Rabu, 29 April 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Hemat BBM Ratusan Ribu Jika Terbang dari BIJB Kertajati Majalengka

Pemerintah terus berupaya agar BIJB Kertajati bisa melayani banyak rute penerbangan komersial.

Penulis: Adhim Mugni Mubaroq | Editor: taufik ismail
Tribun Cirebon/Adhim Mugni Mubaroq
RAKOR - Bupati Majalengka Eman Suherman, BIJB Kertajati, bersama Departemen Pertahanan bersama Forkompinda Majalengka dan Provinsi Jawa Barat saat acara rakor penguatan proyek strategis nasional d Provinsi Jabar untuk mendukung pertahanan negara dalam aspek ekonomi (revitalisasi BIJB Kertajati) Kedeputian Geoekonomi, Dewan Pertahanan Nasional RI di Hotel Metland Majalengka, Selasa (7/4/2026). 

Laporan Adim Mubaroq

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Di tengah kebijakan penghematan bahan bakar minyak (BBM) yang mulai didorong pemerintah pada April 2026, pilihan bandara keberangkatan menjadi faktor penting dalam menentukan efisiensi perjalanan.

Optimalisasi penerbangan komersial di dinilai berpotensi menekan konsumsi BBM masyarakat, khususnya di wilayah Jawa Barat.

Bandara Kertajati mulai beroperasi pada 2018 dan sempat melayani penerbangan komersial domestik maupun internasional.

Pada 2023, operasionalnya diperluas dengan pengalihan sebagian penerbangan dari Bandung.

Namun, dinamika industri penerbangan membuat aktivitasnya belum stabil, termasuk sempat berhentinya sejumlah rute domestik pada 2025.

Dalam konteks efisiensi energi, perjalanan dari Bandung ke Kertajati berkisar 70-110 kilometer, sedangkan dari Bandung menuju Bandara Soekarno Hatta di Cengkareng mencapai sekitar 150-180 kilometer.

Selisih jarak tersebut berdampak langsung pada konsumsi BBM kendaraan pribadi.

Dengan asumsi konsumsi kendaraan 1 liter untuk 10–12 kilometer, perjalanan ke Kertajati dapat menghemat sekitar 6–8 liter BBM sekali jalan, atau 12–16 liter untuk perjalanan pulang-pergi.

Dengan harga BBM rata-rata Rp 10.000 per liter, potensi penghematan mencapai Rp 120.000 hingga Rp 160.000 per perjalanan.

Selain jarak, waktu tempuh juga memengaruhi efisiensi.

Akses menuju Kertajati melalui Tol Cisumdawu relatif lebih cepat, sekitar 1–1,5 jam. Sementara perjalanan menuju Soekarno-Hatta bisa mencapai 3–4 jam, terutama saat kepadatan lalu lintas menuju Jakarta meningkat, yang berdampak pada pemborosan bahan bakar.

Direktur Utama PT Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB), Ronald H Sinaga menyebut keberadaan Kertajati memang dirancang untuk meningkatkan efisiensi mobilitas masyarakat Jawa Barat, termasuk dari sisi penggunaan energi.

“Kalau dilihat dari jarak dan waktu tempuh, Kertajati jelas lebih efisien. Ini berpengaruh langsung terhadap konsumsi BBM masyarakat,” kata Ronald seusai acara rakor penguatan proyek strategis nasional d Provinsi Jabar untuk mendukung pertahanan negara dalam aspek ekonomi (revitalisasi BIJB Kertajati) Kedeputian Geoekonomi, Dewan Pertahanan Nasional RI di Hotel Metland Majalengka, Selasa (7/4/2026).

Ia menambahkan, masyarakat selama ini cenderung hanya memperhitungkan harga tiket pesawat, tanpa menghitung biaya perjalanan menuju bandara.

Sumber: Tribun Cirebon
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved