Kekeringan di Majalengka

1.098 Hektare Lahan di Kabupaten Majalengka Mengalami Kekeringan, Menurut Catatan Pemkab

Kekeringan melanda Majalengka dan membuat lahan pertanian kekeringan di sejumlah daerah.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: taufik ismail
Tribuncirebon.com/Eki Yulianto
Ilustrasi kekeringan di Majalengka. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Majalengka mencatat lebih dari 1.000 hektare lahan mengalami kekeringan.

Kepala Bidang (Kabid) Ketahanan Pangan DKP3 Kabupaten Majalengka, Encu, mengatakan, hingga Juli 2024 tercatat lahan yang mengalami kekeringan mencapai 1098 hektare.

Menurut dia, luasan lahan pertanian yang mengalami kekeringan tersebut tersebar hampir merata di 26 kecamatan se-Kabupaten Majalengka.

"Lahan yang kekeringan ini merupakan dampak musim kemarau pada tahun ini," kata Encu saat ditemui di DKP3 Kabupaten Majalengka, Jalan KH Abdul Halim, Kecamatan/Kabupaten Majalengka, Selasa (3/9/2024).

Ia mengatakan, 1.098 hektare lahan di Kabupaten Majalengka yang kekeringan itu terbagi menjadi empat katageri, di antaranya, kategori ringan, sedang, berat, hingga fuso.

Pihaknya mencatat, luasan lahan kekeringan yang termasuk kategori ringan mencapai 620 hektare, sedang 215 hektare, berat 227 hektare, dan kategori fuso 36 hektare.

Jajaran DKP3 Kabupaten Majalengka juga telah mengantipasi lahan yang mengalami kekeringan pada musim kemarau melalui pembentukan posko penanggulangan kekeringan.

"Posko ini dimotori DKP3 Kabupaten Majalengka, dan turut melibatkan stakeholder terkait dari mulai penyuluh pertanian, BPBD, serta lainnya," ujar Encu.

Ia menyampaikan, tim khusus juga disebar di seluruh kecamatan se-Kabupaten Majalengka untuk memperkuat ketahanan pangan selama musim kemarau.

Encu mengakui, posko dan tim itu disiapkan untuk memonitor penggunaan air embung yang menjadi sumber utama dalam pengairan areal persawahan di Kabupaten Majalengka.

"Monitoring ini bertujuan agar air embung tersebut digunakan seefektif mungkin untuk kebutuhan pertanian masyarakat, sehingga produksinya tetap terjaga," kata Encu.

Baca juga: 12 Daerah di Jabar Termasuk Cirebon Tetapkan Siaga Darurat Kekeringan, Ini Kata Bey Machmudin

Sumber: Tribun Cirebon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved