Minggu, 19 April 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Lahirnya Exploitasia Jadi Harapan Baru Banteng Jawa dari Jantung Pangandaran

Bayi banteng Jawa (Bos javanicus) lahir di Pusat Reintroduksi Banteng Jawa Pangandaran pada 27 Juli 2025

Istimewa
KELAHIRAN BAYI BANTENG - Bayi banteng Jawa (Bos javanicus) lahir di Pusat Reintroduksi Banteng Jawa Pangandaran pada 27 Juli 2025 

TRIBUNCIREBON.COM- Langkah kecil bagi seekor banteng, lompatan besar bagi konservasi satwa Indonesia.

 Keberhasilan ini tidak lepas dari kontribusi Taman Safari Indonesia yang menyumbangkan indukan unggulan dari tiga lokasi konservasinya.

Pukul 06.00 WIB, Minggu pagi yang tenang di Cagar Alam Pananjung Pangandaran berubah menjadi momen bersejarah.

Seekor bayi banteng kecil, mengambil napas pertamanya di dunia, menandai babak baru dalam kisah konservasi Indonesia yang penuh perjuangan.

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat mengumumkan kabar gembira ini dengan penuh haru.

Bayi banteng Jawa (Bos javanicus) yang terlahir di Pusat Reintroduksi Banteng Jawa Pangandaran pada 27 Juli 2025 ini bukan sekadar kelahiran biasa, ini adalah kelahiran pertama yang berhasil dikembangbiakkan di pusat reintroduksi yang diresmikan hanya 7 bulan lalu.

Dari Kepunahan Menuju Kebangkitan
Siapa sangka, kawasan yang pernah kehilangan jejak banteng Jawa pada 2023 kini menjadi saksi kelahiran harapan baru bernama Exploitasia. Bayi betina mungil ini bukan sekadar kelahiran biasa, ia adalah simbol kebangkitan spesies yang nyaris punah dari tanah Jawa.

Induknya, Uchi, adalah salah satu dari empat "duta" banteng Jawa yang dipercaya memikul misi besar: mengembalikan kejayaan spesies langka ini ke habitat aslinya.

Uchi datang dari Taman Safari Bogor, bergabung dengan Bindi dari Taman Safari Prigen, serta dua jantan Bejo dan Senta dari Taman Safari Gianyar Bali.

Keempat banteng dewasa ini dilepasliarkan secara simbolis oleh Menteri Kehutanan bersamaan dengan peresmian Pusat Reintroduksi Banteng Jawa Pangandaran pada 11 Desember 2024. Hanya dalam hitungan bulan, misi mereka membuahkan hasil yang membanggakan.

Rumah Baru untuk Sang Legenda
Di lahan seluas 5 hektar yang dijaga ketat oleh 9 petugas khusus, empat banteng dewasa ini menjalani kehidupan semi-alami. Mereka tidak hidup dalam kandang sempit, melainkan bebas berkelana di padang rumput yang luas, namun tetap dalam pengawasan medis dan nutrisi terbaik.

Program reintroduksi ini memiliki tujuan mulia: meningkatkan populasi banteng Jawa dengan keragaman genetik yang lebih baik. Keragaman ini diperoleh dari populasi terpisah di beberapa Taman Nasional di Jawa, menciptakan gene pool yang kuat untuk masa depan spesies.

Tim 9 petugas lapangan bekerja tanpa lelah memantau setiap aspek kehidupan banteng, mulai dari pemberian pakan, nutrisi tambahan, pengecekan kesehatan, pemantauan masa birahi, hingga pemeliharaan kondisi kandang dan padang gembala. Dedikasi mereka membuahkan hasil yang luar biasa.

Program ini bukanlah upaya solo. Kolaborasi megah antara Kementerian Kehutanan melalui BKSDA Jawa Barat, Taman Safari Indonesia yang didukung oleh PT. Star Energy Geothermal Darajat II Limited, Pemerintah Kabupaten Pangandaran, dan masyarakat lokal menciptakan ekosistem konservasi yang solid.

Exploitasia: Nama dengan Misi Besar
Nama "Exploitasia" yang diberikan langsung oleh Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni bukan tanpa makna. Dalam nama itu tersimpan harapan bahwa si kecil akan menjelajahi dan menguasai habitatnya, menjadi pelopor generasi banteng Jawa yang akan menghuni kembali tanah leluhurnya.

Sumber: Tribun Cirebon
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved