Yogyakarta I (via Jalur Utara) dengan rute Jakarta-Ungaran-Bawen-Ambarawa-Secang-Magelang-Yogyakarta (Terminal Giwangan) tersedia 4 bus;
Yogyakarta II (via Jalur Selatan) dengan rute Jakarta- Pejangan-Bumiayu-Purwokerto-Gombong-Kebumen-Kutoarjo-Purworejo-Yogyakarta (Terminal Giwangan) tersedia 6 bus;
Semarang dengan rute Jakarta-Brebes-Tegal-Pemalang-Pekalongan-Semarang (Terminal Terboyo) tersedia 4 bus;
Surakarta/Solo melalui rute Jakarta-Salatiga-Boyolali-Kartosuro-Solo (Terminal Tirtonadi) tersedia 7 bus;
Surabaya melalui rute Jakarta-Karanganyar-Sragen-Ngawi-Madiun-Nganjuk-Jombang-Mojokerto-Surabaya (Terminal Bungurasih) tersedia 6 bus.
Jasa Marga mengimbau peserta yang telah terdaftar di program mudik gratis mereka untuk tidak mendaftar pada program mudik gratis BUMN lainnya. "Serta diwajibkan melakukan daftar ulang sesuai periode yang telah ditentukan agar kuota tetap terjaga dan tidak dibatalkan, serta tidak berpotensi masuk dalam blacklist pada tahun berikutnya,” ucap Lisye.
Tahun ini, sebanyak 78 perusahaan BUMN akan ikut serta dalam menyelenggarakan program mudik gratis. Kementerian BUMN menargetkan akan ada 100.000 pemudik yang bisa mengikuti program itu.
Ada tiga moda transportasi yang ikut menyediakan program mudik gratis, yaitu bus, kereta api, dan kapal laut. Moda transportasi bus menyediakan 1.360 unit kendaraan untuk mudik gratis dengan kapasitas 67 ribu pemudik. Sementara itu, ada 90 rangkaian kereta api dengan kapasitas 28 ribu pemudik dan 26 unit kapal laut dengan kapasitas 5 ribu pemudik yang juga memfasilitasi mudik gratis 2025.
Menurut kalender Hijriah dari Kementerian Agama, bulan Ramadan 1446 Hijriah dimulai pada 1 Maret 2025. Sementara libur Hari Raya Idul Fitri jatuh pada 31 Maret dan 1 April 2025. Cuti bersama selama empat hari yang diselingi tanggal merah akhir pekan kemudian menyusul pada 2-7 April 2025.