Demo di Cirebon
Kantor DPRD Kabupaten Cirebon Dibakar Massa, Asap Hitam Membumbung Tinggi, Ratusan Orang Demo
Massa yang kecewa akhirnya bergeser ke arah Kantor DPRD Kabupaten Cirebon yang lokasinya berdekatan dengan Kantor Bupati.
Penulis: Eki Yulianto | Editor: Mutiara Suci Erlanti
Begitu tiba, suasana berubah mencekam.
Massa merangsak masuk ke halaman gedung dewan, melempari kaca dengan batu dan kayu.
Baca juga: Bawa Pulang Air Siraman Panjang, Nelayan di Cirebon Yakin Bisa Bikin Tambah Hasil Laut
Suara pecahan kaca bercampur dengan teriakan.
Tak lama kemudian, titik api muncul di salah satu sisi gedung.
Dalam hitungan menit, api membesar dan menjilat atap.
“Asalnya hanya kericuhan, lemparan batu dan botol. Tidak lama, saya lihat api mulai muncul dari sisi samping gedung."
"Warga langsung berhamburan, takut api merembet,” ujar Rohman (42), warga sekitar.
Kursi, meja, hingga berkas di ruang sidang utama menjadi santapan api.
Asap hitam pekat membumbung tinggi, terlihat dari berbagai sudut Kota Sumber.
Petugas pemadam kebakaran yang datang sempat kewalahan, api makin sulit dikendalikan karena hembusan angin.
Sementara itu, massa berangsur meninggalkan lokasi ketika merasa puas dengan aksi anarkis tersebut.
Namun yang tertinggal hanyalah puing-puing gedung wakil rakyat yang porak-poranda.
Hingga sekira pukul 14.00 WIB, jendela kaca pecah, tembok hitam terbakar dan bau hangus masih menyeruak dari dalam.
“Saya tidak menyangka, gedung sebesar ini bisa terbakar begitu saja."
"Padahal di sinilah seharusnya wakil rakyat bekerja,” tutur Sulastri (35), warga yang menyaksikan langsung.
Peristiwa ini menambah panjang daftar aksi massa yang berujung anarkis di Cirebon.
Kantor DPRD, yang sejatinya menjadi simbol demokrasi dan tempat rakyat menyampaikan aspirasi, kini hanya menyisakan puing dan arang serta pertanyaan besar, siapa yang bertanggung jawab atas tragedi ini?
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.