Jumat, 12 Juni 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Jangan Asal Beli! Ini Tips Investasi Emas Menurut Pakar Ekonomi Agar Anda Untung

Di tengah lonjakan harga emas yang terus meroket dalam beberapa hari terakhir, banyak masyarakat mulai melirik logam mulia

Tayang:
Tribun Jabar/Nappisah
LOGAM MULIA - Logam Mulia ukuran 5 gram dan 10 gram dari Galeri 24 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nappisah


TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Di tengah lonjakan harga emas yang terus meroket dalam beberapa hari terakhir, banyak masyarakat mulai melirik logam mulia ini sebagai instrumen investasi. 


Pada awal April 2025, harga emas Antam berada di kisaran Rp1.758.000 per gram. Memasuki pertengahan April, harga mengalami kenaikan signifikan. 


Lebih lanjut, pada 11 April, harga melonjak menjadi Rp1.889.000 per gram dan terus naik ke Rp1.904.000 per gram pada 12 dan 13 April.

Namun, pada 14 April, harga turun sedikit menjadi Rp1.896.000 per gram. Untuk harga buyback (harga jual kembali ke Antam), pada 13 April tercatat di angka Rp1.754.000 per gram.

Baca juga: Meski Ada 11 Pemain Absen, Kunci Persib Raih Poin Saat Hadapi Borneo FC Diungkap Bojan Hodak


Sementara itu, harga emas di Pegadaian pada 14 April 2025 tercatat lebih tinggi, yakni sekitar Rp1.964.000 per gram untuk emas Antam, dan sekitar Rp1.939.000 per gram untuk emas UBS dan Galeri 24.


Mochammad Rizaldy Insan Baihaqqy, pakar ekonomi dari Universitas Islam Nusantara (Uninus) sekaligus praktisi keuangan, mengatakan, ada sejumlah faktor global yang mendorong kenaikan tajam harga emas, termasuk ketegangan geopolitik yang meningkat di Timur Tengah dan Eropa. 


“Situasi konflik membuat investor global mencari aset safe haven, dan emas adalah pilihan utama,” ujarnya, saat dihubungi Tribunjabar.id, Senin (14/4/2025). 


Selain itu, kata dia, perang dagang antara Amerika Serikat dan China yang kembali memanas turut menciptakan ketidakpastian ekonomi dunia. 


"Kondisi ini menambah tekanan psikologis pasar, mendorong investor untuk mengamankan kekayaan mereka dalam bentuk emas,” tambah Rizaldy.


Dari dalam negeri, pelemahan nilai tukar rupiah yang telah menyentuh Rp16.970 per dolar AS membuat masyarakat Indonesia semakin melirik emas sebagai alat lindung nilai terhadap inflasi dan depresiasi mata uang.


Ia juga menyoroti ekspektasi penurunan suku bunga oleh The Fed serta pelemahan dolar AS yang memperkuat daya tarik emas.

Tak kalah penting, permintaan tinggi dari bank sentral negara-negara berkembang memperkuat tren bullish logam mulia ini.


Melihat tren saat ini, Rizaldy memperkirakan peluang emas untuk mencetak rekor tertinggi baru sangat terbuka. 


“Selama ketidakpastian global masih tinggi dan kebijakan moneter tetap akomodatif, harga emas punya ruang untuk terus naik. Namun, tetap waspadai potensi koreksi jangka pendek setelah kenaikan tajam,” jelasnya.

Baca juga: Harga Emas Antam di Jogjakarta dan Surabaya Hari Ini Akhirnya Ambruk, 1 Gram Tembus Segini

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved