Ibadah Haji 2026
Pedagang Rujak Naik Haji, Ini Kisah Perjuangan Istoifah Menuju Tanah Suci
Istoifah (57), pedagang rujak di Kota Cirebon akhirnya menjadi salah satu tamu Allah untuk menunaikan ibadah haji
Penulis: Eki Yulianto | Editor: Mutiara Suci Erlanti
Ringkasan Berita:
- Perjalanan panjang penuh air mata dan doa dari seorang pedagang rujak bernama Istoifah (57)
- Siapa sangka, dari lapak sederhana yang telah ia jalani sejak 1997 itu, kini ia bersiap menjejakkan kaki ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto
TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON- Di balik cobek dan irisan buah segar yang setiap hari ia racik di pinggir Jalan Evakuasi, Kota Cirebon, tersimpan perjalanan panjang penuh air mata dan doa dari seorang pedagang rujak bernama Istoifah (57).
Siapa sangka, dari lapak sederhana yang telah ia jalani sejak 1997 itu, kini ia bersiap menjejakkan kaki ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji.
Pantauan di tempat jualannya hingga di rumahnya di Jalan Swasembada Jembar Agung, Kelurahan Karyamulya, Kecamatan Kesambi, pada Jumat (24/4/2026), memperlihatkan kesibukan yang berbeda.
Baca juga: Istri Bupati Kuningan Kunjungi Anak Penderita Kelainan Jantung di Pancalang
Jika biasanya Istoifah sibuk mengulek bumbu rujak, kini ia tampak merapikan koper besar berisi perlengkapan haji, lengkap dengan pakaian yang dipadatkan menggunakan vacuum bag, obat-obatan, hingga camilan sederhana untuk bekal perjalanan.
Di sela-sela persiapan itu, kisah perjuangannya terungkap.
Ia mengaku telah berjualan rujak sejak puluhan tahun lalu, dengan penghasilan yang tak menentu.
“Dari tahun ‘97 sih, Mas. Tapi yang namanya orang jualan kan ya, kadang ramai, kadang sepi. Ya namanya orang usaha ya gimana lah begitu,” ujar Istoifah saat berbincang, Jumat (24/4/2026).
Sejak pertama merantau ke Cirebon pada 1987, ia mengandalkan jualan rujak, karedok, lotek, hingga gorengan untuk bertahan hidup.
Dari usaha kecil itu pula, ia berhasil menyekolahkan anak dan keponakan-keponakannya hingga sukses.
“Saya kepengen anak-anak keluarga saya itu jangan putus di jalan. Yang penting harus ada pendidikan. Alhamdulillah, ada yang jadi guru, ada yang kerja juga,” ucapnya.
Di balik kesibukannya berdagang, Istoifah menyimpan mimpi besar yakni berangkat haji.
Baca juga: Bukan Teja Paku Alam, Fitrah Maulana Kawal Gawang Persib Saat Lawan Arema FC
Mimpi itu muncul dari momen sederhana yang tak pernah ia lupakan, yaitu setiap kali mendengar selawat dari rombongan calon jemaah haji.
“Saya itu kalau sore dengar orang selawatan mau berangkat haji, sampai menangis. ‘Apa iya ya saya bisa ke sana, Gusti Allah?’,” jelas dia, dengan mata berkaca-kaca.
| Menjadi Jemaah Haji Reguler, Wabup Indramayu Apresiasi Pelayanan Ibadah Haji Tahun Ini |
|
|---|
| Ribuan Jemaah Haji Asal Jawa Barat Diberangkatkan ke Tanah Suci, Bawa Uang Saku Rp3,4 Juta dari BPKH |
|
|---|
| Resmi Dilepas! 441 Jemaah Haji Asal Cirebon Berangkat ke Tanah Suci, Ada Perubahan Besar Tahun Ini |
|
|---|
| Kisah Eye Sunarya, Penjual Boboko Asal Majalengka Bisa Berangkat Haji: Menabung Rp 10 Ribu Sehari |
|
|---|
| Ratusan Karom dan Karu Ikuti Pembinaan di Asrama Haji Indramayu, Ini Pesan Kemenhaj Jabar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/PEDAGANG-RUJAK-NAIK-HAJI-Istoifah-57-pedagang-rujak-di-Kota-Cirebon-akhirnyaD.jpg)