Kamis, 9 April 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Ramadan

Bacaan Doa Ziarah Kubur Jelang Puasa Ramadhan 1447 H

Biasanya masyarakat Indonesia melakukan ziarah kubur ke makam orang-orang yang mereka sayangi seperti orang tua dan sanak keluarga.

Kontributor Tribuncirebon.com/Ahmad Ripai
Kegiatan ziarah kubur Bupati Kuningan bersama rombongan menjelang perayaan Hari jadi Kuningan ke 522 tahun 

Ringkasan Berita:
  • Ziarah kubur merupakan tradisi yang kental di masyarakat Indonesia, khususnya menjelang bulan suci Ramadhan, sebagai bentuk penghormatan kepada orang tua dan sanak saudara yang telah wafat. 
  • Selain sebagai tradisi, kegiatan ini memiliki landasan spiritual yang kuat dalam ajaran Islam, di mana Rasulullah SAW menyebut ziarah kubur sebagai sarana efektif untuk mengingatkan seseorang pada kematian dan kehidupan akhirat.

TRIBUNCIREBON.COM - Ziarah kubur menjadi kegiatan yang kerap dilakukan masyarakat Indonesia, terutama saat menjelang puasa Ramadhan.

Biasanya masyarakat Indonesia melakukan ziarah kubur ke makam orang-orang yang mereka sayangi seperti orang tua dan sanak keluarga.

Adapun ziarah kubur disebut Rasulullah sebagai sarana untuk mengingatkan seseorang kepada kematian yang dapat ditemui kapan saja.

Hal ini sesuai dengan hadis berikut:

"Dahulu aku melarang kalian berziarah kubur, maka (sekarang) berziarahlah kalian, sesungguhnya ziarah kubur mengingatkan kalian akan akhirat" (HR. Muslim)

Di sisi lain, Rasulullah juga pernah bersabda tentang keutamaan berziarah ke makam orang tua, terutama pada hari Jumat.

"Barangsiapa yang menziarahi kubur orang tuanya atau salah satunya setiap hari Jumat, maka akan diampuni dosa-dosanya (kecil) dan dicatat sebagai anak yang berbakti" (HR. Thabrani)

Baca juga: Bacaan Tahlil dan Doa Ziarah Kubur Jelang Hari Raya Idul Fitri 1446 H Tulisan Arab dan Latin

Doa-doa Ziarah 

Dikutip dari Muhammadiyah, ada sejumlah doa-doa yang dapat dilafalkan ketika melakukan ziarah kubur.

Namun, perlu diingat bahwa doa yang dipanjatkan adalah untuk keselamatan orang-orang yang telah meninggal dunia, bukan untuk hal-hal yang merujuk ke arah syirik atau menyekutukan Allah.

Pertama, doa memohon rahmat dan mengingat kematian.

السَّلَامُ علَى أَهْلِ الدِّيَارِ مِنَ المُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ، وَيَرْحَمُ اللَّهُ المُسْتَقْدِمِينَ مِنَّا وَالْمُسْتَأْخِرِينخِرِينَ، وإنَّا إنْ شَاءَ اللَّهُ بكُمْ لَلَاحِقُونَ
As-salāmu ‘alā ahli ad-diyāri minal-mu’minīna wal-muslimīn, wa yarḥamullāhul-mustaqdimīna minnā wal-musta’khirīn, wa innā in syā’allāhu bikum lalāḥiqūn.

Artinya: Salam (kesejahteraan) atas penghuni pemukiman yang terdiri dari orang-orang Mukminin dan Muslimin. Semoga Allah merahmati orang-orang terdahulu dari kita dan orang-orang belakangan. Sungguh kami insya Allah benar-benar akan menyusul kamu. (HR Muslim: 1619, Nasai: 2010, Ahmad: 24671).

Kedua, doa memohon ampunan untuk ahli kubur.

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ يَا أَهْلَ القُبُورِ يَغْفِرُ اللَّهُ لَنَا وَلَكُمْ، أَنْتُمْ سَلَفْنَا وَنَحْنُ بِالْأَثَرِ
As-salāmu ‘alaikum yā ahlal-qubūr, yaghfirullāhu lanā wa lakum, antum salafunā wa naḥnu bil-atsar.

Sumber: Tribun Cirebon
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved