Senin, 20 April 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Berita Indramayu Hari Ini

Pemkab Indramayu Perluas Cakupan Layanan ARV di 16 Puskesmas, Ini Tujuannya

Pemkab Indramayu memperluas cakupan layanan antiretroviral (ARV) bagi pengidap HIV di 16 puskesmas se-Kabupaten Indramayu.

Tribun Jabar
ARV Staf Ahli Bupati Indramayu Bidang SDM dan Kemasyarakatan, Deden Boni Koswara buka suara soal layanan antiretroviral (ARV) 
Ringkasan Berita:
  • Pemkab Indramayu memperluas cakupan layanan antiretroviral (ARV) bagi pengidap HIV di 16 puskesmas se-Kabupaten Indramayu.
  • Sebelumnya layanan ARV hanya tersedia di dua rumah sakit di Kabupaten Indramayu yakni RSUD Indramayu dan RS Bhayangkara Losarang

 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi


TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu memperluas cakupan layanan antiretroviral (ARV) bagi pengidap HIV di 16 puskesmas se-Kabupaten Indramayu.


Sebelumnya layanan ARV hanya tersedia di dua rumah sakit di Kabupaten Indramayu, yakni RSUD Indramayu dan RS Bhayangkara Losarang.


Staf Ahli Bupati Indramayu Bidang SDM dan Kemasyarakatan, Deden Boni Koswara, mengatakan, kebijakan itu merupakan upaya untuk mempermudah layanan dan melanjutkan program yang komprehensif.


Menurut dia, perluasan cakupan layanan pemberian ARV dan lainnya di 16 puskesmas tersebut merupakan salah satu strategi dalam pencegahan serta penanganan HIV/AIDS di Kabupaten Indramayu.

Baca juga: Jelang Pilwu 2025, Bupati Indramayu Ingatkan Calon Kuwu Harus Siap Menang dan Siap Kalah


"Penambahan layanan ARV di 16 puskesmas ini untuk mendekatkan dan mempermudah pelayanan kesehatan bagi pasien maupun keluarganya," ujar Deden Boni Koswara dalam keterangan tertulisnya, Selasa (2/12/2025).


Ia mengatakan, Pemkab Indramayu juga berkomitmen untuk mempercepat implementasi strategi SULUH di lapangan dalam penanggulangan HIV/AIDS.


Dari mulai penyebaran informasi secara luas, peningkatan temuan kasus, memastikan pengobatan berkelanjutan bagi orang dengan HIV/AIDS (ODHA), dan lainnya.


Pihaknya berharap, langkah-langkah tersebut dapat mencegah penyebaran sekaligus meningkatkan kualitas hidup ODHA agar semakin berdaya.


"Kasus HIV/AIDS bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi juga terkait erat dengan aspek sosial, ekonomi, politik, dan budaya," kata Deden Boni Koswara.


Karenanya, diperlukan kerja sama berbagai pihak yang terkoordinasi dan terintegrasi untuk mencapai target Three Zero di Kabupaten Indramayu pada 2030.

Baca juga: Kalender Desember 2025: Masih Ada Tanggal Merah dan Cuti Bersama Gunakan untuk Liburan Akhir Tahun


Di antaranya, tidak ada infeksi baru HIV/AIDS, tidak ada kematian akibat HIV/AIDS, dan tidak ada stigma maupun diskriminasi terhadap ODHA.


"Kami juga mendorong seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat kolaborasi, menghilangkan stigma, dan memastikan layanan HIV/AIDS yang berkelanjutan serta mudah diakses," ujar Deden Boni Koswara.

Sumber: Tribun Cirebon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved