Jumat, 12 Juni 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Tahun Baru Islam

NASKAH Khutbah Jumat Hari Ini 12 Juni 2026: Tahun Baru Islam Datang, Mari Awali dengan Hijrah Hati

Nabi Muhammad SAW hijrah dari Makkah ke Madinah pada tahun 622 Masehi, yang menjadi titik awal penanggalan kalender Hijriah.

Tayang:
Penulis: Sartika Harun | Editor: Dwi Yansetyo Nugroho
tribun
NASKAH Khutbah Jumat Hari Ini 12 Juni 2026: Tahun Baru Islam Datang, Mari Awali dengan Hijrah Hati 

Ringkasan Berita:
  • Teks khutbah Jumat tersebut menyampaikan pesan mendalam mengenai pentingnya menyambut bulan Muharram atau Tahun Baru Islam dengan melakukan muhasabah (evaluasi diri) dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.
  • Mengingat bulan Muharram merupakan bulan spesial yang menandai peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW, pergantian tahun Hijriah ini tidak boleh dianggap lalu begitu saja

TRIBUNCIREBON.COM - Bulan Muharram merupakan salah satu bulan yang memiliki kedudukan istimewa dalam ajaran Islam. Oleh karena itu, khutbah Jumat edisi 12 Juni 2026 kali ini mengangkat tema tentang pentingnya menyambut datangnya Tahun Baru Islam dan memaknai kehadiran bulan Muharram.

Umat Islam meyakini bahwa Muharram termasuk bulan yang dimuliakan Allah SWT. Kehadirannya bukan hanya menandai pergantian tahun dalam kalender Hijriah, tetapi juga menjadi momentum untuk melakukan introspeksi dan memperbaiki kualitas keimanan serta ketakwaan.

Sejarah mencatat, penanggalan Hijriah berawal dari peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Kota Makkah menuju Madinah pada tahun 622 Masehi.

Baca juga: NASKAH Khutbah Jumat Besok 12 Juni 2026: Menyambut Tahun Baru Islam dengan Introspeksi Diri

Peristiwa besar tersebut menjadi tonggak penting dalam perkembangan dakwah Islam dan kemudian dijadikan dasar penanggalan kalender Islam.

Penetapan 1 Muharram sebagai awal tahun Hijriah dilakukan pada masa kepemimpinan Khalifah Umar bin Khattab. Keputusan itu diambil setelah bermusyawarah dengan para sahabat guna memudahkan pencatatan surat-menyurat serta berbagai urusan administrasi pemerintahan.

Selain memiliki nilai sejarah yang penting, bulan Muharram juga menyimpan berbagai keutamaan. Salah satunya adalah anjuran untuk melaksanakan puasa sunnah pada tanggal 9, 10, dan 11 Muharram. Ibadah tersebut dikenal sebagai puasa Tasu'a dan Asyura yang memiliki banyak keutamaan bagi umat Islam.

Karena itu, datangnya bulan Muharram patut disambut dengan rasa syukur dan semangat meningkatkan ibadah. Momentum pergantian tahun Hijriah dapat dijadikan kesempatan untuk melakukan muhasabah, memperbaiki diri, serta memperbanyak amal saleh sebagai bekal menjalani kehidupan yang lebih baik di masa mendatang.

Baca juga: Teks Khutbah Jumat Pekan Ini: Shalat sebagai Tiang Agama dan Penenang Jiwa

Naskah Khutbah Jumat Menyambut 1 Muharram
Khutbah 1

الْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا الله وَحْدَه لَاشَرِيْكَ لَهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ اْلمُبِيْن. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَـمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صادِقُ الْوَعْدِ اْلأَمِيْن. أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ. اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى : يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ ۢبِمَا تَعْمَلُوْنَ وَلَا تَكُوْنُوْا كَالَّذِيْنَ نَسُوا اللّٰهَ فَاَنْسٰىهُمْ اَنْفُسَهُمْۗ اُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْفٰسِقُوْنَ

Maasyiral Muslimin jamaah Jumat rahimakumullah,

Menjadi sebuah kewajiban bagi kita sebagai hamba Allah untuk senantiasa mengungkapkan rasa syukur kita biqauli Alhamdulillahirabbilalamin atas anugerah berbagai kenikmatan yang tak bisa kita hitung satu persatu ini. Nikmat yang telah kita nikmati dalam kehidupan selama ini harus menjadikan kita pribadi yang pandai bersyukur dan pandai berterima kasih. Dengan sikap ini, insyaallah nikmat ini akan terus bisa kita nikmati dan lebih dari itu akan senantiasa ditambah oleh Allah. Sebagaimana firmannya:

 لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ

Artinya, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), sesungguhnya azab-Ku benar-benar sangat keras.” (QS Ibrahim: 7)

Sebelum mengawali pemaparan materi khutbah ini, khatib mengajak kepada seluruh jamaah Jumat untuk senantiasa meningkatkan, menguatkan, dan mengimplementasikan ketakwaan kepada Allah swt dalam setiap detik kehidupan ini. Wasiat takwa ini menjadi kewajiban untuk disampaikan oleh khatib kepada jamaah dan menjadi salah satu rukun khutbah yang jika tidak disampaikan, maka tidak sempurnalah khutbah Jumat yang dilakukan dan berdampak pada ketidakabsahannya rangkaian ibadah shalat Jumat.

Adapun tolok ukur, apakah kita termasuk orang yang bertakwa atau tidak, adalah kemampuan kita untuk menjalankan segala perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Ketakwaan ini bukan hanya ada di lisan saja namun terukur dari kesesuaian mulut dan perbuatan. Bisa saja kita tahu sesuatu itu dilarang olah Allah. Bisa saja kita fasih mengatakan hal itu tidak sesuai dengan ajaran agama. Namun jika ternyata lain di mulut lain, lain di hati, dan lain di kenyataan, maka ketakwaan kita patut diragukan.

Sumber: Tribun Cirebon
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
2 - 1
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved