Senin, 20 April 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Warga Pantai Utara Indramayu dan Cirebon Diimbau Waspada Bahaya Angin Kencang

Waspadai angin kencang di pantai utara Jawa Barat termasuk perairan Indramayu dan Cirebon.

Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
ILUSTRASI PERAIRAN INDRAMAYU - BMKG mengimbau warga di pantai utara Indramayu dan Cirebon mewaspadai angin kencang pada Rabu dan Kamis (4-5/2/2026). 
Ringkasan Berita:
  1. BMKG memberikan imbauan kepada warga di Pantai Utara Jawa Barat.
  2. Ini terkait potensi angin kencang yang berembus Rabu dan Kamis (4-5/2/2026),
  3. Angin kencang bisa terjadi di Perairan Bekasi-Karawang, Perairan Subang, dan perairan Indramayu-Cirebon.

 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Jawa Barat mengimbau kepada masyarakat khususnya yang ada di perairan utara Jabar pada Rabu dan Kamis (4-5/2/2026) terhadap angin kencang.

Wilayah yang terdampak untuk di Jabar, yakni perairan Bekasi-Karawang, perairan Subang, dan Perairan Indramayu-Cirebon (potensi kecepatan angin maksimum 20 knot pada siang hingga sore hari).

Kepala Stasiun Geofisika BMKG Jabar, Teguh Rahayu mengatakan warga diminya tingkatkan kewaspadaan dan antisipasi dampak potensi angin kencang 20 knot (37 km per jam), skala beaufort yang dapat terjadi pada hari ini dan besok.

"Tinggi gelombang 0,5-1,25 meter (rendah) berpeluang terjadi di Teluk Jakarta, Perairan Kepulauan Seribu, Perairan Bekasi - Karawang, perairan Subang, perairan Indramayu-Cirebon. Harap diperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran," katanya, Rabu (4/2/2026) saat dikonfirmasi.

Rahayu juga mengimbau waspada terhadap potensi bahaya akibat angin kencang, semisal pohon tumbang, papan reklame dan tiang, bangunan non permanen, dan gesekan antarkapal.

"Hindarilah berteduh di bawah pohon besar atau papan reklame saat cuaca berangin, perkuat bangunan sementara atau non permanen di area pantai, juga atur jarak sandar kapal dengan aman untuk menghindari kerusakan akibat saling bergesekan," katanya.

Baca juga: Anomali Cuaca Hantam Wisata Alam Kuningan, Pelaku Usaha Camping Terpaksa Bertahan Hidup

Sumber: Tribun Cirebon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved