Berita Jabar Hari Ini
Kisah Lody Korua dan Sejarah Paralayang Indonesia di West Java Paragliding Championship Sumedang
Kisah Lody Korua dan Sejarah Paralayang Indonesia di West Java Paragliding Championship Sumedang
Laporan Kontributor TribunJabar.id Kiki Andriana dari Sumedang
TRIBUNCIREBON.COM, SUMEDANG - Rambut putih pria itu tidak bisa disembunyikan sepenuhnya di balik topi. Sebagiannya menyembul seperti menantang angin yang menerpa Bukit Batu Dua, Kecamatan Cisitu, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Senin (22/9/2025) siang.
Meski usianya kini 68 tahun, Lody Korua tetap "happy" berada di tengah-tengah para atlet paralayang dunia. Lody memulai aktivitasnya "berbahaya" itu pada usia 60 tahun, ketika dia pensiun dari pekerjaannya.
Namun, meski baru 8 tahun bergelut dengan aktivitas paralayang, Lody Korua adalah orang yang pertama memiliki parasut paralayang di Indonesia. Dengan parasut ini pula sejarah paralayang di Indonesia dimulai.
Baca juga: Meledak! Harga Emas Antam Hari Ini 21 September 2025 di Bandung dan Cimahi Pecah Rekor Segini
Sejarahnya, seperti dikisahkan dalam situs Paragliding.web, pada tahun 1988, seorang fotografer asal Perancis mengirimkan sebuah Parasut Paralayang ke Lody Korua, sebagai imbal jasa ditemaninya Tim Ekspedisi Perancis ke Pulau Seram. Setelah sekian lama tersimpan, parasut ini dipinjamkan kepada (alm) Dudy Arief Wahyudi, untuk selanjutnya dibawa ke Yogyakarta.
Berbekal parasut ini, maka (alm) Dudy dan Gendon Subandono, mencobanya secara otodidak, dengan mempelajari buku manual yang ada, dan inilah perkembangan olahraga Paralayang di Indonesia. Parasut tipe Drakkar Everest ini pun menjadi parasut pertama yang kemudian dipergunakan untuk belajar banyak orang.
"Saya mulai umur 60 tahun. Paralayang pertama di Indonesia itu saya yang bawa tahun 1987, jadi ya saya bawa payung, 2018 baru terbang," kata Lody kepada Tribun Jabar.id, santai.
Baca juga: 20 Rekomendasi Prompt Gemini AI Terbaru, Gambar 3D Super Keren, Siap Edit di HP Tanpa Ribet!
Dia sedang mengemasi parasutnya. Senin, seharusnya dia terbang sebagai "fun flyer", tetapi penerbangan seluruhnya dibatalakan, sekalipun yang ikut nomor lomba. Angin belum ramah untuk para penerbang menjajal langit Sumedang.
Lody melanjutkan kisahnya. Ketika parasut pertama itu digunakan, dia tidak langsung terjun ke dunia paralayang. Ketika itu, teknologi dan kemampuan orang dalam dunia tersebut belum semumpuni seperti sekarang ini.
"Angkatan pertama babak belur, jadi enggak berani. Sekarang udah nyaman, teknologi udah maju, yang jago udah banyak. Artinya udah aman, dulu kita masih buta banget,"
Baca juga: 15 Rekomendasi Prompt Gemini AI Terbaru, Spesial Edisi Ulang Tahun Lengkap Beserta Cara Editnya
"Sekarang lebih canggih. Kalau saya sih, happy. Bersenang-senang saja bukan untuk kompetisi," katanya.
Dia mengatakan selain datang ke Sumedang untuk terbang gembira, dia juga sekaligus menemani anaknya Salwa (22), yang ikut nomor lomba pada West Java Paragliding Championship 2025 di Sumedang itu. Lody dan anaknya datang bersamaan dengan timnya dari Yogyakarta.
"Saya hanya fun flyer, enggak ikut lomba. Senang saja reuni dengan senior-senior," katanya.
Dia berbagi kesan soal dunia paralayang untuk para penerbang pemula. Agar jangan sampai mengabaikan petunjuk dari instruktur.
Baca juga: Meledak! Harga Emas Antam Hari Ini 21 September 2025 di Bandung dan Cimahi Pecah Rekor Segini
Terkait Batu Dua, Lody Korua menyampaikan kesannya bahwa di banyak tempat tidak selalu view yang bagus berarti cocok untuk paralayang. Kadang, angin sangat tidak bersahabat.
| Pabrik Rajut di Bandung Terbakar Dini Hari, Damkar Lakukan Pendinginan, Begini Kondisi Terkini |
|
|---|
| Pesan Pembimas Katolik Jabar: Natal Bukan Soal Kemewahan, Tapi Kepedulian Sosial |
|
|---|
| Detik-Detik Rumah Warga di Pangandaran Ambruk, Begini Kondisi Terkini Penghuni yang Sempat Lari |
|
|---|
| GEGER, 13 Ekor Domba di Sukanagara Pangandaran Raib Digondol Maling, Kerugian Capai Rp 35 Juta |
|
|---|
| Kondisi Terkini Angin Puting Beliung di Padasuka Cimahi, Atap Rumah Warga Terangkat dan Hilang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/jn-sgikmj-nos.jpg)