Minggu, 12 April 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Dugaan Kasus Asusila Oknum Guru Terhadap Peserta Didik, Kepala SMAN di Kuningan Angkat Bicara

Muncul dugaan kasus tindak asusila yang dillakukan oknum guru SMAN di Kuningan. Itu mendapat tanggapan dari Kepala SMA Negeri 3 Kuningan

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Mutiara Suci Erlanti
ISTIMEWA
PERBUATAN ASUSILA - Oknum guru yang berinisial IM diduga melakukan perbuatan asusila terhadap siswi sekolah menengah atas negeri (SMAN) 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM,KUNINGAN – Muncul dugaan kasus tindak asusila yang dillakukan oknum guru SMAN di Kuningan

Itu mendapat tanggapan dari Kepala SMA Negeri 3 Kuningan, Muhammad Chaeri hingga memastikan bahwa kondisi sekolah tetap kondusif dalam melaksanakan kegiatan belajar dan mengajar di lingkungan sekolah setempat.

Selain mencuatnya kasus dugaan asusila terhadap siswi yang menyeret salah satu oknum guru di sekolah tersebut.

"Untuk oknum guru atau terduga langsung dinonaktifkan sejak 28 Juli 2025 lalu dan kini kasus tersebut sepenuhnya ditangani oleh Unit PPA Polres Kuningan," katanya.

Baca juga: Tak Perlu Tunggu Usia 17 Tahun, Pelajar Cirebon Usia 16 Tahun Kini Bisa Rekam KTP dari Sekolah

Mochamad Chaeri menanggapi kasus dugaan asusila yang melibatkan oknum guru terhadap peserta didik.

“Kami belum mendalami lebih jauh karena sudah dalam penanganan pihak berwenang. Yang pasti, dari sisi sekolah, suasana belajar tetap aman dan kondusif,” ujarnya.

Terutama, Mochamad Chaeri mengemukakan untuk hak-hak pendidikan siswi tetap dijamin oleh pihak sekolah.

“Anak tersebut masih mengikuti kegiatan belajar seperti biasa, semangatnya luar biasa. Tidak terlihat drop dan mendapat perhatian dari petugas kesehatan psikologi alias psikater,” katanya.

Dari kejadian menghebohkan ini, Mochamad Chaeri menegaskan bahwa pihak sekolah telah menjalin komunikasi intensif dengan orang tua siswi dan juga melakukan koordinasi dengan Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah X Provinsi Jawa Barat yang berkedudukan di Cirebon.

“Kami sudah sampaikan ke KCD, baik ke kepala KCD maupun kasubagnya, untuk mendapatkan arahan dan langkah penanganan yang tepat,” katanya.

Sebagai upaya pencegahan, secara sekolah mengaku telah menyisipkan edukasi etika, sopan santun, dan karakter dalam program Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), bekerja sama dengan TNI dan Polri.

"Mitigasi ini juga sejalan dengan kebijakan Gubernur Jawa Barat melalui program Pendidikan Pancawaluya Istimewa. Apalagi lingkungan sekolah kami dikenal sebagai sekolah ramah anak dan berbasis lingkungan," katanya. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved