Kisah Tukang Ojeg Pangkalan Naik Haji: Mengejar Impian Dengan Motor
Di balik rutinitas Maman Suparman sebagai tukang ojeg pangkalan, tersimpan tekad yang begitu besar: naik haji
Penulis: Adhim Mugni Mubaroq | Editor: Mutiara Suci Erlanti
Laporan kontributor Adim Mugni
TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Di tengah bising knalpot dan lalu lintas desa yang sederhana, ada satu kisah luar biasa dari seorang tukang ojeg bernama Maman Suparman Japar, warga Blok Jerokaso, Desa Sadasari, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka.
Setiap pagi, suara knalpot motornya membelah udara kampung, mengantarnya dari satu penumpang ke penumpang lain.
Tapi siapa sangka, di balik rutinitasnya sebagai tukang ojeg pangkalan, tersimpan tekad yang begitu besar: naik haji ke Tanah Suci.
Sebelum menunggangi motor matic hitam yang kini setia menemaninya, Maman lebih dulu mengojek dengan motor warisan ayahnya.
Baca juga: Ribuan Umat Muslim di Majalengka Gelar Aksi Bela Palestina, Ketua DPRD dan DPD PKS Turut Berorasi
Motor itulah yang menjadi awal dari perjalanan panjangnya—mengantar penumpang, menyisihkan rupiah demi rupiah, sambil memupuk satu mimpi besar: naik haji.
Meski akhirnya rusak dimakan usia, semangat Maman tak ikut padam. Motor boleh berganti, tapi niat di hati tetap utuh.
"Ya saya terbersit dalam hati itu rasa ingin sekali (ibadah haji), ingin banget gitulah. Apalagi liat orang orang sudah pergi haji, jadi semakin kuat niat ingin pergi haji," tutur Maman ditemai sang istri di kediamannya, Minggu 4 Mei 2025.
Maman mulai menabung sejak tahun 2003. Dari penghasilan yang pas-pasan — kadang hanya Rp50 ribu sampai Rp 100 ribu, kadang tidak ada sama sekali, namun ia tetap berusaha menyisihkan uang, sekecil apa pun itu.
“Namanya tukang ojeg, (penghasilannya) kadang dapat, kadang enggak," kata ayah dua orang anak tersebut.
Setelah 10 tahun menabung, Maman akhirnya berhasil mendaftar haji pada 2013.
Saat itu, ia menyerahkan uang sebesar Rp25 juta, hasil jerih payahnya selama satu dekade. Namun perjuangan belum selesai.
Ia harus menunggu 12 tahun lagi hingga akhirnya namanya dipanggil untuk berangkat.
Baca juga: Kapan Hari Raya Idul Adha? Cek Hitungannya Berdasarkan Kalender 2025/1446 H
Untuk Sang Ayah
Ayah Maman meninggal dunia pada 2006, tiga tahun setelah Maman mulai menabung. Sejak itu, niat Maman bertambah kuat.
| Jadwal SIM Keliling Majalengka Besok 13 April 2026, Segera Cek Jadwal dan Lokasinya Sekarang |
|
|---|
| Tiga Orang Diringkus Satnarkoba Polres Majalengka, Puluhan Paket Sabu Disita |
|
|---|
| Buka Akses Terisolasi, Bupati Majalengka Siapkan Jalur Pataking Tembus Sumedang |
|
|---|
| Pemerintah Jamin Stok BBM Aman, Anggota Dewan Minta Warga Lapor Jika Ada Penimbunan BBM |
|
|---|
| Bupati Majalengka Hadiri Halal Bihalal 2.000 Kader PKS, Perkuat Silaturahmi di Milad ke-24 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/TUKANG-OJEG-NAIK-HAJI-Maman-Suparman-Japar-warga-Blok-JerokasoSS.jpg)