Begini Penjelasan Emil Soal Kontroversi Masjid Al Safar, Sebut-sebut Isunya Sempat Ada Saat Pilgub

Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan hal tersebut hanya ketidaksengajaan bahkan tuduhannya salah persepsi.

Tribun Jabar
Kolase Tribun Jabar (Instagram Ridwan Kamil dan @ustadzrahmatbaequni) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Syarif Abdussalam

BANDUNG - Menanggapi tuduhan yang menyatakan bahwa sejumlah masjid rancangannya lekat dengan sejumlah simbol illuminati atau simbol dajjal, termasuk Masjid Al Safar di rest area Tol Cipularang, Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan hal tersebut hanya ketidaksengajaan bahkan tuduhannya salah persepsi.

Dalam acara kajian dan silaturahimnya bersama Ustaz Rahmat Baequni dan Ketua MUI Jabar Rahmat Syafei di Pusdai Jabar, Senin (10/6), Gubernur yang akrab disapa Emil ini mengatakan tidak pernah berniat membangun masjid dengan simbol-simbol yang bertentangan dengan ajaran Islam.

Emil mengatakan, tuduhan terhadap Masjid Al Safar yang menyatakan gerbang dan mihrabnya berbentuk segitiga dan identik dengan simbol illuminati adalah salah, karena sebenarnya gerbang dan mihrab masjid tersebut berbentuk trapesium dengan empat sudutnya.

Mengenai ornamen berbentuk bulat yang digantungkan di mihrab tersebut, yang kemudian dinilai sebagai simbol mata dajjal, Emil mengatakan bukan dirinya yang mendesain atau memasangnya, melainkan pihak Jasa Marga selaku pengelola jalan tol yang memasangnya setelah masjid rampung.

"Tidak ada niat sedikit pun, bukan bagian dari yang dipersepsikan. Alhamdulillah saya dapat ilmu dua SKS dari Ustaz Rahmat Baequni tentang hal-hal begitu. Kan menambah keimanan dan keilmuan saya, nanti saya terjemahkan dalam hal-hal berikutnya lebih banyak," kata Emil saat ditemui setelah sama-sama memberikan paparan dengan Ustaz Rahmat Baequni di hadapan ratusan orang tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Emil menyatakan rasa terima kasih bisa bersilaturahim dan menimba ilmu dari Ustaz Baequni sepelas Ramadan tersebut. Sebelumnya dalam ceramahnya, Ustaz Baequni sempat mengulas Masjid Al Safar yang menurutnya memiliki sejumlah bagian yang mirip dengan simbol-simbol illuminati.

Sebelumnya juga, potongan video yang menampilkan Ustaz Baequni menilai bahwa gaya arsitektur Masjid Al Safar kental dengan simbol illuminati, sebuah organisasi kuno dunia, ramai diperbincangkan.

Masjid Al Safar di rest area KM 88 B Tol Cipularang di Purwakarta itu memang didesain Ridwan Kamil dan tim arsitek Urbane. Sejumlah netizen pun menanyakan Emil yang biasa menggunakan desain segitiga yang dianggap dekat dengan simbol iluminati. Emil kemudian langsung angkat bicara memberi penjelasan pada netizen tentang makna arsitektur masjid tersebut, baik di twitter maupun di akun instagram pribadinya.

"Jika segitiga dilarang, maka di dunia ini geometri tinggal tersisa kotak dan lingkaran. Maka masjid-masjid tropis dengan atap ala pendopo pun harus dihancurkan? Kita ikuti akal sehat saja," kata Emil menjawab salah satu pertanyaan netizen di instagramnya, Jumat (31/5).

Saking ramainya perbincangan mengenai komentar arsitektur tersebut dari netizen, Emil menjelaskan melalui postingan berikutnya. Emil menjelaskan Allah menganugerahinya daya imajinasi yang digunakan untuk kebermanfaatan hidup. Bisa dalam bentuk berinovasi dalam desain bangunan atau ruang arsitektur atau mengimajinasikan skenario-skenario perubahan sebagai pemimpin masyarakat.

