Melihat Upacara Adat Mapag Sri, yang Tak Pernah Putus dari Tahun ke Tahun di Desa Legok Indramayu
Upacara adat Mapag Sri digelar oleh masyarakat petani dengan harapan bisa mendapat padi yang melimpah saat panen raya nanti.
Penulis: Handhika Rahman | Editor: dedy herdiana
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman
TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Masyarakat petani di Desa Legok, Kecamatan Lohbener Indramayu menggelar upacara adat Mapag Sri.
Upacara adat ini rutin digelar setiap menjelang panen raya tiba.
Baca juga: Acara Adat Mapag Sri Masih Dilestarikan hingga Sekarang di Indramayu, Sebagai Ungkapan Syukur Petani
Padi yang mulai menguning menjadi penanda ritual Mapag Sri bakal digelar.
Upacara adat Mapag Sri digelar oleh masyarakat petani dengan harapan bisa mendapat padi yang melimpah saat panen raya nanti.
Adat ini sekaligus ajang untuk mempererat tali silaturahmi, hingga ungkapan rasa syukur kepada Sang Pencipta.
Dalam Upacara Adat Mapag Sri ini, masyarakat Desa Legok awalnya melakukan musyarawah desa terlebih dahulu untuk persiapan digelarnya upacara adat.
Kemudian saat pelaksanaan, warga menyiapkan beragam hasil bumi untuk di bawa ke balai desa setempat sebagai pelengkap ritual.
Ritual adat Mapag Sri pun digelar dengan ditandai dengan pembacaan doa oleh pemangku adat.
Kepala Desa Legok, Arih Jahari menyampaikan, ritual upacara Mapag Sri terus dijaga oleh masyarakat petani di desanya.
Tradisi ini tidak pernah terputus dari generasi ke generasi sampai dengan sekarang.
“Kegiatan ini tidak hanya sebagai bentuk syukur atas hasil panen yang melimpah, tetapi juga sebagai penghormatan kepada tradisi dan kearifan lokal yang telah mengakar dalam kehidupan kami sehari-hari," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Kamis (2/5/2024).
Arih menyampaikan, mulai dari masyarakat, pemangku adat, hingga unsur pemerintahan ikut membaur dalam acara Mapag Sri.
Melalui kebersamaan dalam menjaga dan merayakan adat budaya, ia berharap harmoni dan solidaritas yang selama ini terjalin di Desa Legok bisa makin kokoh dirasakan oleh warga.
Apalagi, tradisi ini merupakan warisan turun temurun dari nenek moyang mereka terdahulu.
"Dengan semangat gotong royong dan kebersamaan yang menjunjung tinggi nilai-nilai adat budaya, Pemerintah Desa Legok terus berkomitmen untuk menjaga dan melestarikan warisan leluhur demi keberlangsungan dan keharmonisan masyarakatnya," ujar dia.
Baca juga: Uniknya Acara Adat Mapag Sri oleh Petani di Indramayu, Arak Pengantin Padi Tanda Siap Panen Raya
| Kunjungi Kilang Balongan Indramayu, Wadirut Pertamina Ingatkan Pentingnya Aspek HSSE |
|
|---|
| Raih Nilai IKPA Sempurna, Polres Indramayu Terima Penghargaan Dari Kapolri |
|
|---|
| Peringatan Hari Lingkungan Hidup, Ratusan Orang Bersih-bersih di Pantai Tirta Ayu Indramayu |
|
|---|
| Ditargetkan Rampung Akhir Juni 2026, Bulog Percepat Distribusi Bantuan Pangan ke 33,2 Juta KPM |
|
|---|
| Jadwal SIM Keliling di Indramayu Hari Ini 8 Juni 2026, Ada di Balai Desa Tukdana dan Tugu Lelea |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/Warga-Desa-Legok-Lohbener-Indramayu-upacara-adat-mapag-sri-2024.jpg)