Studi Tur Dilarang Gubernur Jabar, Wali Kota Cirebon Justru Bilang Ini
Larangan study tour dari Gubernur Jawa Barat memicu gejolak di berbagai daerah, sikap berbeda justru ditunjukkan oleh Wali Kota Cirebon
Penulis: Eki Yulianto | Editor: Mutiara Suci Erlanti
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto
TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON– Ketika larangan study tour dari Gubernur Jawa Barat memicu gejolak di berbagai daerah, sikap berbeda justru ditunjukkan oleh Wali Kota Cirebon, Effendi Edo.
Di tengah polemik yang makin memanas, Edo memberi lampu hijau bagi sekolah-sekolah di wilayahnya untuk tetap menggelar studi tur, bahkan jika tujuannya ke luar daerah.
“Kalau studi tur, asalkan dengan rambu-rambu yang kuat, sebetulnya tidak menjadi persoalan buat saya,” ujar Effendi Edo saat ditemui di Balai Kota Cirebon, Jumat (25/7/2025).
Baca juga: Niat Sembuhkan Istri Lewat Pengobatan Gaib, Warga Kaliwedi Cirebon Malah Kena Tipu Rp 110 Juta
Menurutnya, kegiatan studi tur bukan sekadar jalan-jalan atau hiburan semata.
Lebih dari itu, ia melihat kegiatan tersebut sebagai sarana pembelajaran di luar ruang kelas yang dapat memperluas wawasan siswa.
“Kegiatan semacam ini bisa menjadi sarana bagi siswa untuk mengenal dunia luar dan mendapatkan pengalaman baru yang tidak mereka peroleh di ruang kelas."
"Tentunya harus diisi dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat bagi anak-anak, walaupun ke luar daerah,” ucapnya.
Effendi Edo pun menekankan pentingnya perencanaan yang matang serta panduan yang jelas dari pihak sekolah dalam menyelenggarakan studi tur.
Tujuannya tak lain agar tujuan pendidikan tetap menjadi yang utama, bukan sekadar rekreasi.
Baca juga: PROGRAM Makan Bergizi Gratis, Langkah Nyata Pemerintah Dorong Kemajuan Bangsa
Namun tidak berhenti di situ, Edo juga menyoroti sisi ekonomi dari kegiatan ini.
Baginya, studi tur tak hanya berdampak pada siswa, tapi juga berkontribusi pada sektor pariwisata dan pendapatan daerah.
“Kalau dilarang kan nanti orang nggak pada mau datang ke Kota Cirebon."
"Tentunya juga bisa meningkatkan PAD (pendapatan asli daerah),” jelas dia.
Sikap ini jelas kontras dengan kebijakan yang dikeluarkan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
| INNALILLAHI, 2 Balita Meninggal Akibat Campak di Cirebon: Dari Demam, Sesak, hingga Masuk ICU |
|
|---|
| Ngeri! Sudah Divaksin Tetap Kena, Dokter Ungkap Pola Baru Serangan Campak di Cirebon |
|
|---|
| BREAKING NEWS: Lonjakan Campak di Cirebon, 50 Pasien Dirawat, 2 Meninggal Dunia |
|
|---|
| Sah! Wakil Wali Kota Pegang Kendali Perwosi Cirebon, Langsung Tancap Gas Usung Gerakan 3I |
|
|---|
| Kecelakaan di Jalan Cipto Cirebon, Motor Saling Senggol, Pengendara Tergeletak di Aspal |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/LARANGAN-STUDI-TUR-Wali-Kota-Cirebon-Effendi-Edo-buka-suara-soal-larangan-studi-turS.jpg)