Persit Yonif 321 Majalengka Mengangkat Wastra Nusantara ke Panggung Modern
Persit Yonif 321 Majalengka mengangkat wastra Nusantara ke panggung modern.
Penulis: Adhim Mugni Mubaroq | Editor: taufik ismail
Laporan Kontributor Majalengka Adim Mubaroq
TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Di tengah derasnya arus globalisasi, dua perempuan di Majalengka tampil dengan satu benang merah yang sama: menjadikan wastra Nusantara sebagai identitas yang hidup, bukan sekadar warisan.
Mereka adalah Dyah Fandy Dharmawan dan Almira Try Suhandy MS, dua sosok dengan peran berbeda, namun bergerak dalam satu arah: mengangkat kain tradisional ke level gaya hidup modern.
Dyah dikenal sebagai Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Ranting 3 Yonif 321 Majalengka yang berhasil membangun branding kuat di bidang fashion etnik sekaligus pemberdayaan UMKM.
Mengusung konsep “Ethnic is the New Chic”, Dyah menghadirkan wajah baru bagi wastra Nusantara melalui produk unggulannya, Strap Wastra Nusantara.
Di tangannya, kain tenun, songket, hingga ikat dari berbagai daerah diolah menjadi aksesori modern yang elegan dan fungsional.
Bukan sekadar produk, setiap karya Dyah membawa narasi budaya yang kuat.
“Wastra bukan sekadar warisan, ia adalah identitas yang harus hidup, bergerak, dan relevan dalam setiap langkah zaman,” katanya, Kamis (30/4/2026).
Branding yang dibangun Dyah bertumpu pada empat pilar utama: budaya, inovasi, pemberdayaan, dan elegansi.
Konsistensi ini membuatnya tidak hanya dikenal sebagai kreator, tetapi juga penggerak perempuan dan pelaku UMKM agar berani berinovasi berbasis tradisi.
Perannya di organisasi Persit semakin memperluas dampaknya. Melalui berbagai kegiatan, termasuk Pameran PERSIT BISA Vol. II, Dyah aktif mendorong perempuan untuk mandiri secara ekonomi sekaligus mencintai produk lokal.
Sementara itu, di jalur yang berbeda namun seirama, Almira Try Suhandy MS hadir sebagai desainer dan fashion stylist yang membawa wastra ke panggung high-fashion.
Lulusan LaSalle College International Jakarta ini dikenal lewat karya-karyanya yang pernah tampil di ajang bergengsi seperti Jakarta Fashion & Food Festival (JFFF).
Almira memadukan tenun tradisional dengan siluet kontemporer, mulai dari potongan asimetris, blazer modern, hingga gaun elegan, tanpa menghilangkan filosofi di balik setiap motif.
Baginya, wastra bukan sekadar estetika, melainkan cerita.
“Kreativitas adalah jembatan yang menghubungkan tradisi dengan masa depan. Dalam setiap karya, saya ingin wastra tetap hidup dan relevan,” kata Almira.
Selain aktif di dunia fashion, Almira juga berperan sebagai Ketua Penerangan dan Redaksi (Penred) Persit Kartika Chandra Kirana Ranting 3 Yonif 321 Majalengka.
Latar belakangnya sebagai desainer dan analis membuatnya mampu menghadirkan komunikasi organisasi yang lebih modern dan adaptif.
Baca juga: Ketua Persit Ungkap Kebutuhan Perempuan di Majalengka: Keterampilan hingga Kesehatan
| Ketua Persit Ungkap Kebutuhan Perempuan di Majalengka: Keterampilan hingga Kesehatan |
|
|---|
| 600 Buruh Majalengka Akan Berangkat ke Jakarta Untuk Ikuti Apel Akbar May Day 2026 |
|
|---|
| Viral Kritik Menu MBG di Majalengka, SPPG Pilangsari: Foto Tidak Utuh dan Menyesatkan |
|
|---|
| 21 Paket Sabu Dimusnahkan, Polres Majalengka Kirim Sinyal 'Perang' Lawan Narkoba |
|
|---|
| Pemkab Majalengka Soroti Perempuan dan Anak, GOW Resmi Dilantik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/Dyah-Fandy-Dharmawan.jpg)