Minggu, 19 April 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Longsor di Tasikmalaya

Tebing Setinggi 30 Meter Longsor Hingga Tutup Akses Jalan Utama 2 Kecamatan di Tasikmalaya

Jalan utama penghubung Kecamatan Salawu dan Cigalontang diketahui tertutup tanah longsor, Minggu (30/6/2024).

TribunPriangan.com/Aldi M Perdana
Jalan utama penghubung Kecamatan Salawu dan Cigalontang diketahui tertutup tanah longsor, Minggu (30/6/2024) 

Laporan Jurnalis TribunPriangan.com, Aldi M Perdana

TRIBUNCIREBON.COM, KABUPATEN TASIKMALAYA - Jalan utama penghubung Kecamatan Salawu dan Cigalontang diketahui tertutup tanah longsor, Minggu (30/6/2024).

Tebing setinggi 30 meter longsor menimpa jalan tersebut lantaran hujan dengan intensitas tinggi terjadi sejak Sabtu (29/6/2024) malam sampai Minggu (30/6/2024) dini hari.

Pantauan TribunPriangan.com di lokasi, jalan yang menghubungkan Desa Tanjungsari di Kecamatan Salawu dan Desa Nangtang di Cigalontang tersebut tertutup material longsoran sepanjang kurang lebih 20 meter.

Sedang ketebalan longsor sekira 1,5 meter, sehingga sejumlah petugas gabungan segera membersihkan material tersebut di sana.

Baca juga: 3 Kampung di Tasikmalaya Terisolasi Akibat Longsor, Akses Jalan Terputus dan Listrik Mati

Panjang longsoran dari mahkota hingga bibir longsor ditaksir pihak BPBD Kabupaten Tasikmalaya kurang lebih 70 meter.

Kendati demikian, tampak beberapa warga sekitar sudah dapat melintasinya, baik dengan berjalan kaki maupun kendaraan roda dua meski harus dengan kehati-hatian.

Sampai berita ini ditulis, proses pembersihan material longsor dari jalan tersebut masih berlangsung.

Menurut Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kalak BPBD) Kabupaten Tasikmalaya, Nuraedidin, terdapat 17 titik bencana alam.

"Menurut laporan dari Pusdalops kami, data yang kami terima sampai tadi pukul 10.00 WIB, kurang lebih ada 17 titik bencana alam di hampir 7 kecamatan," terangnya kepada TribunPriangan.com saat ditemui pada Minggu (30/6/2024).

Menurut Nuraedidin, rata-rata diakibatkan oleh intensitas hujan yang cukup tinggi sehingga menyebabkan tanah longsor.

"Yang parah itu terputusnya jalur hubungan antara wilayah Kecamatan Puspahiang dengan Kecamatan Taraju dan Bojonggambir," ucapnya.

Oleh sebab itu, akses transportasi dialihkan ke jalur Kecamatan Parungponteng.

"Kemudian, ada bencana banjir. Itu biasa langganan di Kecamatan Sukaresik. Lalu ada satu orang hilang kemarin (Sabtu, 29/6/20424) di Sungai Ciwulan, tepatnya di wilayah Kecamatan Cibalong," tutur Nuraedidin.

Orang hilang terbawa arus sungai tersebut diketahui kurang lebih berusia 45 tahun dan saat ini masih belum ditemukan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved