Senin, 13 April 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Kisah Tukang Ojeg Pangkalan Naik Haji: Mengejar Impian Dengan Motor

Di balik rutinitas Maman Suparman sebagai tukang ojeg pangkalan, tersimpan tekad yang begitu besar: naik haji

Tribuncirebon.com/Adhim Mugni
TUKANG OJEG NAIK HAJI - Maman Suparman Japar, warga Blok Jerokaso, Desa Sadasari, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka, tukang ojeg di Majalengka yang naik haji di kediamannya, Minggu 4 Mei 2025 

Laporan kontributor Adim Mugni

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Di tengah bising knalpot dan lalu lintas desa yang sederhana, ada satu kisah luar biasa dari seorang tukang ojeg bernama Maman Suparman Japar, warga Blok Jerokaso, Desa Sadasari, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka.

Setiap pagi, suara knalpot motornya membelah udara kampung, mengantarnya dari satu penumpang ke penumpang lain.

Tapi siapa sangka, di balik rutinitasnya sebagai tukang ojeg pangkalan, tersimpan tekad yang begitu besar: naik haji ke Tanah Suci.

Sebelum menunggangi motor matic hitam yang kini setia menemaninya, Maman lebih dulu mengojek dengan motor warisan ayahnya.

Baca juga: Ribuan Umat Muslim di Majalengka Gelar Aksi Bela Palestina, Ketua DPRD dan DPD PKS Turut Berorasi

 Motor itulah yang menjadi awal dari perjalanan panjangnya—mengantar penumpang, menyisihkan rupiah demi rupiah, sambil memupuk satu mimpi besar: naik haji.

Meski akhirnya rusak dimakan usia, semangat Maman tak ikut padam. Motor boleh berganti, tapi niat di hati tetap utuh.

"Ya saya terbersit dalam hati itu rasa ingin sekali (ibadah haji), ingin banget gitulah. Apalagi liat orang orang sudah pergi haji, jadi semakin kuat niat ingin pergi haji," tutur Maman ditemai sang istri di kediamannya, Minggu 4 Mei 2025.

Maman mulai menabung sejak tahun 2003. Dari penghasilan yang pas-pasan — kadang hanya Rp50 ribu sampai Rp 100 ribu, kadang tidak ada sama sekali, namun ia tetap berusaha menyisihkan uang, sekecil apa pun itu.

“Namanya tukang ojeg, (penghasilannya) kadang dapat, kadang enggak," kata ayah dua orang anak tersebut.

Setelah 10 tahun menabung, Maman akhirnya berhasil mendaftar haji pada 2013.

Saat itu, ia menyerahkan uang sebesar Rp25 juta, hasil jerih payahnya selama satu dekade. Namun perjuangan belum selesai.

Ia harus menunggu 12 tahun lagi hingga akhirnya namanya dipanggil untuk berangkat.

Baca juga: Kapan Hari Raya Idul Adha? Cek Hitungannya Berdasarkan Kalender 2025/1446 H

TUKANG OJEG NAIK HAJI - Maman Suparman Japar, warga BlokS
TUKANG OJEG NAIK HAJI - Maman Suparman Japar, warga Blok Jerokaso, Desa Sadasari, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka, tukang ojeg di Majalengka yang naik haji di kediamannya, Minggu 4 Mei 2025

Untuk Sang Ayah

Ayah Maman meninggal dunia pada 2006, tiga tahun setelah Maman mulai menabung. Sejak itu, niat Maman bertambah kuat.

Sumber: Tribun Cirebon
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved