Pertanian di Indramayu Diserang Tikus
Petani di Indramayu Pusing Oleh Serangan Tikus, Produksi Menurun hingga Modal Tanam Membengkak
Petani di Indramayu Dibuat Pusing Oleh Serangan Tikus, Produksi Menurun Hingga Modal Tanam Membengkak
Penulis: Handhika Rahman | Editor: Dwi Yansetyo Nugroho
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman
TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Petani di Kabupaten Indramayu tengah dihadapkan masalah serius soal hama.
Serangan hama tikus membuat produksi petani menurun. Selain itu, serangan ini juga membuat petani harus mengeluarkan modal lebih besar untuk masa tanam.
Ketua Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Indramayu, Sutatang menyampaikan, serangan hama tikus yang masif di antaranya terjadi di wilayah Kecamatan Haurgeulis dan Gantar.
Baca juga: Satpol PP Kota Cirebon Tertibkan Bangunan Liar di Kawasan Bima: Sudah ingatkan, Tetap Membandel
Di sana, kata dia, sekarang sedang memasuki masa panen.
“Produktivitas panen di kedua kecamatan itu sekarang alami penurunan. Ini karena serangan tikus,” ujar dia melalui sambungan seluler, Rabu (30/7/2025).
Sutatang menyampaikan, jika dalam kondisi normal, harusnya petani bisa memproduksi gabah kering panen (GKP) hingga 7 ton per hektare.
Tapi karena serangan hama ini, produksi GKP petani turun menjadi 5,8 ton per hektare, paling bagus petani bisa panen sekitar 6 ton per hektare.
Baca juga: AREMANIA Full Senyum! Pablo Oliveira Dipastikan Balik ke Kandang Singo Edan, Ini Waktunya
“Ya karena serangan tikus, hasil panen jadi menurun,” ujar dia.
Serangan hama tikus ini juga terpantau di wilayah Desa Pekandangan, Kecamatan/Kabupaten Indramayu.
Di sana, mayoritas tanaman padi masih muda dan belum genap berumur satu bulan. Kondisi itu menjadi sasaran oleh hama tikus.
Menurut keterangan Wirsad, salah satu petani di sana, ia terpaksa harus melakukan tambal sulam. Yakni tanaman padi yang dirusak tikus terpaksa ditanam ulang dengan yang baru.
“Tikus banyak. Memang gak semua hamparan diserang, makanya dilakukan tambal sulam,” ujar dia.
Wirsad mengungkapkan, tambal sulam ini otomatis membuat biaya tanam membengkak.
Baca juga: Pencairan PKH Tahap 3 Tahun 2025 Dimulai Bulan Ini, Segera Cek Daftar Nama di Situs Kemensos di Sini
Dari biasanya yang hanya memerlukan biaya sekitar Rp 10 juta untuk satu bahu atau sekitar 0,8 haktare sawah, kini membengkak menjadi sekitar Rp 12.5 juta.
“Akibat tambal sulam, modal jadi nambah seperempatnya, ya sekitar Rp 2,5 juta mah ada,” ujar dia.
| Gol Julio Cesar di Menit Akhir Bawa Persib Menang 2-1 Atas PSM Makassar |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca Majalengka Senin 18 Mei 2026, Wajib Sedia Payung Atau Jas Hujan |
|
|---|
| Gempa M3,2 Guncang Pacitan Jatim Pada Minggu Malam, Ini Info Dari BMKG |
|
|---|
| Persib Unggul 1-0 Atas PSM Makassar di Babak Pertama, Thom Haye Cetak Gol |
|
|---|
| Resmi, Susunan Pemain Persib Bandung Lawan PSM Makassar, Trio Brasil Jadi Andalan Cetak Gol |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/Balap-Lari-Petani-Indramayu.jpg)