Diki Bersyukur Ijazah yang Tertahan Bisa Diambil, Janji Lunasi Tunggakan SPP ke SMK Nasional Cirebon
SMK Nasional Cirebon mempersilakan 236 alumni mengambil ijazah yang sempat tertahan.
Penulis: Eki Yulianto | Editor: taufik ismail
"Ya Alhamdulillah, di SMK Nasional Cirebon sesuai instruksi dari Pemerintah Provinsi Jabar dalam hal ini Gubernur Jabar Terpilih, bahwa kami sudah mulai mengembalikan ijazah anak-anak yang masih tertahan di sekolah, yang bisa dilihat sendiri hari ini," ucap Dian.
Ia menambahkan, bahwa total ijazah yang masih tersimpan di sekolah sejak tahun 2012 hingga 2024 berjumlah 236 dengan total tunggakan sekitar Rp 525 juta.
"Soal tunggakan yang ada, kita berharap sih, karena ini kan yang namanya sekolah swasta itu hidupnya istilahnya dari dana bantuan ya yang setiap bulan dibayarkan oleh orang tua siswa," jelas dia.
Dian juga menegaskan, bahwa sekolah tetap melayani para alumni yang ingin mengambil ijazah mereka tanpa harus melunasi tunggakan terlebih dahulu.
"Kami pun tidak menutup kemungkinan kalau misalkan mereka mau menyicil. Selama ini juga mereka sudah mencicil."
"Setiap mereka mau minta legalisir meski belum bisa mencicil, kami layani dan terima," katanya.
Seperti diketahui, sesuai dengan Surat Edaran (SE) Nomor 3597/PK.03.04.04/SEKRE tertanggal 23 Januari 2025 dari Dinas Pendidikan Jawa Barat (Disdik Jabar), ijazah merupakan hak peserta didik yang telah menyelesaikan proses pembelajaran dan tidak boleh ditahan dengan alasan apa pun.
Sekolah pun mengimbau para alumni yang belum mengambil ijazahnya untuk segera datang.
"Kami berharap alumni yang belum mengambil ijazah segera datang ke sekolah. Ini hak mereka, dan kami ingin memastikan semua ijazah diterima oleh pemiliknya," ujarnya.
Jika hingga 3 Februari 2025 masih ada ijazah yang belum diambil, maka sekolah wajib menyerahkannya kepada kepala cabang dinas pendidikan setempat.
Baca juga: 236 Alumni SMK Nasional Cirebon Bisa Bernapas Lega, Ijazah Akhirnya Dibagikan
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.