Selasa, 19 Mei 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Makan Bergizi Gratis

14.773 SPPG Telah Berjalan di 38 Provinsi, Program Makan Bergizi Nasional Capai 56 Persen

Pelaksanaan Program Makan Bergizi Nasional (MBG) terus menunjukkan perkembangan positif. Hingga November 2025,

Tayang:
Penulis: Eki Yulianto | Editor: Dwi Yansetyo Nugroho
Tribunnews.com/TribunCirebon.com/ Eki Yulianto
Wakil Ketua SPPI, Marsdya TNI Samsul Rizal SIP MTr (Han), usai meresmikan SPPG Pegambiran III, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Kamis (27/11/2025). 

TRIBUNCIREBON.COM – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Nasional (MBG) terus menunjukkan perkembangan positif. Hingga November 2025, sudah beroperasi 14.773 Satuan Pelayanan Pemenuhan Pangan Gizi (SPPG) di 38 provinsi di seluruh Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua SPPI, Marsdya TNI Samsul Rizal SIP MTr (Han), saat meresmikan SPPG Pegambiran III, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, pada Kamis (27/11/2025).

Menurut Samsul Rizal, program MBG telah memberikan manfaat kepada sekitar 42,8 juta penerima, atau 56 persen dari total target 82 juta warga penerima manfaat.

Baca juga: Begini Cara Cek BLT Kesra November 2025 Lewat Situs dan Aplikasi Cek Bansos, Praktis dan Mudah

“Alhamdulillah, sampai November telah tercatat 14.773 SPPG yang menjangkau 42,8 juta penerima, atau 56 persen dari target,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa sistem pendaftaran SPPG ditutup sementara untuk keperluan verifikasi dan validasi data, agar pelaporan akhir tahun lebih akurat.

“Portal ditutup sementara untuk penyelesaian verifikasi seluruh titik SPPG sehingga data benar-benar valid,” jelasnya.

Menurutnya, berbagai kendala di lapangan telah terselesaikan melalui koordinasi lintas kementerian seperti Kemenko Perekonomian dan Kementerian Kesehatan, serta memastikan semua SPPG telah memenuhi standar operasional dan sertifikasi yang diperlukan.

Baca juga: NASKAH Khutbah Jumat Besok 27 November 2025, Dahsyatnya Azab Neraka yang Menggetarkan Jiwa

Selain itu, Penanggung Jawab Yayasan Muala Hoedi Makayasa, Suci Murniati, mengungkapkan bahwa program MBG tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi anak, tetapi juga mendorong ekonomi masyarakat, khususnya para pelaku UMKM.

SPPG Pegambiran dipilih karena tingginya angka stunting di kawasan tersebut. Setiap harinya, dapur ini dapat melayani 2.438–2.834 penerima manfaat dari 24 TK/PAUD, 10 SD, 3 SMP, dan 1 SMK, dengan tenaga kerja 100 persen warga sekitar dan bahan pangan seluruhnya berasal dari UMKM lokal.

Baca juga: INALILLAHI, Ayah Bupati Kuningan Meninggal Dunia, Ketua Baznas Pimpin Prosesi Pemakaman

“Target kami meningkatkan gizi anak dan menurunkan angka stunting secara signifikan,” ujarnya.
Ia berharap MBG dapat membawa perubahan besar bagi kualitas gizi pelajar, memperkuat ketahanan pangan, dan menggerakkan ekonomi daerah melalui pemberdayaan masyarakat.

Sumber: Tribun Cirebon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved