Jumat, 8 Mei 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Nestapa di Cirebon Bocah 11 Tahun yang Hanyut di Sungai Kriyan Ditemukan Meninggal, Ini Kata Tim SAR

Setelah dua hari hanyut dan tenggelam, jasad Afandi akhirnya ditemukan oleh warga.

Tayang:
Penulis: Eki Yulianto | Editor: taufik ismail
Tribun Cirebon/Eki Yulianto
Tim SAR gabungan yang melakukan proses pencarian terhadap bocah 11 tahun yang hanyut di Sungai Kriyan, Cirebon. Korban akhirnya ditemukan hari ini dalam keadaan meninggal dunia. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Akhir tragis menyelimuti pencarian bocah 11 tahun yang hanyut di Sungai Kriyan, Kota Cirebon.

Setelah dua hari upaya penyisiran tanpa henti, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di kawasan muara, sekitar 1,5 kilometer dari lokasi awal kejadian.

Koordinator Basarnas Pos SAR Cirebon, Syarif Prabowo mengungkapkan, bahwa korban berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan pada Rabu (6/5/2026) pagi.

“Kami dari Tim SAR gabungan, baik dari unsur pemerintahan maupun organisasi kemanusiaan, telah berhasil menemukan korban yang kita cari. Jarak dari lokasi kejadian hingga lokasi penemuan itu sekitar 1,5 kilometer,” ujar Syarif, saat diwawancarai media, Rabu (6/5/2026).

Proses evakuasi dilakukan melalui jalur air menggunakan perahu, setelah korban ditemukan oleh nelayan setempat.

“Kami dapat mengevakuasi korban pada pukul 07.36 WIB. Proses evakuasi dilakukan melalui jalur air dengan menggunakan perahu, dan kemudian korban langsung dibawa ke rumah duka,” ucapnya.

Saat ditemukan, kondisi korban sudah tidak bernyawa setelah tersapu arus hingga ke pesisir.

“Untuk kondisi saat ditemukan, korban sudah meninggal dunia. Posisinya tersapu oleh arus ombak hingga ke pantai. Korban ditemukan oleh nelayan setempat yang sedang melakukan pencarian ikan,” ucap dia.

Pihak keluarga pun telah memastikan, bahwa jenazah tersebut merupakan korban yang selama ini dicari.

“Betul, setelah kami konfirmasi ke pihak keluarga, jenazah tersebut adalah korban yang kita cari bersama pihak keluarganya,” katanya.

Lebih lanjut, tim SAR membeberkan analisis terkait penyebab korban bisa terbawa hingga ke muara.

“Analisis kami dari Tim SAR gabungan, yang membawa korban ke arah lokasi penemuan ini adalah debit air yang cukup deras pada hari pertama. Namun, pada hari pertama itu kondisi korban masih berada di bawah air, jadi belum muncul ke permukaan. Hal itulah yang sempat menyulitkan kami, Tim SAR gabungan, untuk menemukan korban yang dicari,” ujarnya.

Diketahui, korban hanyut sejak Senin (4/5/2026) saat berenang bersama tiga temannya di Sungai Kriyan, tepatnya di sekitar Jembatan Kesunean, Kelurahan Kasepuhan, Kecamatan Lemahwungkuk.

Ketua RW 02 Mandalangan, Didi Supriadi mengatakan, awalnya ia menerima laporan dari Ketua RT setempat mengenai adanya anak yang hanyut.

Sumber: Tribun Cirebon
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved