Jumat, 10 April 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Berita Kuningan Hari Ini

Jelang Libur Nataru 2026, DPRD Jabar dan Pemkab Kuningan Antisipasi Lonjakan Wisata dan Kemacetan

Menjelang libur Hari Raya Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026, potensi lonjakan kunjungan wisatawan di berbagai daerah diperkirakan akan meningkat

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Dwi Yansetyo Nugroho
Tribuncirebon.com/TribunCirebon.com/ Ahmad Ripai
Libur Natal dan Tahun Baru 2026, Kuningan Bersiap Hadapi Ledakan Wisatawan 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN – Menjelang libur Hari Raya Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026, potensi lonjakan kunjungan wisatawan di berbagai daerah diperkirakan akan meningkat. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kemacetan, terutama di kawasan objek wisata.

Anggota Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat, H Arief Maoshul Affandy, meminta pemerintah daerah serta petugas di objek-objek vital untuk bersiaga dan mampu mengurai kepadatan lalu lintas selama masa liburan. Hal itu disampaikannya saat melakukan kunjungan ke Kabupaten Kuningan, Minggu (14/12/2025).

“Untuk menghadapi liburan Nataru, kami berharap pemerintah dan petugas di lapangan mampu mengantisipasi kemacetan. Biasanya, persoalan lalu lintas selalu menjadi sorotan utama saat musim liburan,” ujar Arief.

Baca juga: Harga Emas di Bandung dan Cimahi Hari Ini 14 Desember 2025: Antam Stabil, Pegadaian Fluktuatif

Menurutnya, perkembangan destinasi wisata di Jawa Barat saat ini didominasi oleh wisata berbasis alam yang mengalami pertumbuhan pesat pascapandemi Covid-19. Namun, ia menilai masih banyak pekerjaan rumah, khususnya terkait aksesibilitas dan infrastruktur penunjang.

“Wisata alam berkembang sangat cepat setelah pandemi, tetapi persoalan akses menuju lokasi wisata masih kurang mendapat perhatian,” kata Arief.

Ia juga menambahkan bahwa jumlah destinasi wisata di Jawa Barat terus bertambah, sehingga pelayanan dan pengelolaan lalu lintas harus menjadi prioritas agar tidak menimbulkan kemacetan yang berkepanjangan.

Baca juga: Banjir Kepung 7 Kecamatan di Kabupaten Cirebon, Begini Kondisi Terkini Lansia yang Dievakuasi

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Kuningan juga memberikan perhatian khusus terhadap kesiapan daerah dalam menghadapi libur Natal dan Tahun Baru 2026. Sebagai daerah yang dikenal memiliki beragam destinasi wisata, Kuningan diperkirakan akan menjadi salah satu tujuan favorit wisatawan pada libur akhir tahun.

Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, mengatakan pihaknya akan segera menggelar rapat koordinasi bersama unsur pimpinan daerah untuk mengantisipasi lonjakan wisatawan.

“Menjelang liburan akhir tahun, kami akan segera melakukan rapat koordinasi dengan unsur pimpinan daerah. Apalagi Kuningan memiliki banyak lokasi wisata yang menjadi tujuan pelancong,” ujar Bupati Dian saat ditemui di sela kegiatan penanaman pohon di kawasan wisata alam Lamping Kidang, Kampung Palutungan, Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kamis (11/12/2025).

Baca juga: DPK Aspanji Kabupaten Cirebon Dibentuk, Pengusaha Lokal Siap Jadi Mitra Strategis Pemerintah

Terkait perayaan pergantian tahun, Bupati Dian mengimbau masyarakat agar tidak merayakannya secara berlebihan. Imbauan tersebut disampaikan sebagai bentuk empati terhadap saudara-saudara di daerah lain yang terdampak bencana alam, khususnya di wilayah Sumatra dan Aceh.

“Untuk perayaan tahun baru, sebaiknya tidak dilakukan secara berlebihan. Kita harus ikut merasakan kondisi saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah,” tuturnya.

Bupati Dian juga menyinggung rencana kegiatan hiburan musik terbuka yang hingga kini belum mendapat kepastian. Ia menyebut, apabila konser tersebut tetap dilaksanakan, maka konsep yang diusung akan lebih mengarah pada kegiatan sosial atau konser amal.

Baca juga: UPDATE Harga Emas 24 Karat Hari Ini 14 Desember 2025: Antam Stabil, Pegadaian Fluktuatif

“Hingga saat ini belum ada informasi lanjutan. Namun jika konser musik tetap digelar, kemungkinan besar kemasannya akan berupa bakti sosial atau konser amal,” katanya.

Sebagai bentuk kepedulian sosial, Bupati Dian mengungkapkan bahwa pihaknya telah berhasil menggalang dana sebesar Rp 500 juta untuk membantu korban bencana alam. Namun, dana tersebut akan disesuaikan dengan kebutuhan, mengingat di Kabupaten Kuningan sendiri masih terdapat warga yang terdampak bencana dan rumahnya tidak layak huni.

“Kami telah mengumpulkan dana sekitar Rp 500 juta untuk bantuan korban bencana alam. Namun penyalurannya akan disesuaikan, karena di Kuningan sendiri juga masih banyak warga yang terdampak,” pungkasnya. (*)

 
 

Sumber: Tribun Cirebon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved