Bantu Pemda Tanggulangi Kemiskinan, Ribuan Mahasiswa Unpad Diterjunkan ke Indramayu
Ribuan mahasiswa Universitas Padjadjaran (Unpad) diterjunkan ke Kabupaten Indramayu untuk membantu Pemda menanggulangi kemiskinan
Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Mutiara Suci Erlanti
Ringkasan Berita:
- Ribuan mahasiswa Universitas Padjadjaran (Unpad) diterjunkan ke Kabupaten Indramayu untuk membantu pemerintah daerah (pemda) menanggulangi kemiskinan
- Mereka bakal mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun Akademik 2025/2026 selama periode 10 Januari - 11 Februari 2026
- Kegiaatan itu difokuskan pada penanganan kemiskinan dan pengelolaan sampah
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi
TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Ribuan mahasiswa Universitas Padjadjaran (Unpad) diterjunkan ke Kabupaten Indramayu untuk membantu pemerintah daerah (pemda) menanggulangi kemiskinan.
Mereka bakal mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun Akademik 2025/2026 selama periode 10 Januari - 11 Februari 2026 yang difokuskan pada penanganan kemiskinan dan pengelolaan sampah.
Baca juga: Thom Haye Tak Sabar Hadapi Persija di Stadion GBLA: Selalu Istimewa
Pelepasan 3.382 mahasiswa bersama 203 dosen pembimbing yang akan diterjunkan ke 157 desa di 30 kecamatan di Kabupaten Indramayu, dan 46 desa di 16 kecamatan di Kabupaten Sumedang itu dipimpin langsung Sekda Jawa Barat, Herman Suryatman.
Herman mengatakan, terdapat dua kunci penanggulangan kemiskinan, yakni meningkatkan pendapatan, dan mengurangi beban pengeluaran.
"Makanya, adik-adik mahasiswa diharapkan bisa menyeberangkan dan mengantarkan masyarakat agar mampu mengakses peluang, meningkatkan pendapatan, serta mengurangi beban pengeluaran," kata Herman Suryatman dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (10/1/2026).
Menurut dia, ribuan mahasiswa itu harus mampu memberikan dampak nyata melalui penguatan literasi keluarga dan literasi keterampilan hidup (life skill) meski pelaksanaan KKN relatif singkat.
Pihaknya mengakui, masyarakat di Indramayu maupun Sumedang perlu dibekali pengetahuan untuk mengakses berbagai peluang, meningkatkan pendapatan, serta menurunkan beban pengeluaran.
Baca juga: Tak Hanya Sukra, Seluruh Desa di Kecamatan Kertasemaya Indramayu Kini Punya Perdes Perlindungan PMI
Terlebih, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada 2025 angka kemiskinan di Kabupaten Indramayu mencapai 11,93 persen, dan merupakan yang tertinggi di Jawa Barat.
Sementara, Bupati Indramayu, Lucky Hakim, menyampaikan, kolaborasi menjadi kunci dalam upaya menekan angka kemiskinan, khususnya di Kabupaten Indramayu.
"Pemkab Indramayu tidak bisa bekerja sendiri dalam menurunkan angka kemiskinan, sehingga membutuhkan kolaborasi lintas sektor termasuk dengan perguruan tinggi seperti Unpad," ujar Lucky Hakim.
Lucky memastikan, Pemkab Indramayu siap mendukung program KKN berbasis data dan bakal melibatkan seluruh jajaran pemerintahan dari tingkat kecamatan hingga desa maupun kelurahan.
Ia berharap, agar program KKN Unpad tidak hanya dilaksanakan dalam jangka pendek, tetapi terus berlanjut melalui berbagai inovasi yang berdampak langsung pada upaya penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Indramayu.
“Kami siap secara data. Kami akan mengerahkan semua camat dan kepala desa untuk bekerja sama, karena ini kesempatan yang luar biasa, dan belum tentu kita dapat lagi di antara semua kota/kabupaten di Jawa Barat," kata Lucky Hakim.
| Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal Disita Petugas Saat Razia di Losarang Indramayu |
|
|---|
| Menkop RI Dorong Pengembangan Industri Perikanan Terpadu di Indramayu |
|
|---|
| Cetak Generasi Melek Digital, Diskominfo Kabupaten Indramayu Bentuk Pramuka Saka Kominfo |
|
|---|
| Datangi Kejari Indramayu Massa Gemi Tuntut Segera Tetapkan Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Tuper DPRD |
|
|---|
| Soroti Realisasi Anggaran, Pansus DPRD Indramayu Tekankan Perbaikan Penyerapan dan Pengelolaan Aset |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/Bupati-Indramayu-Lucky-Hakim-kiri-saat-memakaikan-jas-almamaterd.jpg)