"Mendesain Masjid adalah salah satu minat terkuat atau passion saya. Karena bukan ustadz, minimal saya berdakwah dengan menghadirkan infrastruktur dakwah yaitu ragam masjid di seluruh dunia yang sempit dan sementara ini," katanya.

Emil pun membuat sketsa sederhana sederet masjid yang dirancangnya sejak beberapa waktu lalu. Tidak semuanya menggunakan bentuk segitiga, tapi juga menggunakan elemen kubah seperti masjid pada umumnya.

"Saya ingin menyumbangkan kemajuan seni dan arsitektur Islam. Estetika Islam sangat kuat di geometri. Maka dari itu setiap desain masjid selalu berusaha baru dan geometri berbeda. Hasilnya beragam dari 1/2 kubah, multi kubah, kotak, silinder, tradisional sampai dengan bentuk-bentuk poligon seperti segitiga. Berbeda-beda karena desain yang baik harus merespon Geografi, lokasi, iklim, ukuran, budaya," katanya.

Masjid Al Safar yang diperbincangkan dalam video tersebut, menurut Emil, adalah hasil riset teori Folding Architecture alias lipatan. Seperti origami, hasilnya adalah lekukan dan ruang berbentuk segitiga.

Tiga Masjid Ini Disebut Ridwan Kamil Punya Bentuk Segitiga, Salahsatunya Dekat Balai Kota Bandung

Jelaskan Kontroversi Masjid Al Safar, Emil Sebut Ada Masjid Lain Yang Miliki Geometris Serupa

"Jika hasilnya ditafsir macam-macam, itu dipersilakan. Seperti Monas yang ditafsir macam-macam. Saya tidak perlu marah terhadap tafsir, yang penting saya jelaskan bahwa jika Masjid Al Safar dikatakan sebagai implementasi dari simbol-simbol iluminati itu adalah kesimpulan keliru. Karena itu tidak benar dan tidak dimaksudkan. Dan tentunya selalu saya ikhlaskan dan maafkan, kesimpulan-kesimpulan tanpa tabayun seperti ini yang kemudian diviralkan untuk merusak nama baik dan keimanan saya," katanya.

Isu ini, ujarnya, pernah dihebohkan oleh pihak yang sama di masa pilgub 2018 untuk menjelekkan namanya saat kampanye. Dirinya mengklaim sudah memaafkan, move on, dan hanya berdoa.

"Saya mah tidak akan berhenti berkarya dan membawa kemajuan karena saya yakini itulah tugas Allah SWT kepada saya di dunia ini. Kebahagiaan saya adalah melihat masjid-masjid yg saya desain makmur dan ramai. Alhamdulillah. Selama saya yakini, saya tidak melanggar syariat Allah SWT dan tidak melakukan apa yang difitnahkan, omongan dan caci maki manusia mah tidak akan menggetarkan iman dan keyakinan saya," ujarnya.

Emil mengatakan tudingan tersebut juga malah berbanding terbalik dengan penilaian Al Mafa dari Arab Saudi yang menjadikan masjid tersebut nominasi masjid berasitektur terbaik Abdullatif Al Fozan Award 2019 bersama 26 masjid lain di dunia. Penghargaan ini diberikan pada masjid-masjid yang menunjukan desain, perencanaan dan ide arsitektur brilian di abad 21.

Al Safar sendiri bersaing dengan masjid-masjid unik seperti Masjid Agung Jawa Tengah, Masjid Minor Uzbekistan, Masjid Sancaklar Turki, Masjid Komunitas Ghana hingga dua masjid rancangan Emil dan Urbane sendiri yakni Mesjid Raya Sumatera Barat, dan Al Irsyad, Bandung Barat. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved