Minggu, 7 Juni 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Khutbah Jumat

Naskah Khutbah Jumat Singkat: Menjadi Manusia Terbaik

Selain itu, contoh teks khutbah Jumat ini juga untuk mengingatkan manusia agar dapat bermanfaat bagi makhluk lainnya.

Tayang:
TribunCirebon.com/Eki Yulianto
Pelaksanaan Salat Jumat di Masjid Agung Al-Imam Majalengka, Jumat (16/7/2021). 

Ringkasan Berita:
  • Teks khutbah Jumat yang dikutip dari laman Uninus ini mengusung tema "Menjadi Manusia Terbaik" untuk mengingatkan umat Islam akan derajat mulia mereka sebagai makhluk ciptaan Allah yang paling sempurna dibandingkan makhluk lainnya.
  • Inti dari materi khutbah ini menekankan bahwa predikat manusia terbaik tidak hanya dilihat dari sisi penciptaan fisik, tetapi juga dari sejauh mana seseorang mampu memberikan manfaat bagi sesama dan makhluk Tuhan yang lain.

TRIBUNCIREBON.COM - Inilah contoh teks khutbah Jumat yang dapat dibacakan untuk hari ini, Jumat (30/1/2026).

Contoh teks khutbah Jumat ini berjudul Menjadi Manusia Terbaik.

Materi dalam contoh teks khutbah Jumat ini mengandung arti untuk mengingatkan manusia tentang posisinya sebagai ciptaan yang lebih baik dari makhluk-makhluk yang lain.

Selain itu, contoh teks khutbah Jumat ini juga untuk mengingatkan manusia agar dapat bermanfaat bagi makhluk lainnya.

Lebih lengkapnya, berikut contoh teks khutbah Jumat dikutip dari laman uninus.ac.id:

Baca juga: Ceramah Khutbah Jumat 30 Januari 2026: Menyambut Bulan Ramadhan dengan Gembira

Khutbah Pertama

أّلْحَمْدُ للهِ خَلَقَ أَدَمَ بِيَدِهِ مِنْ صَلْصَالٍ كَالْفَخَّارِ وَأَحْظَاهُ بِجَوَارِهِ وَأَسْجَدَ لَهُ مَلَائِكَةُ الْمُقَرَّبِيْنَ الْأَطْهَارِ أَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ عَلَى نِعَمِ الْغِزَارِ وَأَشْكُرُهُ عَلَى مُتَرَادِفِ فَضْلِهِ الْمِدْرَارِ وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا اِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ وأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ أَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ الَّذِيْنَ أَذْهَبَ اللهُ عَنْهُمُ الرِّجْسَ وَطَهَّرَ أَمَّا بَعْدُ، فَيَا آيُّهَا الحَاضِرُوْنَ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ، وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى

Hadirin jamaah shalat Jumat as’adakumullah,

Ketundukan alam semesta terhadap manusia diceritakan langsung oleh sang pemilik alam, Allah subhanahu wata’ala dalam al-Qur’an:

اَلَمْ تَرَ اَنَّ اللّٰهَ سَخَّرَ لَكُمْ مَّا فِى الْاَرْضِ وَالْفُلْكَ تَجْرِيْ فِى الْبَحْرِ بِاَمْرِهٖۗ وَيُمْسِكُ السَّمَاۤءَ اَنْ تَقَعَ عَلَى الْاَرْضِ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ اِنَّ اللّٰهَ بِالنَّاسِ لَرَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ (٦٥)

“Tidakkah engkau memperhatikan bahwa Allah menundukkan bagimu (manusia) apa yang ada di bumi dan kapal yang berlayar di lautan dengan perintah-Nya. Dan Dia menahan (benda-benda) langit agar tidak jatuh ke bumi, melainkan dengan izin-Nya? Sungguh, Allah Maha Pengasih, Maha Penyayang kepada manusia.” (QS Al-Hajj [22]: 65).

Satu kata yang menjadi fokus bahasan dalam ayat ini adalah kata “tunduk”. Dalam KBBI, kata tunduk berarti menghadapkan wajah ke bawah, condong ke depan dan ke bawah (tentang kepala); melengkung ke bawah (tentang malai padi); takluk; menyerah kalah.

“Sakhkhara” pada ayat tersebut artinya menundukkan. Muhamma Yunus mengartika سَخَّرَ dengan memaksa kerja tanpa upah.

Dari beberapa pengertian tersebut setidaknya mengandung satu pemahaman bahwa Allah menciptakan manusia dengan potensi melebihi potensi yang dimiliki makhluk lainnya. Dengan dengan demikian mereka takluk, kalah, menyerah, dan hormat kepada manusia.

Mahasuci Allah yang telah menciptakan manusia di atas yang lain. Hal ini juga disebutkan dalam surah at-Tin ayat 4:

Sumber: Tribun Cirebon
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved