Selasa, 14 April 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Bupati Dapat Keluhan Dinas hingga Desa: Proyek Masih Pengerjaan, Tapi Dikomentari Seolah-olah Buruk

Bupati Majalengka mengatakan ia tak antikritik, tapi jangan tendensius.

Penulis: Adhim Mugni Mubaroq | Editor: taufik ismail
Tribun Cirebon/Adhim Mugni Mubaroq
TINJAU PROYEK - Bupati Majalengka Eman Suherman saat meninjau proyek pekerjaan di Majalengka. 

Laporan Adim Mubaroq

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Bupati Majalengka, Eman Suherman menerima banyak keluhan dari dinas, kecamatan, camat, sekolah, hingga pemerintah desa terkait maraknya komentar dan unggahan di media sosial yang menilai buruk sejumlah proyek infrastruktur, padahal pekerjaan tersebut masih dalam tahap pengerjaan. 

Unggahan di medsos itu dilakukan oleh sejumlah pihak yang diduga akan melakukan penggiringan opini bahwa proyek infrastruktur pemerintahanan Eman buruk. 

Menurut Bupati Eman, penilaian yang terburu-buru justru berpotensi menggiring opini negatif dan tidak mencerminkan progres sebenarnya.

“Banyak laporan masuk ke saya. Pekerjaan yang masih 50–70 persen sudah difoto lalu dikomentari seolah-olah itu hasil akhir dan dianggap buruk. Padahal belum selesai,” ujar Eman saat dimintai komentarnya, Rabu (3/12/2025).

Bupati menjelaskan, setiap proyek memiliki tahapan teknis yang harus dilalui, mulai dari persiapan, pengerjaan lapis demi lapis, hingga penyelesaian akhir.

Karena itu, kondisi pekerjaan di lapangan tidak bisa disimpulkan secara sepihak sebelum mencapai 100 persen.

“Kalau dipotret saat masih setengah jadi, ya tentu kelihatan belum rapi. Tidak bisa itu dijadikan dasar menyimpulkan pekerjaan buruk,” kata Eman.

Pemkab menegaskan bahwa seluruh pekerjaan infrastruktur tetap berada dalam pengawasan ketat dinas teknis dan konsultan pengawas.

Bupati menambahkan, seluruh proyek baru dapat dinilai secara objektif setelah dinyatakan selesai dan dilakukan audit oleh Inspektorat. Audit akan memeriksa volume, kualitas, hingga kesesuaian dengan kontrak untuk memastikan pekerjaan benar-benar memenuhi spesifikasi.

“Nanti ada waktu audit. Semua dicek, apakah sesuai spesifikasi, apakah volumenya benar. Setelah selesai baru bisa dinilai,” tegasnya.

Setelah PHO, seluruh proyek akan melalui audit Inspektorat untuk memastikan volume dan kualitas sesuai kontrak.

"Proyek juga nanti di audit inspektorat, kalau salah ditindak dan pembayaran sesuai pengerjaannya," tegas Eman.

Bupati Terbuka pada Kritik, Asal Tidak Tendensius

Meski menyoroti komentar-komentar yang dinilai prematur, Bupati menyatakan bahwa Pemkab Majalengka tetap terbuka terhadap kritik publik.

Sumber: Tribun Cirebon
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved