Kamis, 23 April 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Dedi Mulyadi Sebut WFH Kunci Hemat Anggaran di Pemprov Jabar

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan WFH menjadi cara efisiensi anggaran.

Penulis: Eki Yulianto | Editor: taufik ismail
Tribun Cirebon/Eki Yulianto
KDM - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi saat diwawancara di sela Hari Jadi ke-544 Kabupaten Cirebon, Kamis (2/4/2026). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyebut, kebijakan work from home (WFH) menjadi kunci penting dalam menekan pemborosan anggaran di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Pernyataan itu ia sampaikan saat menghadiri rapat paripurna Hari Jadi ke-544 Kabupaten Cirebon di Gedung DPRD, Kamis (2/4/2026) sore.

Menurut Dedi, penerapan WFH di Jawa Barat sejatinya bukan kebijakan baru.

Ia menegaskan, pola kerja tersebut telah berjalan jauh sebelum adanya penguatan kebijakan dari pemerintah pusat.

“WFH di Jabar itu kan sudah berlangsung lama dan sudah berjalan. Jadi kalau hari ini ada penguatan dari pemerintah pusat, ya kita lebih senang,” ujar Dedi.

Ia mengungkapkan, kebijakan tersebut telah diterapkan sekitar enam bulan terakhir sebagai bagian dari transformasi pola kerja di lingkungan pemerintahan.

Tak hanya fokus pada sistem kerja aparatur, Pemprov Jabar juga mulai mendorong perubahan kebiasaan masyarakat ke arah yang lebih hemat energi dan ramah lingkungan.

“Kita dari dulu udah ngajakin anak-anak ke sekolah jalan kaki. Kemudian tidak bawa kendaraan bermotor,” ucapnya.

Dedi menjelaskan, ada dua tujuan utama dari kebijakan WFH yang diterapkan, yakni efisiensi internal pemerintahan dan pengurangan konsumsi energi.

Dari sisi internal, WFH dinilai mampu memangkas biaya operasional birokrasi yang selama ini membebani anggaran daerah.

“Yang pertama, dari sisi internal pemerintah, itu menurunkan biaya produksi pemerintah,” jelas dia.

Penghematan tersebut berasal dari berkurangnya penggunaan listrik, internet, hingga air di perkantoran. 

Anggaran yang berhasil ditekan kemudian dialihkan ke sektor yang lebih berdampak langsung bagi masyarakat.

Menurutnya, dana hasil efisiensi itu dapat dimanfaatkan untuk pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas pendidikan, hingga layanan kesehatan.

Sumber: Tribun Cirebon
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved