dewan Pembinaan Yayasan Margasatwa Taman Sari Bandung Tony Sumampaw berharap macan kumbang yang ditangkap karena masuk pemukiman warga beberapa waktu lalu itu secepat mungkin dilepasliarkan agar tidak kehilangan insting liarnya.

"Kalau mau dilepas harus cepat. Kalau sudah sehat, harus segera dilepas, tetapi saya enggak tahu kenapa mundur-mundur waktunya. Lebih mundur kan memakan waktu," kata pria yang juga menjabat sebagai Sekjen Perhimpunan Kebun Binatang Seluruh Indonesia (PKBSI) itu.

Menurut Tony, turunnya macan ke pemukiman warga bisa jadi karena beberapa alasan, seperti rusaknya habitat hingga susahnya pakan.

Macan kumbang, menurut dia, hanya memakan makanan berukuran kecil, seperti burung atau unggas atau kera ekor panjang. Meski sudah hampir sebulan dirawat di Bandung Zoo, namun Tony menilai bahwa kondisi macan tersebut masih stres.

"Stres masih, liar masih ada, hanya apakah mereka sudah cukup waktu untuk dilepas? Mungkin kalau mau ditaruh di tempat rehabilitasi, berarti harus ada lahan luas, siapa yang punya lahan yang luas, enggak ada. Hal ini juga masalahnya," katanya.

Pasalnya, jika macan tersebut terlalu lama di penangkaran atau rehabilitasi yang membutuhkan campur tangan manusia, maka macan tidak lagi takut manusia.

Halaman
123
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved