Keraton Kasepuhan Cirebon Tanggapi Klaim Heru Nursamsi Sebagai Sultan dan Keributan di Alun-alun

Pangeran Raja Goemelar Soeryadiningrat memberikan penjelasan mengenai klaim Heru Nursamsi sebagai Sultan Keraton Kasepuhan Cirebon.

Penulis: Eki Yulianto | Editor: taufik ismail
Tribuncirebon.com/Eki Yulianto
Patih Sepuh Keraton Kasepuhan, Pangeran Raja Goemelar Soeryadiningrat. 

"Delegasi dari Pak Heru Nursamsi dan Mahesa datang untuk berdiskusi mengenai siapa yang sebenarnya berhak menjadi Sultan."

"Kami diminta menjembatani agar pembahasan ini dilakukan secara damai dan terbuka," ujar Prabu Diaz.

Ia juga menegaskan bahwa saat ini belum ada kesepakatan yang pasti mengenai Sultan yang sah di Keraton Kasepuhan.

"Sampai saat ini yang saya tahu, yang mengklaim sebagai Sultan Kasepuhan adalah Pak Heru Nursamsi dan Pak Raharjo."

"Sebenarnya tidak ada polemik di Kesultanan Kasepuhan, hanya ada pihak-pihak yang mengklaim dirinya sebagai Sultan," katanya.

Kericuhan pun berakhir setelah massa tenang dan rombongan Mahesa meninggalkan lokasi dengan pengawalan polisi.

Adapun, Laskar Agung Macan Ali Nuswantara dikenal sebagai organisasi yang aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan kebudayaan di Cirebon.

Mereka sering terlibat dalam pengamanan acara-acara besar serta mengadakan berbagai kegiatan untuk memperkenalkan budaya Cirebon kepada generasi muda.

Baca juga: Asal Muasal Ketegangan di Alun-alun Kasepuhan Cirebon, Pengikut Pangeran Kuda Putih Dikepung Warga

Sumber: Tribun Cirebon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved