Kamis, 28 Mei 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Sosok Rian Firmansyah, Kalapas Majalengka yang Bawa Semangat Perubahan, Ini Perjalanan Karirnya

Rian Firmansyah, Kepala Lapas Kelas IIB Majalengka yang mulai bertugas sejak 5 bulan lalu.

Tayang:
Istimewa/Dok Lapas Majalengka
KALAPAS MAJALENGKA - Rian Firmansyah, Kepala Lapas Kelas IIB Majalengka 

Setelah itu, Rian Firmansyah dipercaya memimpin Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Tanjungpura, kemudian Karutan Banda Aceh, hingga akhirnya menjabat Kalapas Kelas IIB Lhoksukon sebelum dipindahkan ke Majalengka.

Pengalaman panjang itulah yang membentuk karakter kepemimpinannya hari ini.

Salah satu pengalaman paling membekas baginya terjadi saat memimpin lapas di Aceh Utara yang diterjang banjir besar. Dalam situasi sulit, ia bersama petugas harus mengevakuasi ratusan warga binaan selama lima hari dengan pasokan logistik terbatas.

Namun yang paling diingatnya, tidak ada satu pun warga binaan yang melarikan diri.

“Mereka justru ikut membantu petugas untuk bangkit setelah banjir,” kenangnya.

Kini di Majalengka, Rian dihadapkan pada tantangan baru. Lapas yang dipimpinnya dihuni 326 warga binaan, sementara kapasitas idealnya hanya 85 orang.

Meski demikian, ia tidak ingin over kapasitas hanya menjadi alasan tanpa solusi.

Menurutnya, lapas bukan sekadar tempat menjalani hukuman, tetapi tempat memperbaiki diri dan membangun masa depan yang lebih baik.

Karena itu, berbagai program pembinaan terus diperkuat. Mulai dari ketahanan pangan melalui budidaya sayuran, ternak ayam petelur, puyuh, hingga budidaya ikan nila dan lele yang dikelola langsung oleh warga binaan.

Baca juga: Pengumuman UTBK SNBT 2026 Hari Ini! Simak Cara Cek Hasil Seleksi di Link Resmi

Tak hanya keterampilan, pembinaan mental dan kerohanian juga menjadi perhatian penting.

Di bawah kepemimpinannya, Lapas Majalengka memperkuat kolaborasi dengan Kementerian Agama Kabupaten Majalengka untuk pembinaan agama Islam dan penyuluhan agama Kristen secara rutin bagi warga binaan.

Rian juga memimpin langsung ikrar Zero Narkoba dan Handphone sebagai bentuk komitmen menciptakan lingkungan lapas yang bersih dari narkoba dan telepon genggam ilegal.

Langkah lain yang menjadi perhatian publik adalah keberhasilan program deradikalisasi di Lapas Majalengka.

Sebanyak dua narapidana terorisme mengucapkan ikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan prosesi mencium bendera merah putih sebagai simbol kecintaan terhadap bangsa dan negara.

Bagi Rian, keberhasilan pembinaan bukan hanya soal keamanan lapas, tetapi bagaimana warga binaan bisa kembali menjadi manusia yang lebih baik ketika kembali ke masyarakat.

Sumber: Tribun Cirebon
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved