Kamis, 28 Mei 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Wisata Majalengka

Paralayang dan Gantole, Pesona Wisata Langit di Gunung Panten Majalengka

Rugi rasanya jika Anda mengunjungi Majalengka tapi tak merasakan paralayang dari Gunung Panten.

Tayang:
Penulis: Adhim Mugni Mubaroq | Editor: taufik ismail
Tribun Cirebon/Adhim Mugni Mubaroq
PARALAYANG DI MAJALENGKA - Wisatawan sedang melihat gantole diterbangkan di Tempat Wisata Paralayang Majalengka yang terletak di Gunung Panten, Munjul, Desa Sidamukti Kecamatan Majalengka Kabupaten Majalengka, Kamis (1/1/2026). 

Laporan Adim Mubaroq 

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Angin sore menyapu pelan hamparan rumput hijau di punggung Gunung Panten di kawasan Munjul, Desa Sidamukti, Kecamatan/Kabupaten Majalengka, Kamis (1/1/2026).  

Dari ketinggian ini, tempat wisata Paralayang Majalengka, 'Kota Angin' tampak terbentang luas di bawah sana.

Atap-atap rumah berwarna bata merah, petak sawah hijau yang berlapis, dan jalur jalan yang membelah kota seperti guratan tipis di atas kanvas alam.

Sejumlah pengunjung berdiri menghadap lembah, sebagian mengangkat ponsel, sebagian lain memilih duduk di rumput, menikmati pemandangan Majalengka yang tenang. 

Namun ketenangan itu perlahan berubah menjadi antusiasme ketika aktivitas terbang bersiap dimulai.

Orang-orang mulai berkumpul di area lepas landas.

Di tengah hamparan hijau, sebuah sayap gantole terbentang.

Warna cerahnya kontras dengan alam di sekitarnya. Tatapan pengunjung tertuju pada satu titik yang sama.

“Yang ini gantole. Mereka sedang latihan akurasi,” ujar Tata, pelatih paralayang Kabupaten Majalengka, sambil menunjuk ke arah area landing di bawah. 

Latihan akurasi, menurut Tata, adalah latihan ketepatan mendarat.

“Di bawah ada target berwarna putih. Semakin dekat mendarat ke target, nilainya semakin bagus. Kalau jauh, nilainya berkurang,” ucapnya.

Bagi seorang pilot, mendarat bukan sekadar menurunkan ketinggian.

Ada perhitungan, insting, dan pengalaman yang bekerja bersamaan.

“Sejak long final, pilot sudah mengunci target. Dia harus menyesuaikan ketinggian, kecepatan, kapan perlu speed, kapan menarik brake. Semua dilakukan supaya mendarat sedekat mungkin dengan target,” kata Tata.

Sumber: Tribun Cirebon
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved