Damkar Kuningan Diusulkan Jadi Dinas
Damkar Kuningan Diusulkan Jadi Dinas, Masih Hitung Kekuatan Dana, Terkendala Anggaran?
Pemerintah Kabupaten Kuningan tengah mempertimbangkan perubahan status Unit Pemadam Kebakaran (Damkar) menjadi dinas mandiri.
Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Dwi Yansetyo Nugroho
Ringkasan Berita:
- Pemkab Kuningan mewacanakan Damkar menjadi dinas mandiri, namun masih terkendala anggaran dan kebutuhan SDM.
- Bupati Kuningan berencana meningkatkan status Damkar menjadi dinas mandiri agar lebih profesional. Meski regulasi sudah disiapkan, realisasi masih menunggu kesiapan keuangan daerah.
- Saat ini Damkar menghadapi keterbatasan armada dan personel dalam melayani seluruh wilayah.
Laporan Kontributor Ahmad Ripai
TRIBUNCIREBON.COM- Pemerintah Kabupaten Kuningan tengah mempertimbangkan perubahan status Unit Pemadam Kebakaran (Damkar) menjadi dinas mandiri. Wacana ini muncul sebagai bagian dari upaya meningkatkan profesionalisme dan fokus pelayanan kepada masyarakat, sejalan dengan arahan pemerintah pusat.
Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, menyampaikan bahwa rencana tersebut masih dalam tahap kajian, terutama terkait kesiapan anggaran daerah.
“Pembentukan dinas mandiri ini mengikuti arahan pemerintah pusat agar layanan pemadam kebakaran lebih profesional dan terfokus,” ujar Dian saat menghadiri peringatan HUT Pol PP dan Damkar Kuningan, Senin (4/5/2026).
Baca juga: Warga Kuningan Temukan Benda Diduga Granat saat Gali Septic Tank, Muncul Dikedalaman 2 Meter
Ia menambahkan, meskipun regulasi dalam bentuk Peraturan Daerah (Perda) telah disiapkan, pelaksanaannya belum bisa segera dilakukan karena masih menunggu kondisi keuangan daerah yang memadai.
“Perda memang sudah selesai disusun, namun realisasinya masih bergantung pada kemampuan keuangan daerah,” jelasnya.
Menurut Dian, peran Satpol PP, Damkar, dan Linmas sangat penting karena menjadi garda terdepan dalam pelayanan publik, terutama saat terjadi kondisi darurat dan gangguan ketertiban.
Baca juga: Warga Kuningan Temukan Benda Diduga Granat saat Gali Septic Tank, Muncul Dikedalaman 2 Meter
Sementara itu, Kepala UPT Damkar Kuningan, Andri Arga Kusuma, menyebut bahwa dari sisi administrasi, pembentukan dinas mandiri sebenarnya sudah cukup siap. Namun, kendala utama masih terletak pada keterbatasan anggaran dan sumber daya manusia.
“Secara administrasi kami siap, tetapi anggaran dan kebutuhan SDM masih menjadi tantangan,” ungkap Andri.
Pemerintah daerah juga mulai meningkatkan dukungan fasilitas, seperti pengadaan alat pelindung diri (APD) dan perlengkapan penyelamatan untuk menunjang keselamatan petugas di lapangan.
Baca juga: Warga Kuningan Temukan Benda Diduga Granat saat Gali Septic Tank, Muncul Dikedalaman 2 Meter
Di sisi lain, jumlah kasus kebakaran di Kuningan mengalami penurunan pada 2025 dibandingkan tahun sebelumnya.
“Tahun 2024 ada lebih dari 100 kejadian, sedangkan 2025 turun menjadi 84 kasus. Yang paling sering ditangani justru tawon dan ular,” tambahnya.
Baca juga: Warga Kuningan Temukan Benda Diduga Granat saat Gali Septic Tank, Muncul Dikedalaman 2 Meter
Saat ini, Damkar Kuningan hanya memiliki dua unit mobil pemadam dan satu kendaraan rescue untuk melayani 32 kecamatan. Dengan total 62 personel yang dibagi dalam tiga regu piket selama 24 jam, kondisi ini membuat petugas harus bekerja ekstra, terutama saat terjadi beberapa kejadian dalam waktu bersamaan.
| Prediksi Skor Persib Bandung vs PSIM Yogyakarta, Maung Bisa Raup Poin Penuh |
|
|---|
| Gol Menit 77 Bikin Pecah! Nobar MU vs Liverpool di Cirebon Penuh Emosi, Gagal Comeback! |
|
|---|
| Bansos PKH dan BPNT Mei 2026 Mulai Disalurkan, Ini Cara Cek Penerimanya |
|
|---|
| Jadwal Terbaru SIM Keliling di Cirebon Hari Ini 4 Mei 2026, PG Karangsembung dan Desa Durajaya |
|
|---|
| Jadwal Terbaru SIM Keliling Majalengka Hari Ini 4 Mei 2026, Cek Lokasinya Sekarang di Sini |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/Damkar-Kuningan-Diusulkan-Jadi-Dinas-Masih-Hitung-Kekuatan-Dana-Terkendala-Anggaran.jpg)