Minggu, 19 April 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Tak Mau Jembatan Putus, BBWS Pasang Riprap dan Pemecah Arus di Lebakngok Cirebon

Pihak BBWS bergerak cepat agar fondasi Jembatan Lebakngok di Harjamukti tak terkikis.

Penulis: Eki Yulianto | Editor: taufik ismail
Tribun Cirebon/Eki Yulianto
TERKIKIS ARUS SUNGAI - Potret Jembatan Lebakngok di Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti, terkikis arus sungai hingga membuat sebagian badan jalan nyaris menggantung. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Tak ingin akses vital warga terputus akibat terjangan arus sungai, Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk-Cisanggarung (BBWS Cimancis) bergerak cepat memasang riprap dan menyiapkan pemecah arus di Jembatan Lebakngok, Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon.

Langkah ini dilakukan sebagai upaya pencegahan agar fondasi jembatan tidak semakin tergerus, terutama jika banjir susulan kembali datang.

Kepala BBWS Cimancis, Dwi Agus Kuncoro mengatakan, penanganan difokuskan pada pengendalian aliran sungai agar tidak lagi menghantam tebing yang tanahnya labil.

“Penanganan dilakukan dengan mengarahkan aliran air agar tidak kembali menghantam tebing sungai yang tanahnya labil di sekitar fondasi jembatan. Kalau nanti terjadi banjir lagi, air sudah terarah sehingga tidak menghantam tebing sungai di sisi tanah yang rawan,” ujar Dwi, Rabu (25/2/2026).

Ia menjelaskan, secara geologi kawasan tersebut didominasi batu lempung yang mudah tererosi. 

Kondisi itu membuat sejumlah infrastruktur di wilayah tersebut memiliki tingkat kerawanan cukup tinggi.

“Secara geologi kawasan ini didominasi batu lempung yang mudah tererosi, sehingga beberapa jembatan di wilayah ini memiliki tingkat kerawanan cukup tinggi,” ucapnya.

Selain faktor tanah, minimnya vegetasi di tebing sungai turut mempercepat pengikisan.

“Kondisi tebing sungai yang minim vegetasi juga mempercepat pengikisan, sehingga perlindungan alami seperti tanaman penahan tanah perlu dipertahankan,” jelas dia.

Dalam tahap awal, BBWS melakukan normalisasi alur sungai untuk menstabilkan arus dan mengurangi tekanan air pada struktur jembatan. 

Setelah arus terkendali, penguatan dilakukan pada bagian kaki pilar menggunakan metode riprap atau penataan batu di sekitar fondasi.

“Pilarnya masih cukup kuat, jadi kita fokus melindungi kakinya dulu dengan batu yang ada di sekitar lokasi agar lebih efisien,” katanya.

Ia menyebut, pengerjaan dimulai pekan ini dengan dukungan alat berat yang masuk melalui jalur hilir sungai karena akses darat cukup sulit dilalui.

“Normalisasi ditargetkan rampung dalam beberapa pekan ke depan, sambil melihat perkembangan kondisi lapangan dan debit air sungai,” ujarnya.

Sumber: Tribun Cirebon
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved