Kamis, 21 Mei 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Berita Kuningan Hari Ini

Pemanfaatan SDA Gunung Ciremai Jadi Sorotan, Kepala BTNGC Angkat Isu Panas Bumi

Pemanfaatan sumber daya alam di kawasan Gunung Ciremai menjadi sorotan masyarakat Kabupaten Kuningan, terutama terkait penggunaan air

Tayang:
Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Dwi Yansetyo Nugroho
Tribuncirebon.com/TribunCirebon.com/ Ahmad Ripai
Kepala BTNGCC saat memberikan keterangan pelaksanaan tugas dan kewajiban di objek wisata J n J 
Ringkasan Berita:1. BTNGCC mencatat kondisi ekologis Gunung Ciremai terus membaik sejak ditetapkan sebagai taman nasional pada 2004. 
2. Kerusakan kawasan hutan yang sempat tinggi akibat alih fungsi lahan kini berangsur pulih, disertai peningkatan keanekaragaman hayati dan inovasi berbasis sumber daya hayati.
3. Isu geothermal di kawasan Gunung Ciremai dinilai memungkinkan secara regulasi sebagai energi terbarukan, namun harus memenuhi kajian menyeluruh dari sisi hukum, lingkungan dan sosial.

 

TRIBUNCIREBON.COM- Pemanfaatan sumber daya alam di kawasan Gunung Ciremai menjadi sorotan masyarakat Kabupaten Kuningan, terutama terkait penggunaan air yang berasal dari mata air di kawasan tersebut.

Kepala Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC) Kuningan, Toni Anwar, menjelaskan bahwa pemanfaatan air di kawasan Gunung Ciremai yang bersifat komersial memiliki mekanisme perizinan berbeda. 

Ada yang izinnya langsung dari Kementerian Kehutanan, namun ada pula yang melalui prosedur lain, sehingga diperlukan penelusuran data lebih lanjut untuk memastikan legalitasnya.

BTNGC, kata Toni, tidak berada pada posisi mendukung atau menolak pemanfaatan sumber daya alam, melainkan bertugas memastikan seluruh aktivitas berjalan sesuai regulasi dan tidak mengganggu fungsi utama kawasan konservasi.

Baca juga: Putra Daerah Majalengka Harumkan Nama Indonesia di Korea Selatan, Raih Higher Honor Ajang Dunia

Sejak ditetapkan sebagai taman nasional, kondisi lingkungan Gunung Ciremai menunjukkan perbaikan signifikan. Pada 2004, tingkat kerusakan kawasan mencapai sekitar 53 persen, lalu meningkat menjadi 80 persen pada 2021 akibat alih fungsi hutan menjadi lahan pertanian sayuran yang melibatkan ribuan penggarap.

Proses pemulihan kawasan tersebut membutuhkan waktu panjang dan diwarnai persoalan sosial yang kompleks, berbeda dengan taman nasional di daerah lain.

BTNGCC juga mencatat peningkatan keanekaragaman hayati di kawasan tersebut. Hasil kamera jebak bahkan berhasil merekam keberadaan satwa liar seperti macan tutul.

Baca juga: Buruh Minta UMK Kabupaten Cirebon 2026 Naik Maksimal, Dorong Pemkab Pakai Alfa 0,9

Selain itu, berbagai inovasi berbasis sumber daya hayati telah dikembangkan, di antaranya pengatur tumbuh tanaman (PGPR), anti-frost, dan anti-hama, yang dinilai mampu menekan biaya produksi pertanian masyarakat.

Menurut Toni, karakteristik Taman Nasional Gunung Ciremai tergolong unik karena wilayahnya berbatasan langsung dengan lahan milik warga, kawasan HGU, serta area non-konservasi. Sejak penetapannya pada 2004, persoalan batas kawasan dan klaim lahan masih menjadi tantangan yang harus diselesaikan bersama.

BTNGCC juga berhasil mengidentifikasi sekitar 1.800 hektare kawasan penyangga di luar taman nasional yang memiliki nilai ekologis tinggi, seperti koridor satwa dan daerah resapan air.

Baca juga: Buruh Minta UMK Kabupaten Cirebon 2026 Naik Maksimal, Dorong Pemkab Pakai Alfa 0,9

 Upaya ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2024, meski aturan turunannya masih menunggu peraturan pemerintah.

Terkait isu pemanfaatan panas bumi, Toni menegaskan bahwa secara regulasi kegiatan geothermal diperbolehkan di kawasan konservasi dengan persyaratan ketat dan kajian mendalam. Panas bumi kini dikategorikan sebagai jasa lingkungan dan energi baru terbarukan, namun setiap pemanfaatannya harus memenuhi aspek regulasi, teknis, ekologis, sosial, dan ekonomi secara aman dan berkelanjutan.
 

Sumber: Tribun Cirebon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved