Kamis, 9 April 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Terminal Bayangan Bundaran ABC

Ada 50 Bus Transit di Terminal Bayangan Bundaran ABC Cipacing Sumedang, Dishub Beri Ultimatum

Dinas Perhubungan Kabupaten Sumedang beserta Badan Penyelenggara Transportasi Darat (BPTD) Kemenhub Kantor Jawa Barat akan menindak lanjuti adanya ter

TRIBUN JABAR/ Kiki Andriana
Penampakan terminal bayangan PO Bus di dengan bundaran ABC Cipacing, Jatinangor, Sumedang.    

Laporan Kontributor TribunJabar.id Sumedang, Kiki Andriana.

TRIBUNCIREBON.COM, SUMEDANG - Dinas Perhubungan Kabupaten Sumedang beserta Badan Penyelenggara Transportasi Darat (BPTD) Kemenhub Kantor Jawa Barat akan menindak lanjuti adanya terminal bayangan PO Bus di dengan bundaran ABC Cipacing, Jatinangor, Sumedang

Hal ini dilakukan karena keberadaan terminal bayangan itu melanggar aturan. Dalam aturannya area di sekitar bundaran atau persimpangan harus steril. 

Kepala Bidang Keselamatan dan u Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Dishub Kabupaten Sumedang, Gun-Gun Nugraha
mengatakan pada Selasa (15/10/2024) pihaknya telah mendatangi terminal bayangan di dekat bundaran ABC itu didampingi aparat dari sejumlah instansi. 

Baca juga: 35 Kegiatan Kampanye Pilwalkot Cirebon Tak Dilaporkan, Begini Respon Bawaslu Kota Cirebon

"Kami sudah advokasi ke PO Bus ini, dimana potensi laka lantas muncul karena ada aktivitas bus ini," kata Gun-gun di Cipacing.  

Dia menegaskan bahwa kelanjutkan perihal terminal bayangan itu akan ditindak lanjuti melalui surat pemanggilan pengurus PO Bus itu. Sebab, saat disidak, yang ada di terminal bayangan itu hanya pegawainya. 

"Pemanggilan, juga oleh BPTD karena ini jalan nasional. Aktivitas di sini 50 bus (transit) per hari,"

"Sementara dalam aturan, 25 meter sebelum ada simpangan itu harus steril, jadi sudah tentu ini jadi perhatian kita bersama,"  katanya. 

Baca juga: Timnas Indonesia Belum Pernah Menang, Joel Cornelli Berbagi Tips untuk Shin Tae-yong

Bus yang transit di pinggir jalan dekat bundaran ABC itu membahayakan pengguna jalan lain. Pasalnya, di area ini banyak warga pelawan arus. 

Jika mobil berhenti di pinggir, para pelawan arus itu mengambil ke tengah jalan hingga berhasil melewati bus. Sementara dari arah Cileunyi-Nagreg, kendaraan lain melaju dengan kecepatan tinggi.

"Di samping memang kesadaran warga di sini rendah," katanya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved