Rabu, 6 Mei 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Hari Kemerdekaan

Teks Proklamasi Kemerdekaan Indoneisia Bacakan pada 17 Agustus 2025 Besok

Melansir Kompas.com, teks Proklamasi asli ditulis tangan oleh Ir Soekarno sebagai pencatat, hasil gubahan Drs Mohammad

Tayang:
tribun
Isi Teks Proklamasi Asli yang Ditulis dan Dibaca Bung Karno pada 17 Agustus 1945 

TRIBUNCIREBON.COM - Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2025 akan berlangsung khidmat di seluruh tanah air.

Salah satu momen sakral dalam upacara tersebut adalah pembacaan Naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, penanda resmi lahirnya bangsa pada 17 Agustus 1945.

Pembacaan naskah ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi bentuk penghormatan atas perjuangan para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi kemerdekaan.

Melansir Kompas.com, teks Proklamasi asli ditulis tangan oleh Ir Soekarno sebagai pencatat, hasil gubahan Drs Mohammad Hatta dan Mr Raden Achmad Soebardjo Djojoadisoerjo.

Versi yang dibacakan dalam upacara—dikenal sebagai naskah Proklamasi Otentik—diketik oleh Mohamad Ibnu Sayuti Melik, seorang tokoh pemuda yang turut mempersiapkan kemerdekaan.

Baca juga: 3 Teks Amanat Pembina Upacara Hari Kemerdekaan RI ke-80 Tahun Khidmat, Singkat dan Bermakna

Berikut teks lengkap Naskah Proklamasi Otentik:

P R O K L A M A S I

Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia.

Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan
dengan tjara saksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja.

Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05

Atas nama bangsa Indonesia.

Soekarno/Hatta.

Dibacakan di Rumah Ir Soekarno

Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dibacakan pada pukul 10:00 Waktu Standar Tokyo pada hari Jumat, 17 Agustus 1945 di Jakarta.

Dalam buku American visions of the Netherlands East Indies/Indonesia: US foreign policy and Indonesian nationalism tulisan Frances Gouda (2002) terbitan Amsterdam University Press, disebutkan bahwa Chairul Basri, yang bekerja pada kantor propaganda Jepang, mencari rumah yang berhalaman luas.

Sumber: Tribun Cirebon
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved