Berita Cirebon Hari Ini
Sejumlah Warga Mampu Masih Dibiayai APBD, Jamkesda Cirebon Dirombak Mulai 2026
Sejumlah warga yang tergolong mampu ternyata masih menikmati pembiayaan kesehatan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD)
Penulis: Eki Yulianto | Editor: Mutiara Suci Erlanti
Ringkasan Berita:
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto
TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON- Di balik klaim jaminan kesehatan untuk warga miskin, fakta mengejutkan terungkap di Kabupaten Cirebon.
Sejumlah warga yang tergolong mampu ternyata masih menikmati pembiayaan kesehatan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), sementara sebagian warga miskin justru belum seluruhnya terlayani.
Kondisi inilah yang mendorong Pemerintah Kabupaten Cirebon merombak skema Jamkesda mulai 2026.
Pemerintah Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mengusulkan penambahan kuota penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) sebanyak 9.330 jiwa pada 2026 untuk membenahi ketepatan sasaran program jaminan kesehatan tersebut.
Baca juga: Liputan Khusus, Objek Wisata di Lahan TNGC Kuningan Terancam Ditutup, KDM Dapati Aktivitas Tambang
Ketua Tim Verifikasi dan Validasi Kabupaten Cirebon, Dangi mengatakan, usulan itu dibahas dalam rapat kerja Pelayanan Sosial Berbasis Desil (DTSEN) antara pemerintah daerah dan Komisi IV DPRD Kabupaten Cirebon.
“Rapat telah membahas hasil verifikasi dan validasi data penerima Jamkesda tahun 2025 yang pembiayaannya bersumber dari APBD, donasi dan sumber sah lainnya,” ujar Dangi saat diwawancarai media, Senin (19/1/2026).
Menurut dia, pemadanan data penerima Jamkesda dilakukan menggunakan Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG) milik Kementerian Sosial.
Dari hasil pemeringkatan tersebut, tercatat sebanyak 154.750 jiwa dinyatakan memenuhi kriteria penerima Jamkesda karena berada pada kelompok Desil 1 hingga Desil 5, termasuk kategori bayi baru lahir.
“Sementara itu, sebanyak 200.642 jiwa dinyatakan tidak memenuhi kriteria karena berada pada Desil 6 sampai Desil 10, belum masuk pemeringkatan, atau datanya tidak ditemukan,” ucapnya.
Tak hanya itu, hasil pemadanan data kependudukan juga menunjukkan sebanyak 354.783 jiwa tercatat sebagai penduduk aktif Kabupaten Cirebon.
Namun, 609 jiwa lainnya dinyatakan tidak sesuai karena telah pindah domisili atau meninggal dunia.
Dangi menilai, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan ketidaktepatan sasaran program Jamkesda.
Pasalnya, masih ditemukan warga yang secara ekonomi tergolong mampu tetapi tetap menerima pembiayaan dari APBD.
| Run for Rivers Singgah di Cirebon, Sungai Watch Hingga Pemerintah Bersihkan Selokan Penuh Sampah |
|
|---|
| Jelang Idul Adha, Kota Cirebon Diserbu Hewan Kurban dari Luar Daerah, DKPPP Pastikan Bebas PMK |
|
|---|
| Disorot Warga, Kuwu Beringin Cirebon Jelaskan Alasan Program BUMDes Domba Belum Berjalan |
|
|---|
| Fakta di Balik Penangkapan, 4 Pemuda di Cirebon Positif Narkoba Hingga Bawa Celurit |
|
|---|
| Jangan Ragu Imunisasi! Seruan IDAI di Cirebon, Demi Cegah Penyakit Hingga Risiko Kematian |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/Jamkesda-CirebonDD.jpg)